Aksi 411 dan 212 di Jakarta Pecah Soliditas Pemilih Islam di Pilkada Pamekasan

0
240

Nusantara.news, Pamekasan – Aksi damai umat Islam yangn dikenal dengan aksi 411 (4 Nopember 2016) yang berlanjut aksi super damai 212 (2 Dsesember 2016) berpotensi membelah kekuatan pemilih Islam pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar secara serentak tahun 2018 mendatang.

Daerah pemilihan yang sangat kultur Islamnya ini diperkirakan tak lagi solid, sehingga peluang besar yang biasanya diperoleh oleh aprtai berbasis Islam kini tergerus. Pemenang pilkada 2013 yang dmemenangkan

Pasangan calon (paslon) Achmad Syafi’i-Cholil Asy’ari yang diusung Partai Demokrat, PPP, PAN dan PKS yang pada Pilkada 2013 sukses meraup 54,05 persen suara, akan mendapat tantangan baru. Apalagi selisih suara yang dengan paslon pesaing yakni KH Kholilurrahman-Masduki yang meraih 205.902 suara (44,46 %), tidak signifikan. Sehingga jika keadaannya sama maka pasangan usungan koalisi 6 partai yakni PKB, PBB dan PBR yang ditopang Gerindra, Golkar dan PDI Perjuangan, berpeluang meraih kemenangan.

Koalisi partai partai pada 2013 diprediksi tidak akan berlanjut. Selain karena faktor dinamika di elit masing-masing partai, juga karena meruncingnya hubungan ulama non Nahdlatul Ulama (NU) dengan partai pendukung pemerintah sejak peristiwa 411 dan 212 yang dipicu gejolak Pilkada DKI Jakarta.

Ini terlihat ketika Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP) menggelar aksi bela ulama dan NKRI pada 28 Januari 2017. Aksi yang juga diikuti beberapa tokoh ulama besar Pamekasan ini dihadiri ribuan peserta. Kondisi diprediksi jadi pendorong parpol berbasis Islam non NU untuk merapatkan diri.

Sinyal ini sudah dilontarkan Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Suli Faris di depan wartawan pada (26/1/2017) lalu. Dia mewacanakan akan menggandeng Ketua DPD II Partai Amanat Nasional (PAN) Heru Budi Prayitno untuk maju pada pilkada 2018. Dengan keterwakilan 5 kursi di DPRD Pamekasan, PBB akan menjalin berkoalisi dengan PAN dan PKS untuk mencukupi syarat paslon.

“Kami sekarang sudah konsolidasi ke internal partai. Alhamdulillah PBB dan PAN sudah bertekad untuk maju dalam pilkada mendatang,” terangnya kepada wartawan, Senin (30/1/2017). Wakil Ketua DPRD Pamekasan tersebut juga menyebut alasan lain untuk maju. “Pamekasan yang sekarang belum mampu melakukan perubahan sesuai janjinya. Maka kami ingin membangun Pamekasan menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Pasangan ini mengusung komitmen “Berilah kesempatan berikhtiar untuk Pamekasan lebih MantaPBB dan MaPAN.” Sementara itu, Heru Budi Prayitno yang baru dilantik sebagai Ketua PAN Pamekasan mengaku sudah bulat untuk maju bersama PBB. Langkah selanjutnya, pihaknya segera melakukan konsolidasi di internal sampai ke tingkat ranting agar semua kader PAN bisa melakukan persiapan lebih awal.

Heru optimis dengan tambahan dukungan non partai, terutama tokoh masyarakat akan semakin memperkuat peluang memenangkan pertarungan dengan incumbent. “Mudah-mudahan ikhtiar kami ini bersamaan dengan ridho Allah dan mendapat dukungan dari masyarakat Pamekasan, demi kemajuan Pamekasan yang lebih mapan lagi,” ungkapnya.

Ditanya soal siapa yang akan menjadi calon bupati dan wakil bupati, apakah Suli atau dirinya, Heru enggan memberikan jawaban. “Hal ini butuh rekomendasi dari pengurus pusat,” katanya. []

Komposisi Anggota DPRD Pamekasan 2014

Demokrat                   5

PAN                             4

PDI Perjuangan        2

Nasdem                      4

PKS                             3

PBB                             5

PPP                             9

PKB                            5

Golkar                        4

Gerindra                    3

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here