Ahok Ditahan, Ahokers Beri Dukungan Lewat Pentas Musik

0
65

Nusantara.news,JAKARTA – Pasca penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kaus penodaan agama, sejumlah pendukungnya yang biasa disebut Ahokers menggelar konser musik di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Acara yang dikoordinir oleh musikus Addie MS itu dipadati para Ahokers. Bahkan, (Plt) Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat pun tak menyangka konser itu bisa ramai pengunjung.

“Ini kejutan bagi kita bersama bahwa setelah melalui berbagai peristiwa, saudara-saudara pada pagi hari ini berkumpul di sini dengan tertib, damai, dengan wajah-wajah penuh optimisme untuk menatap ke depan,” ujar Djarot yang disambut tepuk tangan para Ahokers.

Sementara, Addie mengklaim acara itu bertujuan untuk mempertahankan serta menjaga NKRI dan Pancasila. “Kalau mengingat Pak Ahok tiap pagi seperti ini, perjuangan kita pagi ini enggak ada apa-apanya,” jelas pengagum Ahok ini.

Adhie juga mengaku acara itu terinspirasi saat melihat warga yang kerap datang ke Balaikota untuk menemui Ahok.

“Saya terinspirasi saat melintas depan Balaikota banyak warga yang tiap hari menemui Gubernur Ahok. Akhirnya, saya berfikir kenapa tidak bikin musik aja,” jelasnya.

Dalam acara itu, beberapa lagu nasional dinyanyikan bersama, di antaranya, Indonesia Raya, Padamu Negeri, Rayuan Pulau Kelapa, dan Mars Pancasila.

Meski acara berlangsung aman, namun masih jadi pertanyaan apakah acara yang dikemas meriah itu mengantongi ijin keramaian dari pihak kepolisian? Apalagi, Balaikota DKI adalah kantor resmi pusat pemerintahan Ibukota.

Dalam dalam resmi milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan, ijin keramaian dimaksudkan untuk menjaga suasana yang kondusif bagi semua pihak. Karena, kelancaran suatu acara keramaian harus didukung dengan persiapan pengamanan yang pas.

Adapun pemberian ijin dipertimbangkan dengan risiko-risiko yang mungkin timbul, kesiapan kuantitas personel, sarana dan prasarana Polri untuk mengantisipasinya.

Ijin keramaian dari kepolisian dimaksud mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklap) Kapolri No. Pol / 02 / XII / 95 tentang perijinan dan pemberitahuan kegiatan masyarakat

Adapun keramaian dimaksud adalah pentas musik band/dangdut, wayang Kulit, Ketoprak, dan pertunjukan lainnya.

Sedangkan persyaratan untuk kegiatan bersakala besar, yakni  mendatangkan massa lebih dari 1000 orang, seperti konser musik di Balaikota DKI itu adalah mengajukan  surat permohonan ijin keramaian, proposal kegiatan, identitas penyelenggara/penanggung jawab acara, dan ijin tempat berlangsungnya kegiatan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here