400 Kiai Madura Dukung Khofifah Tanpa Syarat

0
146
Kiai Pencetus Hari Santri Nasional Dukung Khofifah

Nusantara.news, Surabaya – Tidak kurang 400-an kiai se-Madura berkumpul di Pondok Pesantren Al Anwar di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura Minggu (24/9/2017).

Mereka mewakili ribuan kiai, menyatakan mendukung Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim.

Dukungan tanpa syarat itu diwujudkan dengan membawa mandat 1.000 tanda tangan dari kiai, guru mengaji, pengasuh madrasah hingga Ponpes se-Madura untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, agar memberi izin dan merestui Khofifah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim di Pilgub Jatim 2018.

Penyerahan tanda tangan itu dikemas lewat acara “Dzikir Kebangsaan dan Penyerahan 1.000 Tanda Tangan” yang digelar oleh Aliansi Santri Pemuda Ekonom dan Kiai (ASPEK) se-Madura.

Usai dzikir bersama, satu persatu koordinator ASPEK dari masing-masing kabupaten di Madura menyerahkan mandat tanda tangan kepada Ketua ASPEK Madura yang juga Pengasuh Ponpes Al Anwar, KH Mukhlis Muksin.

Diawali Koordinator ASPEK Bangkalan KH Miftah Ulum yang juga Pengasuh Ponpes Al Azhar Bangkalan, yang mengawali penyerahan. Kemudian, berurutan disusul oleh Koordinator ASPEK Sampang, KH Nasir Sayuti pengasuh Ponpes Nurul Fadilah; Koordinator ASPEK Pemekasan, KH Mahrus Sofi pengasuh Ponpes Al Bukhori; serta Koordinator ASPEK Sumenep KH Mutam Muhtar dari Ponpes Annuqayah.

“Mandat ini diserahkan ke ASPEK pusat untuk diserahkan ke Bapak Presiden Jokowi,” kata Kiai Mukhlis.

Alasannya, Khofifah dinilai amanah dan memiliki kemampuan lebih dan merupakan kader NU terbaik.

“Bu Khofifah memiliki kemampuan lebih dan merupakan kader Nahdlatul Ulama yang baik. Beliau sangat pantas memimpin Jawa Timur, agar lebih makmur, adil dan sejahtera,” terangnya.

Kemudian, tanda tangan yang sebelumnya diperkirakan seribu, namun kemudian bertambah menjadi dua ribu.

“Jika ini diteruskan mungkin bisa ratusan ribu dan akan kami teruskan,” lanjut Kiai Mukhlis.

Penasihat ASPEK Madura yang juga Pengasuh Ponpes Nasyrul Ulum Pamekasan, KH Abdul Hamid Manan menambahkan, dirinya ikut membubuhkan tanda tangan karena yakin Khofifah memiliki sifat sidiq, amanah, tabligh dan fatonah.

“Beliau punya konsistensi serta pemikiran ke depan untuk kemajuan masyarakat Jatim. Tidak kali ini saja, di dua kali Pilgub Jatim sebelumnya saya juga konsisten mendukung Bu Khofifah,” ungkapnya.

Dirinya juga akan terus berdoa, agar Khofifah mendapat izin maju sebagai Cagub Jatim oleh Presiden Joko Widodo.

“Pengumpulan tanda tangan adalah inisiatif dari ASPEK dan tanpa syarat. Mudah-mudahan di Pilgub Jatim 2018 mendatang tidak ada kecurangan seperti di Pilgub sebelumnya,” tegas Kiai Hamid.

Sebelumnya, pencetus Hari Santri Nasional, KH Thoriq bin Zaid bin Darwis di acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, dan Haul KH Muhammad Sa’id (Pendiri Ponpes Putra Babussalam), serta Haul Habaib dan Masyayikh Pesantren se-Indonesia, menegaskan dukungannya untuk Khofifah.

Kiai yang populer disapa Gus Thoriq Darwis itu menyebut kandidat dari kader NU, hanya Khofifah yang hadir di pesantrennya. “Yang datang ke saya hanya Khofifah,” tegas KH Thoriq bin Zaid bin Darwis.

Dirinya mengaku akan tetap mendukung Khofifah di Pilgub Jatim. “Ya! Secara estetika politik, tetap yang duluan datang yang saya dukung. Saya akan mendukung Bu Khofifah di 2018,” tegasnya.

Bagi Gus Thoriq Darwis, Khofifah memiliki harapan besar untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus mewujudkan kedamaian di Jatim. “Makanya, penanaman pohon ziatun yang dilakukan Khofifah, itu merupakan simbol perdamaian untuk Jatim,” tegasnya.

Sang kiai juga mengaku punya harapan besar kepada Khofifah untuk mengamankan Jatim. “Mudah-mudahan beliau bisa mengamankan Jatim dengan sangat damai. Saya percaya, dengan sentuhan beliau Jatim betul-betul bisa maju.”

Gus Thoriq Darwis juga yakin Khofifah akan memenangi Pilgub Jatim, karena situasinya sudah berbeda. Dorongan dan dukungan masyarakat jauh lebih besar, termasuk di kalangan Nahdliyin.

“Khofifah pernah dua kali kalah di Pilgub Jatim (2008 dan 2013) dan Kali ini insyaallah menang,” tandasnya.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here