ADD Kabupaten Malang Melimpah, Rawan Tindak Penyelewengan

0
125

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Belum lama ini sontak ramai adanya Perbup baru perubahan pedoman Alokasi Dana Desa (ADD), proses perumusan kebijakan yang minim melibatkan beberapa apartur desa pun sempat dianggap sebagai sepihak tanpa melalui koordinasi yang komprehensif antar semua pihak yang berkaitan.

Tahun 2017 ini, 378 desa di Kabupaten Malang menerima gelontoran dana sebesar Rp 510 miliar. Rinciannya yakni,  ADD sebesar Rp 184 miliar, Dana Desa Rp 312 miliar, bagi hasil retribusi daerah Rp 2,6 miliar, dan bagi hasil pajak daerah Rp 10,3 miliar.

Melihat besaran ADD yang sangat tinggi tersebut, Malang Corruption Watch (MCW) menilai Alokasi Dana Desa dan Dana Desa yang diterima desa se-Kabupaten Malang, rawan tindak penyelewengan. “Dengan besaran dana tersebut, konsekuensinya adalah desa menjadi lahan subur baru bagi para koruptor,” ujar Koordinator Badan Pekerja MCW, Fahrudin.

Fahrudin mengatakan hal tersebut, karena selama tahun 2016 pihaknya menerima empat laporan dari masyarakat. Di antaranya kasus Prona, alih fungsi lahan dan pembangunan fiktif. Bahkan, dalam kurun 2012-2015 ada 7 kepala desa yang sudah divonis dan dijebloskan ke penjara. Itu pun belum termasuk yang menjalani proses hukum. “Rata-rata kasus tersebut ada pada penyalahgunaan ADD. Untuk DD kan baru berjalan 2015,” jelas dia.

Ia menengarai, sebagian besar petahana kepala desa berpotensi menggunakan anggaran desa untuk memobilisasi masyarakat. “Kami menengarai adanya indikasi anggaran desa digunakan pencalonan berikutnya. Praktik politik uang besar terjadi dalam Pilkades,” lanjut Fahrudin

Ia menekankan bahwa  hal tersebut dapat dengan mudah terjadi karena rendahnya akuntabilitas pemerintahan desa. Selain itu juga lemahnya kontrol dan pengawasan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Justru, BPD menjadi kepanjangan tangan dari kepala desa. Ia berharap Pemkab Malang mengontrol penggunaan anggaran desa. “Jangan sampai, anggaran desa disalahgunakan untuk kepentingan oknum segelintir orang, yakni oligark-oligark desa,” harapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here