Akrobat Politik Cak Imin Jelang Pilgub Jatim 2018

0
156

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku terharu saat membuat surat rekomendasi soal dukungan PKB untuk Pilgub Jawa Timur yang ditujukan kepada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Dia menyebut, keputusan itu semata-mata merujuk titah kiai serta untuk menjaga keutuhan dan kekompakan partai. Padahal, untuk Pilgub Jawa Timur, jauh hari PKB telah menunjuk Abdul Halim Iskandar sebagai bakal calon yang maju di Pilgub Jawa Timur, 2018 mendatang.

“Karena seluruh kiai Jawa Timur kompak minta PKB satu nama, maka dua nama, mengerucut kepada satu nama dan Insya Allah pilkada akan mengikuti apa perintah para kiai para ulama. Apalagi ini permintaan seribu ulama, maka saya minta kepada DPW PKB Jawa Timur mengusung Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur,” ujar Muhaimin Iskandar, di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo, Kamis, (25/5/2017).

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melanjutkan, Pak Halim (Abdul Halim Iskandar) dengan legowo menerima apa yang menjadi amanah kiai karena PKB memang partai yang harus taat kepada kiai dan pesantren-pesantren di Jawa Timur

“Alhamdulillah sebagian besar sudah bisa menerima tetapi sebagian tentu akan terus kita beri penjelasan agar bisa menerima persatuan Nahdlatul Ulama di seluruh Jawa Timur ini. Kita prioritaskan persatuan para kiai dan para ulama NU dulu dibanding kepentingan-kepentingan kita. Insya Allah tidak akan ada perpecahan,” tegasnya.

Menurutnya, semua dalam proses menunggu persiapan waktu. Dan, dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan surat DPP PKB.

“Kita juga akan keluarkan surat DPP PKB,” lanjutnya.

Cak Imin tidak memungkiri bahwa awalnya ada perdebatan di DPP PKB , tetapi berakhir dengan keputusan bulat menerima permintaan kiai.

Untuk diketahui, sebelumnya nama Abdul Halim Iskandar dipastikan akan maju di perhelatan Pilgub Jawa Timur. Meramaikan itu, sejumlah baliho bergambar wajah Abdul Halim Iskandar pun telah menyebar terpasang di sejumlah wilayah di Jawa Timur, dengan selogan “Olopis Kuntul Baris’.

Itu untuk menyemangati warga Nahdliyin agar kompak memenangkan dan mengantar Abdul Halim Iskandar menuju jabatan di kursi gubernur.

Namun, dalam sekejap skenario itu berubah. Seperti main akrobat, nama Halim Iskandar berubah menjadi Saifullah Yusuf.

Entah skenario atau akrobat apa lagi yang akan dipentaskan oleh sang koki partai berlambang bola dunia dan bintang sembilan ini, agar kadernya berhasil duduk di kursi Jatim Satu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here