Ahok Kembali Dilaporkan Ke Polisi Karena Wifi Al Maidah, Ini Rentetan Pernyataan Ahok Soal Al Maidah

0
379

Nusantara.news, Jakarta – Belum tuntas sidang kasus penistaan agama yang dilakukan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu, Ahok kembali dihadapkan pada kasus dugaan penistaan agama.

Kali ini, Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat, dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh dua pengacara yakni Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana, Kamis, 23 Februari 2017. Dalam berkas bernomor LP/208/II/2017/Bareskrim itu, Ahok-Djarot dituding melakukan penodaan agama karena “mengolok-olok” Wi-Fi gratis bernama Al-Maidah dalam sebuah video saat rapat di Pemprov DKI.

“Ahok dan Djarot (yang dilaporkan),” kata Damai Hari di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017) seperti dilansir JawaPos.com

Sebelumnya, vdeo yang di upload akun Pemprov DKI dengan judul “12 Oktober 2015 Rapat Pimpinan” dengan durasi video 3 jam lebih itu, kembali menjadi viral di media sosial. Pasalnya, Ahok yang mengenakan baju Linmas menyinggung surat Al Maidah Ayat 51 sebagai nama akun wifi dengan password ‘kafir’. Pernyataan itu dilontarkan Ahok seraya tertawa dengan diikuti wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

“Saya bingung gitu, masa sih ada duit buat cari tanah, mau beli rumah enggak bisa. Pasang wifi jadikan bisa tuh sama si marbotnya, Ada paswordnya dong wifi? Surat Al Maidah 51. Kata apa yang dipilih buat password? Kafir. He he he. Jangan jadikan Nasrani Yahudi Jadi pemimpinmu,” kata Ahok dalam video tersebut.

Memang di dalam video itu, Djarot tertawa geli ketika Ahok mengatakan tentang Surat Al-Maidah Ayat 51. “Jadi kami laporin dua, Ahok dengan Djarot, karena Djarot ikut-ikut ketawa. Bagi saya itu perolok-olok,” terang Damai Hari.

Tampaknya, Ahok sudah beberapa kali mempersoalkan surat Al Maidah ayat 51. Tidak hanya saat mengolok-olok” Wi-Fi gratis bernama Al-Maidah 12 Oktober 2015. Sepanjang tahun 2016, seperti dicatat Rimanews, Ahok paling tidak sudah tiga kali menyebut atau mengutip ayat Al Maidah 51.

30 Maret 2016
Dalam berita yang ditulis oleh Tempo.co, Kamis 7 April 2016, Ahok menyebutkan, ada tekanan publik yang menggunakan surat Al Maidah ayat 51 untuk menprovokasi masyarakat agar tidak memilih dirinya pada Pilkada 2017. Dia mengatakan hal itu di Balai Kota, Rabu, 30 Maret 2016. Saat itu Ahok mengaku sudah hafal ayat tersebut sejak dirinya berpolitik, dan dia menilai, konteks ayat tersebut, karena pada zaman Nabi belum ada pemilihan.

21 September 2016
Pernyataan Ahok kedua yang menyebut surat Al Maidah ayat 51 diucapkan pada saat dia menggelar jumpa pers, Rabu, 21 September 2016. Ahok saat itu didampingi wakilnya, Djarot S Hidayat, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan ketua tim pemenangannya, Nusron Wahid.

Dalam acara itu, Ahok menantang siapa pun yang akan menjadi pesaingnya untuk adu program dan menolak diserang dengan isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). “Jangan tak pilih saya karena Almaidah 51,” ujar Ahok seperti dikutip jpnn.com, Rabu, 21 September 2015.

27 September 2016
Pernyataannya yang ketiga, Ahok mengutip Al Maidah ayat 51 pada Selasa, 27 September 2016 saat mengunjungi Pulau Semak Daun, Pulau Pramuka, dan Pulau Panggang dalam rangka Program Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan Sekolah Tinggi Perikanan. Berbicara dengan warga di sana, Ahok yang berpakaian PNS dan berbicara atas jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, menyebut dengan terangan Al Maidah ayat 51

Berbeda dengan pernyataan Ahok sebelumnya, pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu direkam dalam video dan kemudian diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta ke Youtube, beberapa jam setelah usai acara kunjungan Ahok. Sejak beredar rekaman video itulah, pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah ayat 51 jadi kontroversi dan menuai polemik. Protes dan tuntutan pun datang dari umat Islam dalam unjuk rasa “Aksi Bela Islam 411 dan 212” yang mencapai jutaan massa.

Ternyata, Ahok menggunakan ayat itu sejak maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Joko Widodo di Pilkada DKI 2017.

“Dari tahun 2012. Kita kan bantu Jokowi-Ahok, dia selalu mengutip Al Maidah 51. Jangan-jangan sejak di Belitung juga dia ngutip Al Maidah 51,” kata Dewan Pakar Partai Golkar, Indra J Piliang

Dalam keterangan lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyebutkan ada 11 laporan yang masuk ke Bareskrim yang mengadukan Ahok karena pernyataannya tentang surat Al Maidah ayat 51.

“Laporan itu terdiri dari laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya, Polda Sulteng, dan Polda Sumsel yang berkarnya sudah dijadikan satu dan dijadikan landasan dasar untuk penyelidikan dan penyidikan,” ungkap Kapolri di Istana, Sabtu 5 November 2016 lalu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here