5.000 Konverter Kit Dibagikan ke 17 Kota

0
236

Nusantara.news, Jakarta – Lelang 5.000 converter kit sudah selesai dengan nilai Rp 97,8 miliar. Ada 17 kota yang akan mendapat pembagian alat yang ditambahkan di kendaraan yang biasa pakai BBM agar dapat menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) itu, yakni Sukabumi, Bandung Purwakarta, Cilegon, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Batam, Indramayu, Cirebon , Balik Papan, Prabumilih, Pelembang, Subang dan Depok.  Di Jawa Timur,  ada dua kota yang akan menerima,  yakni Surabaya dan Gresik. Pembagian dilakukan pada daerah yang ada SPBG, baik yang dimiliki PGN maupun  Pertamina” jelas panitia Unit Layanan Pengadaan ( ULP) di lingkungan kementrian ESDM  kepada Nusantra.news Rabu (15/03/2017).

Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM kembali menggaungkan konversi dari BBM ke BBG. Kebijakan ini sebetulnya dimulai sejak tahun tahun 2013. Setelah sempat terhenti dua tahun, 2016 kembali dihidupkan. Tercatat Rp 21.5 miliar dihabiskan untuk bantuan converter kit kepada  1.000 kepada angkutan umum dan kendaraan pemerintah.

Tahun ini anggaran untuk itu diperbesar hingga Rp 123.75 miliar. Setelah dilakukan penghitungan oleh Pejabat Pembuat Komitmen nilai itu menjadi Rp110,1297 miliar, yang terbagi dalam 4 paket kegiatan pembagian converter untuk kendaraan.

Dalam situs www.eproc.esdm.go.id dijelaskan Rabu (15/03/2017) pemenang dua paket terakhir  (Paket III dan Paket IV) sudah diumumkan. Untuk Paket I dan Paket II sudah diumumkan bulan lalu. Paket I dimenangkan oleh  PT. Raja Rafa Samudra, untuk tiga paket lainnya pemenang sama yakni PT. Autogas Indonesia. Sehingga ke empat paket tersebut nilai kontraknya sebesar Rp97,8 miliar.

Dalam catatan Nusantara.news kedua perusahaan pemenang selama ini memang dikenal sebagai distributor converter kit, bahkan PT Autogas Indonesia, menjalini bisnis ini sejak tahun 2008, dua tahun setelah pemerintah menelorkan kampanye konversi BBM ke BBG.

Lelang ini hasilnya akan digunakan untuk pembagian gratis kepada kendaraan instansi pemerintah  dan angkutan umum. “Kita mendorong instansi-instansi pemerintah yang punya kendaraan untuk mengkonversi menjadi BBG. Dalam anggaran kita di APBN pun kita sediakan dana untuk free konverter kit.  Semoga nanti yang menggunakan bisa mengetahui manfaatnya,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta, Senin (12/3/2017).

Arcandra menerangkan, pembagian konverter kit gratis ini untuk memancing ketertarikan masyarakat. Diharapkan manfaat dan keuntungan dari penggunaan BBG bisa semakin diketahui masyarakat. “Paling tidak setahun 5.000 kendaraan beralih ke BBG. Semakin banyak yang mengetahui manfaatnya, makin banyak yang beralih,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menjelaskan alasan konversi BBM ke BBG perlu dilakukan di sektor transportasi.  “Waktu saya di transportasi (Kementrian Perhubungan.red) saya dengar banyak mau ganti gas untuk BBM, tapi jalannya menurut saya pelan sekali. Ini pelan sekali.” Kata Jonan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017)

Menurut Jonan  ada tiga alasan kenapa harus merubah jadi gas? Pertama, lebih murah, kalau enggak lebih murah, insentif untuk user enggak ada, terus animo pasti kecil. Kedua, penggunaan BBG lebih ramah lingkungan dibanding dengan penggunaan BBM. Sehingga mendorong pemerintah untuk bisa bersama dalam mengelola iklim dunia yang baik.

Ketiga Indonesia memiliki produksi harian gas bumi yang cukup besar. Rata-rata mencapai 1,3 juta sampai 1,4 juta barel setara minyak per hari, yang tentunya harus dimanfaatkan dengan baik,sedangkan minyak produksinya hanya 800 ribu sampai 820 ribu barel perhari. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here