Ahok Bisa Menang Apabila Didukung Warga NU Jakarta

0
128

Nusantara.news, Surabaya –  Ahok bisa menang pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta asal mendapat dukungan penuh dari warga NU di DKI Jakarta. Tetapi karena sikap Ahok terhadap Kiai Ma’ruf Amin, membuat warga NU berpeluang besar mengalihkan pilihan ke kubu Anis-Sandy.

Hal ini dikemukakan Direktur Lembaga Survey dan Penelitian Republic Institute Surabaya, Lasiono kepada Nusantara.news di Surabaya, Jumat (17/2/2017).

Lasiono menjelaskan, kekecewaan warga Nahdlatul Ulama di Jakarta tidak dapat dihindari. Mereka pasti mengalihkan suaranya ke Anies-Sandiaga. Karena menilai yang dilakukan Ahok sudah melampaui batas.

“Itu (pengalihan suara-red), tidak dapat dihindari. Karena, sosok kiai apalagi sebesar Kiai Ma’ruf Amin adalah harga diri umat Islam,” lanjutnya.

Sementara, untuk bisa kembali unggul di putaran kedua menandingi Anies-Sandiaga, Ahok harus benar-benar kerja lembur, tidak cukup hanya meminta maaf ke para kiai, tetapi juga harus bisa merangkul kembali warga NU.

Menurutnya, Ahok bisa kembali unggul dengan catatan harus bisa merangkul masyarakat NU di DKI Jakarta. Karena sikap Ahok kemarin ke Kiai Ma’ruf Amin, memang menyakitkan, akibatnya warga NU mengalihkan suaranya. Awalnya ke Agus-Silvy. Kemudian, di putaran ke dua nanti bisa jadi pindah ke Anies-Sandiaga. Dan Anies pun punya peluang untuk menang di putaran kedua. Asalkan mampu merangkul partai-partai politik pendukung Agus-Silvy.

“Anies yang bisa menjaga konsistensi dan saat tampil di publik, akan diuntungkan bisa mendulang suara dari warga NU,” lanjutnya.

Sementara, soal kekhawatiran warga jika Ahok semakin diuntungkan, dan kemudian merambah menguasai jabatan presiden, Lasiono memahami dan menerima kondisi itu. Dia menyebut, wajar jika warga DKI Jakarta punya perasaan seperti itu, karena putaran kedua semakin jelas. Mana pendukung Ahok, dan siapa saja pendukung Anies. Tetapi warga Jakarta semakin cerdas dan bisa menentukan pilihannya.

“Bisa jadi, setelah resmi Ahok terpilih, kemudian akan mencalonkan presiden, ada peluang ke arah sana (jabatan presiden-Red). Sama dengan Anies, juga punya peluang, semua tokoh punya peluang untuk itu. Tetapi, toh, akhinya rakyat yang memilih. Nah, saat ini tergantung warga DKI Jakarta, Gubernur DKI terpilih harus realistis terhadap setiap kebijakannya, dan selain menilai masyarakat harus selalu dilibatkan,” pungkasnya.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here