Ada Bendera NU di Kampanye Calon Petahana

0
60

Nusantara.news, Kota Malang – Dalam kampanye pasangan calon walikota dan wakil walikota petahana terlihat bendera ormas Nahdlatul Ulama (NU), satu buah yang diikatkan di sepeda motor bersandingan dengan bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal itu sempat menjadi sorotan publik.

Pasalnya, NU merupakan ormas independen yang harusnya memiliki independensi dan idealisme sendiri dalam berpihak. Apalagi beberapa petinggi-petinggi NU banyak tersebar di berbagai partai, seperti PKNU, PPP, PBB, PKB dan beberapa partai kecil lainnya.

Pengamat Politik Kota Malang, Deny Astriawan menjelaskan terkait hubungan antar independensi ormas dan juga etika politik dalam pemilu.

“Memang setiap individu dan masyarakat memiliki keberpihakan, namun yang disorot disini dan ditakutkan adalah penggunaan simbol ormas islam yang kemudian digunakan untuk menarik perhatian dan dukungan kepentingan salah satu calon,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (15/2).

Ia menambahkan penjelasannya, terkait konteks yang berbeda. “Jika ketua ormas tersebut yang mendeklarasikan keberpihakan kepada salah seorang calon, akan berbeda lagi ceritanya. Tapi terlepas dari hal itu idealnya memang bersifat independen dan pilihan tetap dikembalikan pada masing-masing individu dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPP DPC PKB Kota Malang, Arif Wahyudi menyebut bahwa itu merupakan peserta yang tiba-tiba masuk dalam rombongan di jalan langsung. “Ada peserta yang ngikut, sudah saya hentikan. Posisinya orang tersebut muncul langsung dan tiba-tiba di tengah jalan dan ikut rombongan tanpa koordinasi,” ketika dihubungi lewat WhatsApp.

Di lain tempat, Sutiaji yang merupakan calon dari kalangan NU bersikap santun dan santai melihat hal tersebut. “Iya biarkan saja mas, yang terpenting kita memiliki niat baik ke institusi NU bukan hanya pada momentum. Orang juga tahu siapa yang berkarir lama di NU,” jelasnya ketika Konper di poskonya.

Sosok Sutiaji merupakan salah satu aktivis dan pegiat NU, dimana ia telah berprosih di rahim NU lama. Yakni, pernah aktif di PMII UIN Maulana Malik Ibrahim, yang juga pendiri pertama PMII Rayon Tarbiyah. Ia pun juga dua periode menjabat DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, jadi ke-NUannya tidak diragukan.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here