Agen Rusia Diduga Meracun “Pengkhianatnya” di Inggris

0
210
Kolonel Sergei Skripal yang tahun 2010 dibebaskan dari penjara Rusia sebagai bagian dari pertukaran mata-mata. Setelah itu mantan perwira intelijen Angkatan Darat Rusia itu tinggal di Inggris dan bersama putrinya ditemukan tidak sadarkan diri di halaman pusat perbelanjaan di Kota Salisbury, Wiltshire, Inggris, Minggu (4/2)

Nusantara.news, London – Kota Salisbury, Wiltshire, yang sunyi tiba-tiba digemparkan oleh penemuan dua sosok lelaki dan perempuan yang terbaring tak sadarkan diri di sebuah bangku  pusat perbelanjaan “the Maltings”, pada Minggu (4/3) lalu. Kedua sosok itu masing-masing Kolonel Sergei Skripal (66) dan putrinya Yulia (33) pelarian asal Rusia yang pada 2010 mendapatkan suaka politik di Inggris.

Kolonel Sergei Viktorovich Skripal – kelahiran 23 Juni 1951 – adalah pensiunan perwira intelijen Rusia yang dikenai hukuman 13 tahun penjara oleh negaranya dengan dakwaan melakukan “pengkhianatan tingkat tinggi dalam bentuk spionase” pada tahun 2006. Skripal yang ditangkap pada 2004 didakwa bekerja sama dengan agen mata-mata Inggris M16 sejak bekerja di Angkatan Darat Rusia pada 1990-an.

Denah tempat kejadian perkara yang dipelajari Polisi Inggris

Pada Juli 2010 – Skripal adalah satu di antara empat tahanan yang dikeluarkan oleh Moskow sebagai imbalan atas dibebaskannya 10 mata-mata Rusia yang ditangkap oleh Federal Bureau Investigation (FBI). Skripal pun diterbangkan ke Inggris dan tinggal di kota kecil, Salisbury.

Sikap Inggris

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson pun tidak tinggal diam atas dugaan terjadinya keracunan yang menimpa Skripal dan putrinya. Mata-mata Rusia diduga kuat terlibat dalam upaya pembunuhan itu. Memang, Johnson tidak menuding secara langsung keterlibatan negara itu. Namun dia menggambarkan Rusia sebagai “kekuatan yang tidak wajar dan mengganggu”.

Menlu Johnson mengingatkan kepada parlemen Inggris tentang kematian Alexander Litvinenko yang terbukti keracunan zat radioaktif pada 2006.

“Dan sementara itu akan salah jika mengkhianati penyelidikan, saya dapat meyakinkan DPR bahwa seharusnya bukti-bukti muncul sebagai bagian dari tanggung jawab negara, maka Pemerintahan Yang Mulia akan merespon dengan tepat dan tegas,” ujar Johnson berapi-api.

Johnson juga mengingatkan kepada semua pemerintahan di seluruh dunia siapa pun pelaku kejahatan di tanah Inggris akan mendapatkan sanksi dan dihukum. Apabila Rusia terlibat dengan kejadian di Salisbury – tandas Johnson – akan sulit bagi tim sepakbola Inggris yang akan berlaga di Rusia di Piala Dunia musim panas dapat maju dengan “cara normal”.

Pernyataan Johnson itu diklarifikasi stafnya ditujukan kepada para “pejabat” dan bukan tim sepakbola Inggris.

Johnson juga menegaskan, Inggris akan “memimpin di seluruh dunia” dalam upaya melawan “serangkaian aktivitas jahat” yang diduga dilakukan oleh Rusia.

Namun pernyataan itu disanggah oleh Duta Besar Rusia di London sebagaimana dikutip dari kantor berita RIA Novosti yang menyebut, “Peliputan media telah menimbulkan kesan seolah-olah ini tindakan terencana oleh dinas keamanan Rusia, padahal itu tidak benar.”

Rusia sendiri telah menegaskan pihaknya “tidak memiliki informasi” tentang apa yang bisa menyebabkan insiden itu, sekaligus berjanji pihaknya akan bersikap terbuka untuk bekerja sama dengan polisi Inggris jika diminta.

Pembunuhan Litvinenko

Kasus itu mengingatkan peristiwa pembunuhan Alexander Litvinenko di London pada 2006. Setelah dilakukan penyelidikan diketahui Litvinenko yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat keracunan zat radioaktif yang dicampurkan ke dalam teh yang diminumnya. Para ilmuwan di lokasi penelitian nuklir rahasia Inggris menyimpulkan pembangkang Rusia itu keracunan zat polonium-210.

Litvinenko yang akhirnya terbunuh karena radiasi zat berbahaya yang dilakukan agen Rusia pada 2006

Andrei Lugovoi – mantan agen Rusia yang dituduh meracun Alexander Litvinenko – mengatakan kepada BBC, Rusia dengan mudah akan mengelak karena Skripal sudah diampuni oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. “Rusia sudah menganggap masalah ini ditutup saat Tuan Skripal diterbangkan ke Inggris sebagai bagian dari pertukaran mata-mata pada 2010,” tuturnya.

Tentu saja upaya pembunuhan terhadap Skripal membuat Igor Sutyagin – satu di antara empat mata-mata yang “diampuni” Moskow yang sekaligus rekan penelitian Skripal di Royal United Service Institite – merasa tidak aman.

“Saya tidak pernah berpikir, Tuan Skripal akan menjadi sasaran karena dia diampuni,” ujarnya sekaligus mendesak pemerintah Inggris lebih menjamin keamanan para pelarian Rusia yang mendapatkan suaka politik di negaranya.

Kasus percobaan pembunuhan yang semula ditangani polisi Wiltshire kini telah diambil alih oleh Polisi Kontra Terorisme Kerajaan Inggris. Toh demikian, dalam sebuah pernyataan pihak penyelidik belum menyimpulkan tidak sadarnya dua warga asal Rusia yang kini dirawat di rumah sakit itu sebagai tindakan terorisme.

Kerabat Skripal sendiri meyakini itu sebagai bagian dari operasi intelijen. Kepada BBC Rusia kerabat korban yang sengaja disembunyikan identitasnya itu menyebut, Skripal pernah mengatakan agen rahasia Rusia kapan pun akan mendatanginya. Terlebih istri Skripal, kakak laki-lakinya dan putranya – dalam dua tahun terakhir – meninggal secara misterius.

Yulia Skripal – putrinya yang turut menjadi korban – sebenarnya tinggal di Moskow. Namun dalam dua tahun terakhir dia mengunjungi ayahnya secara teratur di Inggris. Pada minggu lalu kedua orang itu tampak terekam kamera CCTV melintas sebuah gang ke arah restoran Zizzi yang sekarang diamankan polisi, sebelum akhirnya ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di luar pusat perbelanjaan.

Masih Diselidiki

Para ilmuwan di Porton Down – fasilitas penelitian senjata rahasia Inggris di Wiltshire – sedang mempelajari “zat tak dikenal” yang dianggap membuat seorang ayah dan putrinya itu tidak sadarkan diri.

Yulia Skripal yang bersama ayahnya ditemukan tidak sadarkan diri

Polisi Inggris sendiri sedang mendalami isi rekaman CCTV yang disorot dari sarana olahraga Salisbury. Dalam rekaman itu terlihat jelas Skripal dan putrinya berjalan di dekat lokasi perekaman.  Dua petugas polisi yang diduga ikut terkontiminasi radiasi sudah dirawat di rumah sakit setelah mengidap gejala mata gatal dan napas tersengal-sengal.

Kejadian percobaan pembunuhan terhadap terpidana mata-mata asal Rusia yang dituduh membocorkan rahasia ke agen rahasia Inggris M16 itu mengejutkan penduduk Salisbury. Lainnya juga terlihat resah karena merasa kotanya sudah tidak aman.

Kasus pembunuhan politik dengan cara diracun memang bukan hal yang asing. Di Malaysia pada Februari 2017 lalu, Kim Jong-nam – kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un – ditemukan tewas setelah diracun oleh agen rahasia Korea Utara. Siti Aisyah – warga negara Indonesia yang diperalat pembunuh – kini masih mendekam di penjara Malaysia.

Apabila Rusia memang berada di balik percobaan pembunuhan itu, artinya Rusia yang bukan lagi negara komunis itu masih menyebarkan mata-matanya ke seluruh. Bahkan kemenangan Trump pun yang masih diselidiki oleh Departemen Kehakiman (DoJ/Departement of Justice) Amerika Serikat diduga juga melibatkan mata-mata Rusia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here