“AHY Lebih Pas Gantikan SBY Daripada Tarung di Jatim 1”

0
408

Nusantara.news, Surabaya – Kegagalan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – Sylviana Murni lolos putaran kedua Pilgub DKI  agak di luar dugaan partai Demokrat bersama koalisinya. Namun, boleh jadi bukan itu tujuan sebenarnya dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  karena ia memiliki sejumlah skenario besar di balik itu semua.

Beberapa politisi senior berpandangan bahwa Pilgub DKI adalah sounding test saja bagi AHY. Menurut mereka, SBY adalah pakar sosial-politik Indonesia yang sampai sekarang masih belum ada tandingannya. Menerjunkan AHY di Pilgub DKI hanya sebagai batu loncatan untuk mengenalkan lebih jauh sosok penerus tongkat estafet regenerasi Partai Demokrat.

Politisi senior asal Jawa Timur Ridwan Hisjam mengungkapkan bahwa AHY adalah figur yang kuat sebagai penerus SBY, untuk menjabat Ketua Umum Partai Demokrat periode selanjutnya. Maklum saat ini Demokrat tengah mengalami krisis kepemimpinan. Belum ada sosok yang pas untuk menggantikan SBY sebagai Ketua Umum partai berlambang Mercy itu.

“AHY saya kira lebih pas untuk menggantikan SBY sebagai Ketua Umum Partai daripada Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang lebih akrab disapa Ibas. Dan menarik AHY dari militer adalah strategi yang jitu. Dengan memunculkan nama AHY di bursa Pilgub DKI tentu gaungnya akan sangat terasa. Meski kalah, namun nama AHY berhasil menjadi trending topik,” jelasnya kepada Nusantara.news, Jumat (24/2/2017).

Pria yang akrab disapa dengan Mas Tatok ini juga menjelaskan terkait isu rencana menarik AHY ke Pilgub Jatim jika gagal menuju DKI 1. Menurutnya, sebuah blunder besar jika menarik AHY ke Jatim untuk memperebutkan kursi Grahadi 1. Hal ini sepertinya sudah dipikirkan matang-matang oleh SBY. Bursa DKI 1 sudah cukup untuk menjadi sounding test dan memunculkan AHY sebagai media darling.

“Nama AHY itu levelnya sudah nasional, mengapa harus ditarungkan kembali di level daerah? Lebih baik AHY itu dikader untuk meneruskan tongkat estafet SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat daripada harus kembali lagi ke daerah,” ungkapnya.

Menurut Tatok, waktu tiga tahun ke depan sudah cukup untuk mengenalkan lebih jauh sosok AHY. Seperti diketahui bahwa SBY saat ini adalah Ketua Umum partai Demokrat masa bhakti 2015-2020.  Di masa kepengurusan yang baru nanti AHY tentu semakin matang. “Saya kira AHY pas gantikan SBY sebagai Ketum Demokrat, daripada tarung di Jatim 1,” pungkasnya.

Tidak munculnya nama AHY dalam bursa Pilgub Jatim 2018 ini juga diamini oleh Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo. Menurutnya, sampai saat ini belum ada perintah dari ketua Umum partai Demokrat untuk mengusung AHY ke Jatim 1. “Nggak ada,” jawabnya singkat.

Pakde Karwo menyatakan, SBY hanya bertanya padanya soal sosok yang layak diusung Partai Demokrat sebagai cagub Jawa Timur untuk Pilkada 2018.

“Pertengahan Februari saya sudah konsultasi. Saya dimintai laporan. Sekarang kan ada dua. Ada Gus Ipul (sekarang Wagub Jatim), ada Pak Halim (Ketua DPRD Jatim yang juga Ketua DPW PKB Jatim). Kalau Bu Khofifah mau maju, ya kita laporkan juga,” tuturnya.

Meski akan menyetorkan tiga nama, tahapan penyaringan dan penjaringan tetap dilakukan P. Demokrat. Sedangkan finalisasi nama cagub-cawagub yang akan diusung partai tetap ‘di tangan SBY. “Nanti finalisasi pada September 2017,” jelasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here