18 Dolanan Tradisional Anak Bangsa Terancam Punah

0
173

Nusantara.news, Surabaya – Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Disbudpar) Kabupaten Semarang baru saja meyelenggarakan Festival Donalan Anak 2017 di Museum Palagan Ambarawa, Kamis (13/4/2017) lalu. Pesertanya terdiri dari siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) yang dibagi 19 kelompok. Masing-masing kelompok dituntut menunjukkan kreativitasnya di hadapan dewan juri secara bergantian.

Kegiatan itu sengaja digelar untuk menyikapi pesatnya era teknologi yang luar biasa seperti sekarang ini. Apalagi, permainan anak yang ada di masyarakat saat ini serba modern dan cenderung individual, sehingga dikhawatirkan dapat membuat putra-putri bangsa Indonesia kelak menjadi kurang bersosialisasi.

Festival dolanan anak pernah juga diselenggarakan Disbudpar Kota Surabaya di Taman Bungkul, pada Juli tahun lalu. Awalnya, festival ini dilaksanakan untuk memeriahkan acara Preparotary Committe (Prepcom) for United Nation Habitat III, sebuah konferensi tingkat dunia membahas perumahan dan pembangunan perkotaan yang diikuti delegasi dari 171 negara di Surabaya.

Namun,festival dolanan tradisional yang digelar ternyata juga menarik perhatian penonton. Hingga akhirnya, acara itu semakin meriah setelah para penonton ikut mencoba serunya berbagai permainanan tradisional.

Diakui atau tidak, fakta tentang dolanan (permainan) tradisional anak di era serba mutakhir seperti sekarang ini memang sudah mulai ditinggalkan. Dolanan tradisional dipaksa kalah bersaing persaingan modal dari gempuran industri permainan modern yang dipasarkan melalui promosi besar-besaran dan berhasil merebut hati anak-anak zaman sekarang.

Lebih miris lagi, itu sudah membudaya dan menjadi tren. Maka jangan heran, jika kelak di kemudian hari, dolanan tradisional anak kian meredup, lalu dilupakan dan lenyap ditelan deru zaman. Dolanan tradisional terancam punah dan barangkali malah menjadi mitos di masa mendatang.

Karena dolanan tradisonal merupakan kekayaan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia, sudah barang tentu tidak bolehsampai punah. Meski ini semua adalah tugas kita bersama. Di sini pemerintah yang paling punya andil penting. Tak hanya harus bisa mempertahankan dolanan agar tak punah, tapi pemerintah juga harus mampu melestarikannya.

Yang tak kalah penting lagi adalah pemerintah harus bisa membangkitkan antusiasme anak-anak Indonesia masa kini dengan memperkenalkan kembali dan mengedukasi sejarah dan makna dolanan tradisional untuk kemudian disebarluaskan ke seluruh pelosok nusantara.

Berikut ini adalah 18 dari sekian banyak dolanan tradisional anak di Nusantara yang patut kita jaga agar tetap lestari. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here