Ahok Menang, Eksistensi Bangsa Indonesia Hilang 25 Persen

0
252

Nusantara.news, Surabaya – Prediksi pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang akan tetap unggul atas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran ke dua di Pilgub DKI Jakarta memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat. Ahok, setelah kembali menjabat Gubernur DKI Jakarta untuk kedua kali, dikhawatirkan selain akan semakin kuat dan punya peluang untuk menduduki jabatan Presiden.

Itu tidak mustahil, karena selain memiliki jabatan, Ahok dipastikan akan semakin banyak memiliki dukungan dari warga pendatang, khususnya warga pendatang asal Cina yang semakin banyak di Indonesia. Dan. Wajar jika sebagian warga Indonesia semakin khawatir atas warga pendatang, meski telah menjadi warga negara Indonesia (WNI) di Nusantara ini.

Menyikapi itu, Ketua Harian DPP Partai Priboemi Bambang Smith memaklumi kekhawatiran sebagian masyarakat kalau Ahok dan pengikutnya akan bisa menguasai Indonesia.

“Itu sangat beralasan, karena semakin banyaknya warga pendatang asal Cina akan semakin memperkuat posisi Ahok,” ujar Bambang Smith dihubungi Nusantara.news, di Surabaya Jumat (17/2/2017).

Smith mengaku sangat sepakat dengan suara-suara masyarakat yang mengkhawatirkan jika nanti Ahok memimpin akan semakin arogan. Dan, setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta, juga dikhawatirkan akan dengan leluasa menggalang kekuatan untuk maju di Pilpres.

“Dengan penguasaan kepala daerah, apalagi di ibu kota negara oleh WNI dari bangsa pendatang, eksistensi Bangsa Indonesia atas negara telah hilang 25 persen,” tegas Bambang Smith.

Kemudian, Smith yang asli Arek Suroboyo itu membandingkan jika putra pribumi dari Papua misalnya, lebih pantas memimpin ibukota negara. Kekhawatiran itu, lanjut dia, karena putra daerah sudah jelas merah putih. Sikap dan perilaku cinta tanah air nya bisa dipercaya dan dijamin 100 persen. Tetapi, jika warga pendatang meski telah menjadi WNI, kesetiaan pada negara belum bisa dijamin.

“Putra Papua lebih pantas memimpin ibukota Negara Indonesia dibanding bangsa pendatang walau sudah memegang kewarganegaraan Indonesia,” tegasnya.[] Tudji Martudji

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here