Ahok Dipindah ke Rutan Brimob Karena Alasan Keamanan

0
90

Nusantara.news, JAKARTA – Terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sempat dibawa ke ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur akhirnya dipindahkan ke Rutan Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok.

Alasan pemindahan Ahok bukan semata-mata karena Rutan Cipinang kelebihan kapasitas, tapi juga karena alasan keamanan.

“Iya, alasan keamanan. Di Cipinang sudah penuh tidak ada tempat lagi. Kita juga lihat ada yang enggak memilih Ahok, ternyata banyak. Ya sudah dipindah saja,” jelas Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly di  Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Penelusuran Nusantara.news, pada Pasal 16 (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, narapidana memang dapat dipindahkan dari satu LAPAS ke LAPAS lain untuk kepentingan: a. pembinaan; b. keamanan dan ketertiban; c. proses peradilan; dan d. lainnya yang dianggap perlu.

Rutan Cipinang memang menjadi tempat ditahan tahanan dari berbagai jenis tindak pidana, termasuk teroris. Selain itu, di Rutan Cipinang sangat banyak yang tidak mendukung Ahok. Sehingga atas dasar menjaga keamanan maka undang-undang “mengizinkan” Ahok dipindah ke Rutan Brimob yang dinilai lebih aman.

Yasona membantah pemindahan Ahok sebagai bentuk perlakuan istimewa.

“Saya tegaskan, tidak ada perlakuan istimewa, semua sama di depan hukum. Kan dulu juga banyak yang di tahan di sana (Rutan Brimob),” jelasnya.

Rutan Brimob sering disebut sebagai rutan untuk orang-orang istimewa, karena orang yang ditahan di sana umumnya orang-orang yang bisa dikatakan “istimewa.”

Sebut misalnya , besan mantan besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aulia Tantowi Pohan. Selain itu, Gayus Tambunan yang sempat heboh karena bisa bebas keluar masuk tahanan, termasuk sempat menonton turnamen tenis bergengsi internasional di Bali.

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Pol. Susno Duadji juga sempa ditahan di Rutan Brimob.

Sejumlah tokoh dan aktivis juga sempat ditahan makar yang kemudian bebas juga sempat masuk Rutan Brimob. Mereka adalah Rachmawati Soekarno Putri, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zen, dan Ahmad Dhani.

Sebelum Ahok, penghuni terbaru Rutan Brimob adalah Sekjen Forum Umat Islam FFir(FUI) Al-Khaththath, dan aktivis wanita Firza Husein. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here