Acara ILC TV One pun Dibubarkan

0
825

Nusantara.news, Jakarta – Setelah sejak November 2016 tidak tayang karena kena semprit oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI),  program Indonesia Lawyer Club (ILC) awal Januari bertema Makar tiba-tiba gagal tayang. Ada apa?

Sejumlah tersangka makar yang semula berharap dapat memberikan penjelasan ke publik pun kecewa. Juga para netizen yang menunggu penjelasan dari kedua belah pihak tentang apa yang sesungguhnya terjadi di pemerintahan Jokowi yang makin royal mengobral pasal makar itu.

Namun acara yang mestinya tayang Selasa (10/1/2017) di stasiun TVOne pada pukul 19.30-23.00 itu mendadak dibatalkan lewat akun twitter @ILC_tvOnenews. “Maaf #ILCMakar tdk jd tayang mlm ini,” tulis @ILC_tvOnenews pada akunnya.

Apakah karena judul acara ILC yang dipandu langsung oleh Editor in Chief TV One Karni Ilyas adalah Makar?

Para petinggi TV One enggan memberikan penjelasan. “Saya lagi sakit,” jawab Senior Vice Editor in Chief Hard News TV One Totok Suryanto saat dhubungi wartawan.

Sedangkan Senior Vice Editor in Chief CA and Sport Reva Deddy Utama juga menolak memberi komentar. “Pak Karni saja. Biar satu pintu,” tepisnya.

Padahal, selain mengundang para tersangka Makar, ILC yang batal tayang itu juga mengundang antara lain politisi Nasional Demokrat Akbar Faisal, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Komisaris Besar Rikwanto.

Dengan pembatalan itu, berarti sejak gerakan 411 yang menuntut diadilinya Ahok yang dituding sebagai penista agama, acara ILC sudah dua kali dibatalkan. Artinya pemerintahan Jokowi memang sedang panik menghadapi gelombang “Oposisi” yang secara sepihak dituding akan menurunkan dirnya.

Bayangkan saja, Sri-Bintang Pamungkas yang pengikutnya hanya sekitar 16 orang dituding makar. Sekretariat di Jalan Guntur 49, Manggarai, Jakarta Selatan, tempat yang biasa digunakan Sri-Bintang diskusi digrebek dengan kekuatan personil kepolisian 60-an orang.

“Penggerebekannya ngawur,” ungkap Isti Nugroho, penanggung Jawab Sekretariat Guntur menyayangkan penggrebekan itu karena polisi salah alamat. Faktanya setelah itu polisi bergegas ke rumah Sri Bintang Pamungkas di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Sekadar menyegarkan ingatan, pada Selasa (22/11/2016) Karni mengumumkan tidak ditayangkannya ILC untuk waktu yang tidak ditentukan. “Dear Pecinta ILC: Diskusi ILC Selasa besok, untuk sementara waktu diliburkan. Sampai ketemu di ILC yang akan datang. Terima kasih,” begitulah bunyi cuitan Karni Ilyas di akun Twitter miliknya.

Terang saja cuitan Karni yang diretwitte hingga 291 kali mengejutkan banyak kalangan. Berita itu langsung langsung dijadikan viral yang dsebar e sejumlah media sosial.

Menanggapi cuitan Karni, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan, penghentian acara itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebijakan KPI. Komisioner KPI Dewi Setyorini ketika itu mengungkap pihaknya masih dalam tahap memberikan peringatan atau yang biasa dikenal dengan early warning.

Dewi mengakui acara Indonesia Lawyer Club  sudah beberapa kali mendapatkan peringatan dari pihak KPI terkait penayangannya. Bahkan Dewi juga mengklaim sejumlah kalangan mendesak agar ILC ditutup.” Akan tetapi pihak KPI tidak bisa begitu saja menghentikan sebuah acara,” beber Dewi.

Terus siapa pihak-pihak yang menginginkan acara ILC ditutup? Nah, pihak-pihak ini yang sesungguhnya bakat menjadi tiran. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here