Ada Indikasi Korupsi pada Pembangunan Block Office Pemkot Batu

0
108

Nusantara.news, Kota Batu – Pembangunan balai kota (Block Office) Pemkot Batu, yakni Graha Among Tani, yang diduga terdapat unsur tindak korupsi mulai dari pembebasan lahan hingga molornya pembangunan, kembali muncul di permukaan.

Ketua Yayasan Ujung Aspal (YUA) Kota Batu, Alex Yudawan yang kembali mempertanyakan kasus dugaan korupsi pembangunan Block Office Pemkot Batu. Selasa, 11 April 2017 lalu pihaknya mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk meminta keseriusan Kejati dalam menangani dan menindaklanjuti laporannya.

Ia menjelaskan terkait kedatangannya ke Kejati, “Kami mempertanyakan kasus yang kami laporkan terkesan jalan di tempat, dan Kejati terlihat kurang serius dalam menangani kasus ini. Tidak ada progress dan informasi lebih lanjut” jelas Alex kepada Nusantara.news, Kamis (14/4/2017)

Alex menegaskan bahwa dalam kasus ini seharusnya sudah ditetapkan tersangka dan aktor pemain kunci di baliknya. ”Terkait dengan laporan kami tahun lalu, apabila hingga hari ini Kajati Jatim masih  juga belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus ini, maka ada indikasi permainan terkait kasus ini, baik penegak hukum ataupun pelaku yang bersangkutan,” tegasnya

“Jika hal tersebut benar, maka negara ini tidak akan pernah maju karena kurang tegasnya penegakan hukum dan mudah diintervensi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bayangkan, kerugian negara ratusan miliar dan laporan dari tahun lalu belum ada progress,” tandas pria bertubuh besar tersebut

Lebih jauh, masih kata Alex, seharusnya langkah hukum dapat dipertegas lagi. Karena dampak negatifnya sangat tinggi bagi masyarakat Kota Batu. Jika kasus ini terus didiamkan dan jalan di tempat, maka masyarakat akan menjadi korban dan menerima dampaknya.

Pihaknya berharap kasus pembangunan Block Office yang menelan biaya ratusan miliar ini dapat segera diusut dan diselesaikan “Saya berharap, kasus tersebut dapat segera terkuak dan segera dilakukan gelar perkara. Bayangkan, dengan dana ratusan miliar harusnya masyarakat Batu dapat menikmati anggaran tersebut,” harap Alex

Sekedar informasi, sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, pembangunan kantor terpadu tersebut sempat molor selama dua tahun lebih. Proyek pembangunan tersebut juga menghabiskan dana ratusan miliar. Tercatat, untuk kelanjutan pembangunan pada tahun 2015 lalu, Pemkot telah menggelontorkan dana APBD sebesar Rp173 miliar dengan sistem multi years. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here