140 TPS Pilkada Kota Batu Dalam Kategori Rawan Serangan Fajar

0
142

Nusantara.news, Kota Batu – Berbagai kiat dan strategi akan dilakukan oleh setiap calon untuk menarik perhatian agar masyarakat memilih mereka untuk menjadi walikota. Namun, patut disayangkan jika pelaksanaan pesta demokrasi ini lebih banyak digunakan cara-cara yang tidak etis. Gejala semacam itu disinyalir mulai muncul dalam Pilkada Kota Batu.

Ada ±140 dari 420 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai oleh Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Batu sebagai kategori rawan. 141 TPS ini dianggap rawan terjadi dugaan praktik politik uang (money politic) atau “serangan fajar”.

Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri mengatakan berdasar data yang ada di KPU,  TPS yang tergolong rawan terbanyak ada di Kecamatan Junrejo, yaitu 46 persen. Sedangkan wilayah Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji jumlahnya mencapai 30 persen.

“Kerawanan tersebut dikarenakan adanya pergerakan dugaan pemberian uang dan segala macamnya serta ada beberapa botoh hingga detik ini,” ujarnya kepada Nusantara.news, Rabu  (8/2/2017).

Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi Malang Corruption Wacth, Atha Nursasih menuturkan, terkait dengan hal ini pihaknya juga turut memantau jalannya Pilkada Kota Batu.

“Kami sudah membentuk Tim Relawan Advokasi Pemantauan Pilkada Kota Batu, sekaligus memberikan pengetahuan tentang Pilkada serta pendidikan politik kepada mereka.” tutur Atha saat ditemui di kantornya.

Atha menambahkan bahwa timnya sejauh ini sudah melakukan beberapa riset terkait Pilkada Kota Batu 2017. “Tim kami sejauh ini telah melakukan telaah visi misi paslon, tingkat kesadaran politik masyarakat Kota Batu. Sesi untuk besok (Kamis, 8/2/2017)  tentang kebutuhan masyarakat Batu.” imbuhnya.

Salma Safitri berharap semua pihak bersatu meminimalisir potensi terjadinya kerawanan tersebut. TPS yang rawan tersebut harus selalu dipantau. Apalagi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya akan berkantor di Kota Batu selama dua hari saat Pilkada nanti.

“Kami berharap partisipasi semua pihak dan elemen masyarakat untuk turut bersama mengawal, memantau dan mengawasi bersama proses jalannya pilkada ini, terutama di TPS rawan tersebut,” harap Salma. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here