Aksi Solidaritas Mahasiswa Jember Untuk Masyarakat Kendeng

0
93

Nusantara.news, Jember – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Jember untuk Kendeng, menggelar aksi damai dan doa bersama di alun-alun depan Kantor Pemkab Jember. Dalam orasinya mereka mengecam pembangkangan hukum yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang dinilai tidak mematuhi putusan Mahkamah Agung atas gugatan yang dimenangkan warga Kendeng dalam menolak pembangunan dan pengoperasian pabrik semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

Menurut salah seorang peserta aksi tersebut, Ganjar Pranowo dianggap melanggar putusan MA nomor 99/PK/TUN tahun 2016, mengenai permohonan gugatan Peninjauan Kembali (PK) yang memenangkan warga Kendeng dan Walhi atas kasus PT Semen Indonesia. Pembangkangan tersebut dilakukan Ganjar, dengan mengeluarkan SK Izin Lingkungan No. 660.1/30 pada 9 November 2016 tentang Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen, Pembangunan dan Pengoperasian Pabrik Semen.

“Aksi ini adalah wujud solidaritas untuk mendukung masyarakat Kendeng yang menolak pendirian pabrik semen di wilayah mereka. Kami menuntut Ganjar Pranowo untuk mencabut izin kegiatan penambangan pabrik semen di kawasan Kendeng,” ujar Koordinator Aksi, Akbar Ridho Arifin.

Dalam aksinya, para mahasiswa melakukan orasi, tabur bunga dan memasang foto Bu Fatmi sebagai tanda duka. Mereka juga menyalakan puluhan lilin yang dipasang melingkar membentuk hati. Lilin tersebut menjadi simbol dukungan mereka kepada warga Kendeng yang terus berjuang mempertahankan tanah mereka.

“Kami juga menuntut kepada Presiden Joko Widodo, agar tegas memberi teguran kepada gubernur karena telah memberi izin pendirian pabrik semen tersebut,” ujarnya.

Akbar menambahkan, aksi yang mereka lakukan tidak hanya untuk mendukung warga Kendeng, melainkan juga ditujukan ke Pemkab Jember agar bisa belajar dari kasus itu. Tujuannya, supaya tidak terjadi lagi penindasan hak rakyat yang mengatasnamakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Apabila kemudian, PT Semen Indonesia juga melakukan aktifitas yang sama di Jember, Pemkab bisa belajar dari kasus Kendeng. Kami sebagai mahasiswa akan tetap menyuarakan hal yang sama, menolak segala bentuk penindasan terhadap rakyat,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here