Menilik Peluang Kandidat Gubernur Jatim 2018 (3)

Abdullah Azwar Anas: Saya Belum Berpikir Untuk Nyagub

0
126

Nusantara.news, Surabaya – Abdullah Azwar Anas, meski mengatakan belum berpikir untuk mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, namanya terus melambung dan semakin moncer. Nama Azwar Anas muncul dalam riset The Initiative Institute, yang melansir nama-nama tersohor dan banyak diulas media, dan disebut layak maju di Pilgub Jawa Timur.

Abdullah Azwar Anas, lahir di Banyuwangi 6 Agustus 1973, saat ini menjabat Bupati Banyuwangi sejak 21 Oktober 2010. AA –demikian panggilan untuk Azwar Anas– terpilih setelah menyisihkan dua kandidat lainnya di pemilihan kepala daerah, yakni pasangan Djalaludin-Yusuf Nuris dan Emilia Contessa-Zaenuri.

Sebelum menjadi bupati, AA pernah menjadi anggota DPR/MPR 2004-2009. Dia tercatat sebagai wakil rakyat termuda. Saat dilantik baru berumur 24 tahun. AA duduk di DPR menggantikan seorang anggota FKB yang meninggal dunia. Dia berkiprah di Komisi VIII, dan lebih dari empat tahun aktif di Komisi V DPR RI.

AA dibesarkan dari lingkungan pesantren dengan kultur agama yang kuat, termasuk tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Dan, tentunya dekat dengan para ulama dan simpatisan NU di Banyuwangi.

Perjalanan pendidikannya, dimulai dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan melanjutkan ke SMAN 1 Jember, tamat tahun 1992. Sempat melanjutkan pendidikan agama di sebuah pesantren di Madura. Kemudian, hijrah ke Jakarta, belajar di Falkutas Teknologi Pendidikan IKIP Jakarta dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Pendidikan Strata Dua (S2) diselesaikannya tahun 2005 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI. Dia juga pernah mengenyam pendidikan di Lemhannas RI, 1995.

Dari usia belia, AA sudah aktif berorganisasi. Dia pernah menjadi Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) 1996-2000, Ketua Umum PP IPNU 2000-2003 dan Ketua PP GP Ansor 2005-2010.

Meski gemar berorganisasi, AA pernah mengatakan tak pernah terlintas di benaknya untuk terjun ke dunia politik. “Ketika itu saya justru ingin menjadi guru agama saja,” katanya. Dia ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai guru agama. Dengan mengabdikan diri sebagai guru agama, anak pasangan KH. Muhammad Musayyidi dan Siti Aisyah ini, yakin bisa melakukan pencerahan di masyarakat.

Namun, garis tangan mengarahkan lain. Diakuinya, perjalanan karier tergolong berliku termasuk tikungan tajam harus dilalui. Seiring dengan waktu, suami Ipuk Fiestiandani ini justru melakoni dunia politik. Dia justru terobsesi menjadi politikus yang hebat, menjadi tokoh nasional, berguna bagi rakyat Banyuwangi, bangsa dan negaranya. Dan, AA mengaku tak mau bermuluk-muluk dalam menapaki kiprahnya di dunia politik.

”Yang penting bekerja serius, dan selebihnya biarlah orang lain yang menilai,” ucap pengagum Buya HAMKA, KH Abdurrahman Wahid dan KH Mustofa Bisri ini, dalam sebuah perbincangan. Anak kedua dari 11 bersaudara ini pun mengaku mantap menetapkan pilihan di politik.

Ketika ditanya apakah akan maju dalam Pilgub Jawa Timur tahun depan, AA mengatakan belum berpikir ke arah itu. “Lha, belum ada yang nunjuk. Tugas saya masih banyak, saya harus membangun dan memajukan Banyuwangi,” katanya dalam sebuah kesempatan di Kantor Gubernur Jawa Timur,.

Berkat tangan dinginnya sebagai Bupati, kini Banyuwangi pun semakin bersinar dengan sejumlah geliat pertunjukan dan festival, bahkan dalam skala besar. Di antaranya, Banyuwangi Festival, tahun 2012 yang kemudian menjadi acara rutin, setiap tahun. Rangkaian acaranya termasuk Banyuwangi Ethno Carnival, berupa karnaval busana bertaraf internasional. Serta Banyuwangi Jazz Festival dan International Tour de Banyuwangi Ijen, serta berbagai event menarik lainnya.

Dalam survei peringkat nama tertinggi yang kerap muncul di media seperti diluncurkan The Initiative Institute, nama AA terbilang lumayan di antara tiga nama lainnya, Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini.

AA disebut-sebut layak maju di perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur, 2018 mendatang. Dengan kategori kepiawaian memajukan bidang ekonomi terkumpul angka 16,67%, Sosial 3,36%, Kesejahteraan 3,33%, Dukungan untuk maju Pilgub Jatim 0,0%, memajukan Pariwisata 36,67%, dan Kesenian 3,33%.

Itulah gambaran sementara sampai saat ini. Namun, semua kembali ke pemilik suara, masyarakat Jawa Timur yang tentu saja mendambakan sosok yang bisa membawa Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik dibanding saat ini. Kemenangan dan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, bukan sebaliknya kemenangan yang hanya memakmurkan pemimpinnya saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here