60 Puskesmas Kabupaten Malang Belum Aman Kebakaran

0
98

Nusantara.news, Malang – Sekitar 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten, separuhnya belum juga mengantongi sertifikasi kelayakan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Hal tersebut sontak membuat resah pengunjung, pasalnya kenyamanan dan keamanan harus juga terjamin dalam Puskesmas.

Melihat fenomena tersebut, Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Satpol PP Kabupaten Malang, Nurul Isnaeni akan menargetkan seluruh Puskesmas bersertifikasi. “Secepatnya beberapa puskesmas yang belum bersertifikasi, akan segera mendapatkan sertifikasi,” jelasnya

Ia menargetkan pada akhir tahun 2017 seluruh Puskesmas akan mengantongi sertifikat pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Kami ajari mencegah kebakaran. Kalau terjadi kebakaran, kami ajari pula cara mengatasinya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi,” tutur Nurul.

Awak puskesmas pun juga diajarkan penggunaan dan macam alat, baik dari yang praktis tradisional hingga ke semi modern mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. “Kami juga ajarkan macam alat dan penggunaanya,” tuturnya

Selanjutnya, yang tidak kalah paling penting adalah sekna Puskesmas, dimana setiap Puskesmas wajib membuat jalur evakuasi dan titik kumpul yang jauh dari bangunan. Lokasi titik kumpul juga tidak boleh menghalangi kedatangan mobil pemadam kebakaran.

“Selain membuat skema dan menentukan lokasi yang aman, di titik kumpul digunakan untuk mendata ulang. Sehingga jika ada pasien atau karyawan yang belum terevakuasi maka akan langsung dicari dan diselamatkan,” jelas Kasi PPBK Satpol PP Kabupaten Malang tersebut.

Dalam waktu dekat ini juga nantinya akan mengecek, alat-alat pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran tersebut, “Apabila ada yang belum lengkap maka kami sarankan untuk elakukan pengadaan, guna keamanan dan keslamatan,”

Ia menegaskan, bahwa pentingnya sertifikasi tersebut bagi instansi kesehatan, “Sertifikasi ini penting untuk memastikan faktor keamanan, kenyamanan serta keselamatan pasien dan para tenaga medis. Selain itu juga menjadi bagian penilaian Kementerian Kesehatan,” tegas Nurul. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here