100 Hari Kerja Mahathir Selamatkan Malaysia

0
256

Nusantara.news, Jakarta – Kemenangan mengejutkan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia 2018 menggema di Indonesia. Gaungnya telah membangkitkan optimisme oposisi untuk bisa meraih hal yang sama jelang kontestasi Pilpres 2019 nanti. Menumbuhkan keyakinan bahwa petahana sekuat apapun bisa saja dikalahkan.

Kelompok oposisi dari empat partai (Pakatan Harapan) yang dipimpin langsung Mahathir menggulingkan tampuk kekuasaan Nadjib Razak. Pakatan Harapan berhasil memperoleh 113 kursi dari total 222 kursi yang tersedia. Sedangkan koalisi partai partai penguasa (Barisan Nasional) pimpinan kandidat petahana Najib Razak hanya memperoleh 79 suara.

Kemenangan ini lantas tercatat dalam sejarah politik pemerintahan di Malaysia. Pakatan Harapan menjadi oposisi pertama Malaysia yang berhasil mengalahkan Barisan Nasional yang telah berkuasa 62 tahun. Tak hanya itu, Dr. M –demikian panggilan Mahathir— juga menorehkan catatan sebagai Perdana Menteri tertua di dunia. Baca: Mahathir (92) Tumbangkan Petahana di Malaysia.

Drama politik Negeri Jiran tersebut tak urung membuat pemerhati politik di Tanah Air berhitung ihwal kemungkinan adanya efek domino. Terlebih, persoalan dan isu populis yang dikampanyekan kelompok oposisi Malaysia memiliki kesamaan irisan dengan Indonesia.

Hal itu di antaranya perihal korupsi, kenaikan harga barang, kenaikan tarif jalan tol, pencabutan subsidi listrik, kenaikan harga bahan bakar, utang negara yang melangit, nilai mata uang terus tertekan, dan cengkeraman pengaruh China yang semakin kuat bersamaan dengan masuknya investasi proyek infrastruktur.

Dan kini, publik kembali akan menjadi saksi perombakan besar-besaran Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad untuk menyelamatkan keuangan Malaysia dan upayanya menciptakan stabilitas politik dalam agenda 100 hari kerjanya. Keampuhan resep dokter tua ini dinanti warganya untuk mengobati Malaysia. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here