Aktivis 1980-an Bursah Zarnubi Nyalon Bupati Lahat

0
495
Bursah Zarnubi (kiri) dan pasangannya Parhan saat mendaftarkan diri KPUD setempat sebagai pasangan calon bupati - wakil bupati Lahat periode 2018-2023

Nusantara.news, Jakarta – Aktivis 1980-an Bursah Zarnubi yang juga pernah menjabat Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) mencalonkan diri menjadi calon Bupati Lahat pda Plkada Serentak 2018 ini. Anggota DPR-RI periode 2004-2009 ini mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Lahat bersama pasangannya Parhan Berza, pada Selasa (9/1) kemarin lusa.

Uniknya lagi, saat pendaftaran ke KPU, Bursah Zarnubi dengan didampingi istrinya Sri Meliyana yang juga anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, serta Parhan Berza dan istrinya, masing-masing menaiki becak yang mengantarnya ke kantor KPU.

Bursah Zarnibi dan istrinya Sri Melianan naik becak saat mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Lahat

Pendaftaran juga diiringi ribuan pendukung baik dari partai politik maupun anggota-anggota perkumpulan yang sejak lama mendukung pencalonan Bursah Zarnubi. Memang, sejak lama tukang becak, tukang ojek dan masyarakat yang hidup di sektor informal di sekitar Kota Lahat, khususnya sekitar stasiun Kereta Api menjadi Timses Bursah Zarnubi.

Bursah Zarnubi sendiri aktivis mahasiswa 1980-an yang pernah mendekam di LP Cipinang  karena protes kenaikan SPP di kampusnya Universitas Jayabaya. Selain itu Bursah Zarnubi yang kelahiran 1958 pernah menjabat Ketua Umum HMI Cabang Jakarta.

Pencalonannya untuk menjadi Ketua Umum PB HMI di Kongres Riau dicekal aparat keamanan Orde Baru. Kala itu yang terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI adalah Yahya Zaini. Kala itu Bursah memang suah berinteraksi dengan tokoh-tokoh gerakan seperti Hariman Siregar.

Lepas dari HMI, bersama rekan-rekannya dari Kelompok Cipayung, Bursah Zarnubi mendirikan Himpunan Masyarakat untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Humanika). Sejumlah tokoh penting di Republik ini pernah menjadi pembicara dalam diskusi rutin yang diselenggarakan Humanika.

Kadang untuk membiayai diskusi yang selalu diselenggarakan di Sekretariat Humanika Jl Poncol Jaya No.38 Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Bursah menggadaikan cincin istrinya yang ketika itu sudah bekerja sebagai Konsultan dengan gaji lumayan.

Di sekretariat yang sekaligus tempat tinggalnya itu, awalnya Bursah hanya dibantu Hadi Priyono, aktivis HMI asal Medan dan Marlin Dinamikanto. Namun tokoh-tokoh Cipayung segenerasinya seperti Effendi Khoiri (PMII), Alm. Iqbal Assegaf (PMII), Kristya Kartika (GMNI), bahkan Tjahjo Kumolo (GMNI) yang lebih senior tidak asing dengan Humanika. Begitu juga dengan ekonom Rizal Ramli dan Didiek J Racbhini.

Paska reformasi Bursah Zarnubi sempat direkrut Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung untuk menjadi caleg beringin di Sumatera Selatan. Setelah itu Bursah berkarir menjadi Sekjen Partai Bintang Reformasi (PBR) yang dipimpin oleh Alm. KH. Zainuddin MZ. Lewat PBR itu Bursah menjadi anggota DPR-RI bahkan sempat menjadi Ketua Umum sebelum partai dibekukan karena tidak lolos parliamentary threshold.

Setelah tidak lagi menjadi anggota DPR, Bursah Zarnubi mendirikan Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) sekaligus mendirikan portal berita Sayangi.com yang masih eksis hingga sekarang. Pencalonan Bursah sudah dirancang sejak 2015 yang lalu.

Di Pilkada Lahat, Bursah akan bersaing dengan 6 pasangan calon lainnya yang sudah mendaftar ke KPUD setempat.  Pasangan Bursah – Parhan sendiri maju setelah diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar.

Pesaing Bursah – Parhan, adalah pasangan Cik Ujang – Haryanto yang diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Hanura. Ada lagi pasangan Novran Marjani – Herliansyah yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selanjutnya ada 3 lagi pasangan dari jalur perseorangan, masing-masing pasangan Hapit Fadli – Erlansyah Rumsyah, Putnawarman Kias – Rozi Ardiansyah dan Dodo Arman – Sutrisno. Dengan demikian ada 6 pasang yang akan memperebutkan 293.408 yang tercatat dalam daftar pemilh tetap (DPT) Kabupaten Lahat untuk Pilkada 2018 ini.

Bagaimana peluang Bursah Zarnubi? “Cukup besar, karena Bursah pernah 3 kali mengikuti pemilu legislative untuk DPR-RI. Jadi Bursah bukan nama asing bagi kami,” ujar Arif, aktivis mahasiswa Yogyakarta yang sekarang tinggal di Lahat.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here