3 dari 14 Wilayah Pengembangan Energi Terbarukan Ada di Jatim

0
386

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Archandra Tahar mengatakan, akan mendorong pengembangan semua potensi energi terbarukan di Indonesia. Archandra mengemukakan  hal ini saat mengunjungi PLTP Kemojang, di garut, Jawa Barat Minggu (10/1/2017).

Untuk Jawa Timur tercatat ada 14 wilayah dengan potensi lebih kurang 1.298,8 Mwe. Dari 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKPB) itu, 3 wilayah sedang dilakukan survei pendahuluan oleh sebuah perusahaan dari Turki bernama Hitay Group. Ketiga wilayah itu meliputi Gunung Raung, Gunung Bromo dan Gunung Lamongan. Sedang 8 lainnya, 1 sedang proses lelang, 4 wilayah kerja baru dan 3 masih survei rekaonis.

WKPB yang sudah pada tahap eksplorasi adalah Telaga Ngebel di Ponorogo yang dioperasikan PT Bakrie Dharmakarya Energy (PT BDE) , Iyang-Argopuro di Probolinggo yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) dan Blawan Ijen di Banyuwangi yang dioperasikan PT Medco Cahaya Geothermal (PT MCG).

Sayang, eksplorasi di ketiga lokasi itu saat ini mandeg dengan beragam kendala. Seperti yang dialami PGE, usai mengantongi Izin Panas Bumi (IPB) 1990, belum juga berjalan karena ada masalah dengan status hutan taman nasional. Sedangkan BDE dan MCG yang IPB-nya keluar 2011, juga tak kunjung meningkatkan aktivitas eksplorasi jadi eksploitasi.

Kebijakan Energi Nasional (KEN) mentargetkan pada 2025 komposisi energi terbarukan sebesar 23 persen. Situasi ini yang dimanfaatkan unsur asing untuk mengambil langkah awal dengan kepentingan tersembunyi di balik motivasi itu.

Archandra mengatakan, konsumsi listrik di Indonesia yang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 900 KWh per kapita. Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila konsumsi listrik minimal sudah  4000 KWh perkapita.

Namun, dalam mengembangkan energi terbarukan, setiap negara mempertimbangkan apa yang dinamakan kearifan lokal. Pejabat yang sempat mencatat rekor sebagai menteri dengan masa jabatan terpendek itu, mencontohkan negara-negara di kawasan barat Eropa seperti Denmark dan Belanda. Potensi angin yang besar di dua negara itu menjadi perhatian utama  otoritas setempat dan mengembangkannya menjadi energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here