Kemiskinan Jawa Timur di Atas Rata-Rata Nasional

0
317

Nusantara.news, Surabaya – Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, ternyata kemiskinan dan rasio gininya juga di atas rata-rata nasional. Di bawah kepemimpinan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf), dalam delapan tahun terakhir Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat pesat. Jika di tahun pertama menjabat, tercatat PDRB Jatim sebesar Rp 686,848 triliun, di tahun 2016 melonjak jadi Rp 1.781,895 triliun atau meningkat 154%.

Namun, di saat yang sama kemiskinan juga membengkak. Penurunan  tingkat kemiskinan di Jawa Timur yang masih berada pada level 11,85 persen atau 1,15 lebih tinggi dari rata-rata nasional. Selain itu, juga harus berdampak dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan yang masih berada di tingkat yang lebih tinggi, yaitu 0,402 dibandingkan rata-rata nasional 0,397. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Jawa Timur, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/3) sore.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar pembangunan di Jawa Timur (Jatim) memberikan perhatian khusus pada 3 (tiga) sektor utama yang menyangga perekonomian di daerah tersebut, yaitu industri pengolahan, perdagangan dan jasa, serta di sektor pertanian.

“Pertumbuhan di 3 sektor ini yang membuat perekonomian di Jawa Timur mampu tumbuh relatif tinggi dan berkesinambungan. Tahun 2016, perekonomian di Jawa Timur tumbuh 5,55%, lebih tinggi dari rata-rata nasional, ” kata Presiden. Presiden meyakini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur akan semakin tinggi jika bisa lebih fokus lagi untuk melakukan langkah-langkah terobosan, meningkatkan kinerja di tiga sektor unggulan tersebut, baik dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, pengurangan biaya logistik, bantuan teknis, maupun penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, sejalan dengan menguatnya sektor industri dan perekonomian di Jawa Timur, Presiden Jokowi meminta agar diberikan penekanan khusus pada penyiapan sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas.

Presiden Jokowi juga meminta agar pondokpPesantren dilibatkan. “Saya minta agar program pendidikan dan pelatihan vokasi harus dilakukan secara masif dengan melibatkan kalangan industri. Dan juga jangan lupa mengajak pondok-pondok pesantren yang banyak tersebar di Jawa Timur untuk untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan yang berguna,” katanya

Selain itu Presiden Joko Widodo juga memberikan perhatian terhadap proyek infrastruktur yang ada di Jawa Timur.  Untuk proyek Tol tol Pandaan-Malang , agar pembangunannya dipercepat.  “Untuk tol yang beliau dorong lebih cepat adalah Pandaan-Malang. Itupun kita memang baru 67% tanahnya,” ujar Gubernur Jatim, Soekarwo, usai rapat

Lahan sisa kebanyakan lahan milik desa, solusinya carikan dulu pengganti,. “Yang jadi masalah itu tanah kas desa, ya mencari penggantinya. Kami mengusulkan tanah kas desa itu, uangnya oleh Jasa Marga diberikan dulu, dititipkan ke Pemda, kemudian dikerjakan dulu,” ujarnya

Pakde Karwo, sapaan akrabnya menyakini Jasa Marga bisa membujuk  warga pemilik lahan. Sehingga tahun ini lahan sudah selesai semua, dan 2018 tol sudah selesai. Keyakinan ini sangat beralasan, sebab proyek yang dibiayai melalui kredit sindikasi  BNI, BCA dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Terkait lahan disediakan dana talangan Rp 1,35 T.

Seperti diketahui  Proyek Tol Pandaan-Malang sepanjang 37,62 km, dikerjakan oleh anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yakni PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM).  Anak perusahaan ini hasil patungan PT Jasa Marga dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk  dan PT SMI dimana Jasa Marga memiliki kepemilikan saham sebesar 60%, PT PP sebesar 35% dan PT SMI sebesar 5%. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here