Ada Pencoblosan Pilgub DKI Jakarta di Kabupaten Jember

0
892

Nusantara.news, Jember – Dinamika politik pra-pemilu yang keras dan lika-liku  persaingan antar calon dengan beragam isu sensitif mewarnai pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Momen politik kali ini, menjadi komoditas paling seksi untuk diperbincangkan di Indonesia. Bahkan, dinamika politiknya mampu menarik berbagai macam kalangan, mulai kaum muda sampai kalangan tua dengan berbagai macam latar belakang. Pemilu gubernur Jakarta tidak lagi dinikmati warga Jakarta, tetapi sudah menjadi perbincangan di seluruh pelosok negeri.

Realitas ini yang menggugah sekelompok pemuda di Jember untuk membuat simulasi pelaksanaan pemilu DKI Jakarta. Hari Rabu (8/2/2017) bertempat di Cafe Cakwang Jalan Mastrib, digelar pencoblosan untuk memilih tiga kandidat yang maju dalam pilkada DKI. Menurut Panitia Penyelenggara Teguh Prakoso acara ini digelar karena melihat fenomena yang unik, ketika Pilgub DKI yang mulai menjadi bahan perbincangan masyarakat  secara intensif di Jember.

“Secara garis besar kami ingin memberi pelajaran politik kepada masyarakat”, ungkap Teguh Prakoso. Jika melihat fenomena pemilih saat pilkada kuantitas golput cukup besar. Bahkan, momen pilkada DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu suara golput melebihi perolehan suara kemenangan Jokowi-Ahok,” ungkap Teguh

Pada aspek yang lain, opini publik yang berkembang di daerah terkait Pilkada DKI memunculkan sebuah ironi. Menurut Teguh, masyarakat di daerah sangat  antusias ketika membicarakan isu dan kejadian terkait calon gubernur di Jakarta, akan tetapi mereka bersikap apatis terhadap kondisi politik dan program pemerintah di daerahnya sendiri.

Ketika lembaga politik dan pemerintah tidak mampu memunculkan pendidikan politik yang baik di daerahnya diperlukan peran civil society untuk memberikan pembelajaran. Gerakan simulasi pilgub DKI yang diselenggarakan kelompok pemuda di Jember ini dapat menjadi contoh perlunya pembelajaran politik oleh masyarakat dan demi masyarakat, terutama  ketika lembaga yang berkewajiban tidak memiliki peran. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here