Ada Penjualan Rudal di Balik Kunjungan Trump ke Arab Saudi

0
110
U.S. President Donald Trump gives a thumbs up as he departs the White House in Washington, U.S., en route to Harrisburg, Pennsylvania, April 29, 2017. REUTERS/Yuri Gripas *** Local Caption *** Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol saat meninggalkan Gedung Putih di Washington, dalam perjalanan menuju Harrisburg, Pennsylvania, Sabtu (29/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas/djo/17

Nusantara.news, Washington DC – Bulan Mei ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi. Demikian pernyataan resmi kantor Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebagai dikutip dari Reuters.

Kunjungan itu, ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Adel al-Jubeir, bertujuan memperkuat kerjasama antara AS dan negara-negara muslim dalam memerangi ekstremisme.

Berbicara kepada wartawan Menlu Adel al-Jubeir menerangkan lawatan itu akan mencakup pertemuan bilateral, pertemuan dengan para pemimpin Arab Teluk dan para pemimpin Arab serta negara-negara muslim lainnya.

“Pesan sangat jelas kepada dunia bahwa AS dan negara-negara Arab muslim bisa menjalin kemitraan,” beber Jubeir.

“Itu akan mengantarkan, kami yakini, kepada penguatan kerjasama antara AS dan negara-negara Arab dan Islam dalam memerangi terorisme dan ekstremisme serta akan mengubah perbincangan masalah itu dengan tetap menghormati hubungan Amerika dengan dunia Arab dan Islam.”

Selain itu, Jubeir tidak memungkiri ada agenda penjualan peluru kendali canggih kepada pemerintah Arab Saudi senilai USD1 miliar. Namun realisasinya mesti menunggu persetujuan Kongres.

Peluru kendali yang dijual ke pemerintah Arab Saudi adalah buatan Raytheon Co. Meskipun memiliki presisi tinggi namun penjualan itu menuai kontroversi. Sebab saat digunakan Arab Saudi dalam Perang Yaman, peluru kendali itu memakan banyak korban di kalangan sipil.

Sistem senjata ini sudah termasuk hulu ledak Penetrator dan pemandu ketepatan tembak peluru kendali Paveway.

Lawatan Trump ke Arab Saudi adalah bagian dari pejalanan Trump pertama ke luar negeri  setelah dilantik menjadi Presiden AS pada Januari lalu. Sebelum ke Arab Saudi, Donald Trump akan berkunjung ke Israel dan Vatikan.

Trump juga dijadwalkan menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel pada 25 Mei. Setelah itu, ia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Kelompok Tujuh di Sisilia pada 26 Mei, ungkap pejabat Kemenlu AS.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here