212Mart Bojong Kulur, Pemimpin Pasar dengan Omzet Rp76 juta

2
439
212Mart Bojong Kulur, berhasil memimpin pasar toko ritel modern di kelas mini market dengan total transaksi Rp76,5 juta

Nusantara.news, Jakarta – Peritel modern 212Mart Bojong Kulur–divisi bisnis toko ritel modern Koperasi Sejahtera Bersama Syariah (SBS)–pada saat launching 6 Agustus 2017 berhasil membukukan omzet penjualan sebesar Rp76,5 juta.

Omzet tersebut diraih 212 Mart dalam durasi perdagangan 13 jam dengan jeda istirahat, sholat, dan makan sekitar 1 jam. Ada sekitar 1.025 investor Koperasi SBS dengan total dana kelolaan mencapai Rp1,25 miliar. Dana tersebut oleh Koperasi SBS sudah dikonversi menjadi dua gerai toko ritel modern 212Mart dan Kita Mart.

“Alhamdulillah, animo masyarakat Bojong Kulur demikian tinggi, sehingga penjualan di hari grand launching benar-benar optimum,” kata Ustad Muhammad Thaib, Ketua Badan Koordinasi Masjid dan Musholla yang membawahi 70 masjid dan mushalla se-Bojong Kulur saat grand launching 212Mart, Ahad (6/8).

212Mart adalah gerai kedua Koperasi SBS. Pada April 2017 lalu, Koperasi SBS telah meluncurkan gerai pertama dengan brand Kita Mart. Saat grand launching mampu membukukan omzet penjualan Rp43,5 juta dan menjadi omzet tertinggi nasional ketika itu.

Namun pekan lalu, saat grand launching 212Mart Limus Pratama mampu mengambil alih rekor nasional dengan total omzet penjualan mencapai Rp60 juta. Sepekan kemudian, tepatnya 6 Agustus, lewat divisi bisnis toko ritel modern Koperasi SBS, yakni 212Mart Bojong Kulur, rekor nasional itu direbut kembali. Dengan demikian ini adalah transaksi tertinggi di kelas minimarket modern.

“Semua berkat kerjasama yang kompak antara pengurus, penasihat, pengawas dan terutama anggota dan calon anggota yang begitu antusias ingin berbelanja di tokonya sendiri,” kata Thaib.

Pada gerai kedua, Koperasi SBS berhasil menghimpun dana investasi sebesar Rp675 juta dari 345 investor dengan setoran investasi bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp25 juta. Dana itu dikumpulkan jamaah  31 masjid dan mushalla yang tergabung dalam BKM se-Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Thaib, masih ada 40 masjid dan mushalla yang belum bergabung, namun hanya tinggal waktu untuk bergabung pada gerai-gerai berikutnya.

Pengurus Koperasi SBS menargetkan memiliki minimal 10 gerai 212Mart maupun Kita Mart di Bojong Kulur untuk mengkafer dan melayani 63.000 ummat Islam di Bojong Kulur. Si merah dan si biru sudah lebih dulu memiliki 22 titik di Bojong Kulur.

Ke depan, lanjut Thaib,  selain berinvestasi dibidang toko ritel modern, Koperasi SBS berencana berinvestasi pada 212 Matrial, 212 Elektronik, 212 Distribusi, 212 Fashion, 212 Sparepart, 212 Otomotif, dan lini-lini bisnis lainnya yang berbasis jamaah.

Semua ini, kata dia,  berkat #Spirit212 sehingga pengurus, penasihat, pengawas, manajer dan terutama anggota dan calon anggota yang semakin sadar betapa pentingnya berbelanja di toko milik sendiri. Koperasi SBS bertekad mengembalikan marwah koperasi pada rel yang benar, yakni menjadi sokoguru perekonomian Indonesia lewat amal usaha yang profesional dan berjamaah, dari umat, oleh umat dan untuk ummat.

Thaib dan segenap pengurus Koperasi SBS mengucapkan terima kasih kepada wabil khusus para anggota yang dengan antusias, penuh kesadaran dan penuh harapan membesarkan toko milik kita bersama lewat investasi yang dipercayakan dan belanja yang dilakukan.

“Mari kita buktikan, ukhuwah ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Kita juga perlu berterima kasih kepada para ustad, para kiai, para guru, dan para cerdik pandai yang senantiasa mengawal amal usaha mulia ini,” ujarnya.

Sementara Manajer 212Mart yang juga sekaligus Manajer Kita Mart, Puarman Kahar, yang menyiapkan sejak renovasi ruko hingga penutupan transaksi semalam mengatakan dia melihat animo anggota yang luar biasa tinggi. Setelah grand launching, ternyata para investor tidak berhenti ingin bergabung.

“Jadi tak hanya penjualan yang meriah, pendaftaran investor untuk menjadi anggota Koperasi SBS juga tinggi,” jelasnya.

Sisi lain yang membedakan 212Mart Bojong Kulur dengan toko ritel pada umumnya, menurut Puarman, adalah motivasi karyawan yang tinggi untuk melayani. Namun di tengah kesibukan melayani, karyawan menutup toko pada saat jam shalat tiba sekitar 15 menit.

Ucapan salam saat pembeli datang, kemudian juga ucapan semoga mendapat berkah terhadap barang belanjaan dan terutama ditekankan akan pentingnya kejujuran dan keramahan dalam melayani.

Disamping itu, ketersediaan 4 toilet dalam gerai dan tempat shalat, makin membuat 212Mart Bojong Kulur lebih dekat dengan pembelinya yang nota bene adalah pemiliknya sendiri.

“Kami tidak menjual minuman keras, tidak menjual rokok maupun alat kontrasepsi. Kami juga tidak mempekerjakan kaum wanita. Kami berharap berkah dari sana, karena ini adalah transaksi dengan Allah,” katanya.

Benar saja, apa yang dikatakan Puarman terbukti. Di minimarket lain omzet penjualan hanya pada kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta.

Sementara di 212Mart dan Kita Mart, meskipun dipotong jeda waktu shalat 1 jam, tak omzet rokok, minuman keras, dan alat kontrasepsi, namun bisa membukukan omzet Rp76 juta di hari pertama. “Itulah berkah yang kita terima ketika kita memperhatikan hak-hak Allah, Allah tambah nikmat berupa rezeki yang melimpah,” jelasnya.

Puarman memprediksi, seperti Kita Mart, sebulan setelah launching omzet harian 212Mart dalam sebulan akan berfluktuasi milai dari Rp10 juta hingga Rp30 juta. Seterusnya akan menemukan titik ekuilibriumnya rata-rata mungkin di kisaran Rp15 juta per hari.

Meski demikian, ia berharap 212Mart akan menjadi pemimpin pasar di segmen toko ritel modern.[]

2 KOMENTAR

  1. Subhanallah….aku seneng dgn adanya 212mart ,smg ekonomi di Indonesia smkin maju dgn bersatunya umat muslim ,…..

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here