PWNU: Pendataan Kiai di Jatim untuk Sertifikasi Khatib Jumat

0
261

Nusantara.news, Surabaya – Keresahan para kiai di Jawa Timur atas pendataan yang dilakukan kepolisian mendapat jawaban dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Pendataan tersebut ternyata dilakukan untuk sertifikasi khatib jumat.

Itu diungkapkan Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah. Disebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin atas keresahan kiai tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan kapolda. Pendataan itu dilakukan untuk proses sertifikasi khatib di masjid-masjid. Kapolda juga sudah bertemu dengan para kyai di wilayah tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Banyuwangi),” katanya di Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al-Akbar Timur, Kota Surabaya, Jumat, 3 Februari 2017.

Dijelaskan Mutawakkil, sebelumnya memang ada kekhawatiran para kiai karena pendataan yang dilakukan kepolisian mirip zaman PKI. Menurut Mutawakkil itu hanya kesalahpahaman saja.

“Dalam hal ini polisi hanya membantu saja pendataan. Tujuannya uhtuk sertifikasi khatib di masjid saat khutbah jumat, programnya tetap dari kementerian agama,” ungkapnya.

Ditambahkan, PWNU sangat mendukung upaya sertifikasi khatib jumat demi kebaikan dan kemaslahatan. Sebab, PWNU juga menilai selama ini para khatib jumat masih banyak yang tidak sesuai dengan khittah ajaran agama.

“Ini penting demi kamaslahatan dan kebaikan masyarakat,” ujarnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here