10 Fakta Di Balik Jabatan Gubernur Jatim, Wagub Tidak Pernah Jadi Gubernur

0
834

Nusantara.news, Surabaya –Sejak kemerdekaan hingga sekarang tercatat 13 orang yang telah memimpin Provinsi Jawa Timur. Proses terpilihnya ke 13 nama itupun bervariasi. Sepanjang era Orde Baru seluruh gubernur Jawa Timur dipilih melalui DPRD provinsi. Terdapat 5 orang terpilih menjadi gubernur pada masa itu, yaitu RP Mohammad Noer (1973), Soenandar Prijosoedarmo (1978), Wahono (1983), Soelarso (1988), dan Basofi Sudirman (1993). Di era reformasi, Imam Utomo dua kali terpilih melalui DPRD (1998 dan 2003).

Sementara itu, sejak Proklamasi Kemerdekaan hingga berakhirnya era Demokrasi Terpimpin seluruh gubernur Jawa Timur ditetapkan oleh pemerintah pusat. Terdapat 6 orang gubernur pada era itu, yakni RMT Soerjo, Murdjani, RTA Milono, R. Samadikun, Moch. Wijono, RP. Mohammad Noer (periode pertama).

Khusus untuk periode reformasi terdapat satu orang yang ditetapkan pemerintah pusat untuk memimpin provinsi ini dengan status sebagai Pelaksana Tugas gubernur tahun 2008, yakni Setia Purwaka. Sepanjang sejarah, hanya Soekarwo yang terpilih secara langsung dalam dua kali Pilgub, yakni pada tahun 2008 dan tahun 2013.

Selain itu, masih terdapat sejumlah fakta menarik terkait dengan posisi gubernur Jawa Timur. Salah satunya adalah bahwa sepanjang sejarahnya, belum pernah sekalipun wakil gubernur di provinsi ini yang naik karir politiknya menjadi  gubernur.

Lebih dari itu, berdasarkan berbagai sumber data yang ditelusuri Nusantara.news  tercatat 10 fakta menarik dari gubernur Jatim, yaitu:

  1. Ada 3 gubernur Jatim yang pernah menjabat bupati, yakni Gubernur RMT Soerjo   (Bupati Magetan), Gubernur Murdjani (Bupati Indramayu)  dan Gubernur RTA Milono, (Bupati Pati).
  2. Sementara untuk pemilihan langsung, belum ada bupati ataupun walikota yang terpilih menjadi gubernur Jatim. Contohnya adalah Bupati Mojokerto Ahmady yang gagal di Pilgub 2008, sekalipun ia diusung oleh PKB, parpol peraih kursi terbanyak di DPRD Jatim dalam Pileg 2004.
  3. PKB sebagai parpol yang paling banyak meraih kursi di DPRD Jatim belum pernah  menang dalam Pilgub Jatim. Di tahun 2003 ketika PKB masih solid, cagub yang diusung partai ini kalah dari Imam Utomo yang diusung PDI-P dan fraksi gabungan. Untuk dua Pilgub sesudahnya, calon yang diusung PKB juga dikalahkan oleh Soekarwo yang diusung P. Demokrat.
  4. PDIP menang Pilgub di tahun 2003 dengan mengusung calon yang bukan kadernya, Imam Utomo.
  5. 2 kader partai yang sukses menjadi gubernur adalah Murdjani yang merupakan kader Partai Indonesia Raya (PIR) dan Soekarwo yang merupakan kader Partai Demokrat saat ia menang  dalam Pilgub 2013. Sementara Soetjipto dan Bambang DH yang diusung PDIP gagal meraih kemenangan dalam Pilgub 2003.
  6. Tercatat 6 Gubernur yang pernah aktif di militer. Tiga diantaranya adalah mantan Pangdam Brawijaya, yaitu Soelarso, Wahono dan Imam Utomo, serta satu mantan Kasdam Bukit Barisan, yakni Basofi Sudirman. Selain itu Soenandar Prijosoedarmo juga seorang mantan militer, demikian pula Moch. Wijono yang pernah menjadi perwira Angkatan Darat (AD).
  7. Dari 13 sosok yang pernah memimpin Jatim 8 diantaranya adalah mantan birokrat, yakni RMT Soerjo, Murdjani, R. Samadikun, RTA Milono, R. Soewondo Ranuwidjoyo, RP Mohammad. Noer, Moch. Wijono dan Soekarwo.
  8. Hanya Wagub DKI yang pernah menjadi Gubernur Jatim, yakni Basofi Sudirman. Namun, wagub Jatim sendiri belum pernah menjadi gubernur Jatim. Soenarjo pernah mencoba di Pilgub 2008, namun gagal.
  9. Mantan Ketua DPRD Jatim yang menjadi gubernur hanya satu orang, yakni Moch. Wijono.
  10. Terdapat 2 gubernur yang lahir di Jombang, yakni  R. Samadikun dan Imam Utomo, dua orang kelahiran Jateng, yaitu Soelarso dan RTA Milono, serta hanya satu yang kelahiran Madura yakni RP Mohammad Noer.

Merujuk Fakta-fakta di atas, maka birokrat memiliki kans besar untuk terpilih. Hal ini tentu bisa mengulang kesusksesan Soekarwo di tahun 2008. Bahkan sang mantan Sekda Pemprov Jatim ini  pun sudah membocorkan bahwa ada 2 birokrat yang mungkin akan maju dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang, sekalipun ia enggan menyebutkan nama.

Setelah Imam Utomo tidak ada lagi mantan Pangdam yang ikut bertarung memperebutkan posisi Jatim 1. Dalam 10 tahun terakhir Jatim selalu mendapat kader terbaik dari jajaran TNI untuk jabatan Pangdam Brawijaya dan karir mereka pun cukup moncer, seperti Gatot Nurmantyo yang sekarang menjadi Panglima TNI.

Sekalipun Ahmady, mantan Bupati Mojokerto, pernah gagal, namun ada 3 gubernur Jatim yang sebelumnya pernah menjadi bupati. Ini tentu menjadi peluang bagi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminudin, Bupati Jombang Nyono W Suharli, Bupati Bojonegoro Sunyoto, mantan Bupati Lamongan Masfuk, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyo. Yang juga layak diperhitungkan adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Sementara Khofifah, kalau bersedia maju lewat PDIP, memiliki peluang besar untuk menang, mengulang kesuksesan Imam Utomo di tahun 2013. Harapan juga ada pada Halim Iskandar, putra kelahiran Jombang yang sekarang menjadi ketua DPRD Jatim.

10 fakta di atas nampaknya tidak berpihak kepada Saifullah Yusuf, karena Wagub Jatim belum pernah menjadi Gubenur Jatim. Kalaupun ada Wagub yang jadi Gubernur Jatim, itu adalah Wagub DKI Jakarta Basofi Sudirman.

Tanda-tanda sulitnya Wagub jadi Gubernur sudah terlihat. Sebagai petahana Saifullah Yusuf hingga saat ini belum memperoleh dukungan dari satu parpol pun. Namun, bagaimanapun politik adalah seni kemungkinan, dan waktu pemilihan masih setahun lagi. Dalam politik, apapun bisa terjadi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here