97 Koperasi di Malang tidak Aktif, Pemkab akan Revitalisasi

0
120

Nusantara.news, Kota Malang – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kabupaten Malang berupaya menghidupkan kembali 97 koperasi yang tidak aktif.  Kepala DKUM Kabupaten Malang, Made Dewi Anggraeni mengungkapkan, dari jumlah itu ada 67 koperasi yang sudah diberi surat peringatan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Surat tersebut diterima DKUM Kabupaten Malang pada akhir Februari 2017.

Pihaknya diberi waktu enam bulan untuk mengaktifkan kembali koperasi tersebut. Jika tidak bisa aktif lagi, koperasi tersebut akan ditutup. “Kami berupaya tidak ada satu pun koperasi yang ditutup. Kami akan melakukan segala upaya guna membangkitkan semua koperasi yang tidak aktif. Kami mencanangkan gerakan revitalisasi koperasi. Sayang kalau ada koperasi yang ditutup,” tegas Made.

DKUM akan menggandeng dinas lain untuk bisa mendapat data kelompok masyarakat yang bisa dilebur dalam koperasi. Namun, pihaknya kekurangan tenaga pendamping koperasi. Saat ini Pemkab Malang hanya memiliki sembilan pendamping koperasi. Kementerian Koperasi dan UKM baru saja menambah lima pendamping. Jadi, ada 14 orang pendamping koperasi di Kabupaten Malang.

Menurut Made, kekurangan pendamping itu termasuk menjadi penyebab banyak koperasi yang tidak aktif. Pihaknya berupaya mendampingi secara intensif, meskipun personil masih minim.

Salah satunya yakni nasib Koperasi Unit Desa (KUD) Dau di ujung tanduk. KUD Dau telah menutup beberapa unit usahanya, dan menunggak gaji karyawannya. “Kami kalah kompetisi. Manajemen kurang tanggap menghadapi persaingan,” Wardi Anang Rianto, Ketua KUD Dau.

Padahal Koperasi Unit Desa Dau, pernah berjaya pada pertengahan tahun 1990-an. KUD yang terletak di Jalan Sido Makmur 26, Mulyo Agung, Dau, Kabupaten Malang ini dua kali mendapat penghargaan nasional sebagai koperasi terbaik. Namun berbanding terbalik dengan realita hari ini.

Ronny Ersya, pengamat koperasi di Malang, menyanyangkan kondisi tersebut, karena koperasi merupakan salah satu tonggak perekonomian rakyat. “Sayang sekali, banyak koperasi yang tidak aktif, padahal koperasi sangat dibutuhkan bagi perekonomian rakyat sebagsi upaya peningkatan produktivitas ekonomi dalam rangka menopang perekonomian nasional,” ungkap Ronny.

Ia berharap bahwa dengan kondisi seperti ini, ke depan semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengembangkan ekonomi rakyat,

“Koperasi harus tegak kembali. Ekonomi rakyat harus terus hidup, ekonomi berdikari Bung Karno dan ekonomi koperasi Bung Hatta juga perlu dimanifestasikan. Pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu untuk menghidupkan kembali koperasi, sebagai kekuatan ekonomi rakyat,“ harapnya

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here