Aksi Gempar “Tertampar” Somasi

0
67

Nusantara.news, [Lokasi] – Pernyataan sikap Gerakan Masyarakat Peduli Agraria (Gempar) Jombang yang menyentil penyelesaian masalah Kendeng oleh penguasa berbuntut panjang. Beberapa Ormas melakukan somasi.

Gempar merupakan aliansi beberapa ormas seperti Biro Bantuan Hukum (BBH) Jombang, kontras Surabaya, Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), BEM UNDAR dan organisasi lainnya.

Selain melakukan penolakan terhadap keberadaan Danone-Aqua. Aksi Gempar juga melakukan dukungan atas warga Kendeng yang memprotes pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di Kendeng, Rembang. Sebagai dukungan terhadap masyarakat Kendeng itu, Gempar mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam pernyataannya Gempar mengatakan,  “Political will apa yang diberikan Jokowi dalam Nawacita hanya sekedar tulisan. Tapi kenyataannya seperti yang terjadi di Kendeng”. Disebutkan juga, “Ini adalah wujud dari ketidakberpihakan Jokowi di program Nawacita sebagai kertas, hanya sebagai iming-iming untuk melanjutkan nanti dia menjadi presiden. Ini adalah penguasa yang tidak memihak pada sumber daya alam dan pertanian”.

Terkait pernyataan keras itu, salah satu ormas pendukung Jokowi, DPC Pro Jokowi ( Projo) Kabupaten Jombang melayangkan surat somasi kepada Nurul Chakim, koordinator Gempar yang juga aktivis BBH Jombang dan LSM Kontras  Surabaya.

“Pernyataan saudara Nurul Chakim yang kami nilai telah dengan sengaja melecehkan dan merendahkan martabat Presiden Joko Widodo yang dalam hal ini sedang melaksanakan tugasnya mengemban amanah rakyat,” kata Ketua DPC Projo Jombang Fatah.

Fatah menyodorkan bukti berupa press release aksi, berita dari media online dan rekaman video. Dari beberapa bukti itu, lanjut Fatah, kemudian dikaji dengan internal pengurus DPC Projo, dan menyepakati untuk menindaklanjuti.  Ia juga menegaskan, di samping menyomasi pihak yang bersangkutan, Projo juga akan menindaklanjuti dengan proses hukum.

“Kami selaku Pengurus DPC Projo Kabupaten Jombang berhak untuk melakukan tindakan hukum secara pidana dan perdata sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya aksi Gempar juga mendapat reaksi dari HMI cabang Jombang, hal ini dikarenakan salah satu unsur elemen aliansi yang tergabung dalam Gempar khususnya dari HMI, seharusnya bukan atas nama HMI Cabang Jombang, namun Komisariat HMI SeJombang.

Pengurus HMI Komisariat Tashwirul Afkar,  Tambak Beras Jombang, Dede Ahmad  mengatakan, sesuai rapat pengurus  HMI di kantor HMI Cabang Jombang, yang diikuti oleh perwakilan seluruh Komisariat HMI se-Jombang, terkait keikutsertaan HMI dalam aksi yang tergabung dalam aliansi Gempar, keikutsertaan HMI bukanlah atas nama Cabang. “Aksi itu atas nama Komisariat HMI Se-Jombang,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, tidak mungkin aksi ini dilakukan atas nama HMI cabang Jombang. Sebab, kepengurusan yang sekarang belum memiliki hak untuk melaksanakan acara di luar organisasi, dikarenakan belum memiliki Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar (PB) HMI, dan disetujui oleh Pembinaan Aparat Organisasi (PAO) PB HMI,” ujarnya.

Saat disinggung apa yang menjadi dasar acuan pihaknya menyoal keikutsertaan HMI terhadap aliansi Gempar, dan langkah apa yang akan dilakukannya mengenai hal ini, Dede Ahmad mengatakan, semua tindakannya ada dasarnya, yakni sesuai pasal 29 ayat b Anggaran Rumah Tangga (ART) HMI. “Dan mengenai hal ini saya selaku pengurus komisariat HMI Tambak Beras, akan melayangkan somasi kepada Kordum Gempar,” terangnya

Dede melanjutkan, ini untuk menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART HMI. “Saya berharap pada pengurus dan anggota HMI agart bisa patuh pada AD/ART yang merupakan rel organisasi HMI,” pesannya.

Patut dicatat bahwa ketua DPC Projo Jombang, selama ini juga dikenal sebagai pengurus FRMJ, yang notabene elemen pendukung Gempar.

Apakah ini upaya penggembosan gerakan yang menolak pembangunan pabrik air minum Danone-Aqua di Grobokan Mojowarno, Jombang? Entahlah []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here