Aktivis Anti Korupsi Bangkalan Siap Ikut Pilkada Melalui Jalur Independen

0
263

Nusantara.news, Bangkalan – Setelah dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinasti Fuad Amin tak lagi perkasa di bangkalan. Bintang Mohammad Makmun Ibnu Fuad, putra Fuad Amin tak lagi sebenderang sebelumnya. Dalam pilkada serentak 2018 mendatang, dinasti Fuad Amin diperkirakan tumbang.

Salah satu calon yang kini sudah mengambil ancang-ancang maju ikut pilkada 2018 adalah aktivis anti-korupsi Mathur Husyairi. Mathur yang berpasangan xdengan Aliman Harish (MAHIR) mendeklarasikan diri akan maju dengan semoboyan ‘Pemimpin Bangkalan 2018’

Sosok Mathur selama ini dikenal sebagai aktivis anti korupsi yang gencar menyuarakan penyimpangan di Bangkalan. Penahanan Ra Fuad bahkan disebut-sebut tak lepas dari keberaniannya yang mendobrak politik dinasti dan kuatnya Fuad Amin di beranda Pulau Madura ini.

“Kami tidak merasa paling benar. Tetapi kami menawarkan gerakan pembenahan Bangkalan menjadi lebih baik,” kata Mathur, Selasa (28/2/2017). Pria yang nyawanya sempat di ujung tanduk akibat penembakan oleh orang tak dikenal dan diduga upaya untuk membungkam suara kritisnya, maju sebagai bakal calon bupati (bacabup).

“Saat ini Bangkalan mengalami krisis kepemimpinan. Pejabat sekarang terkesan main-main dalam mengelola pemerintahan. Saya berharap, keberanian ini juga diikuti figur-figur lain sehingga yang terpilih dalam pilkada 2018 nanti adalah yang terbaik bagi Bangkalan,” terangnya.

Penggalangan KTP menjadi indikasi jika sebagian warga Bangkalan, menginginkan perubahan dalam elite pemerintahan. Terbukti, baru seminggu deklarasi sudah bisa mengumpulkan 25 ribu fotocopy KTP. Menariknya, hal itu diserahkan sukarela ke Sekretariat Relawan Demokrasi MAHIR.

Mencegah ada pemaksaan dalam dukungan ini, salah satu tim pemenangan MAHIR, Fahrillah kepada wartawan mengatakan tetap melakukan penyortiran secara profesional dan proporsional terhadap KTP yang dikumpulkan. “Kita tidak mau di kemudian hari ada masyarakat yang tidak rela karena KTP dikumpulkan ke kita,” sebutnya.

Salah satu upaya pencegahan itu adalah dengan konfirmasi ulang kepada pemilik KTP. “Setiap KTP dikroscek ulang. Apakah benar pemilik KTP ikhlas dan masih hidup. Khawatir KTP ada, orangnya tidak ada atau orangnya sudah meninggal dunia. Ini kan namanya KTP fiktif,” kata pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Antusiasme dukungan juga dibenarkan Sekretaris Tim Relawan Demokrasi MAHIR, Moh. Rofii. Dia menyatakan setiap hari menerima dari relawan sekitar 50 sampai 100 KTP. “Itu kiriman dari berbagai desa yang ada di Bangkalan. Ada yang nyerahkan langsung ke sekretariat. Ada juga KTP yang diberikan melalui koordinator di desa atau kecamatan. Sebagian ada yang ngirim langsung lewat WhatsApp dan pesan facebook,” terangnya semabri menyebut targetnya terkumpul 30 ribu KTP Maret ini.

Melihat peta politik yang ada di Bangkalan, target itu juga tak mustahil bisa terlewati. Apalagi MAHIR banjir dukungan dari tokoh dan ulama yang selama ini dikenal berseberangan dengan Ra Fuad. Selain itu, gerakan melawan money politic yang membuat Bangkalan seolah terkungkung dalam politik dinasti, menjadi energi baru kalangan yang enggan dipimpin kelompok lama. “Ini merupakan salah satu ikhtiar untuk proses lebih baik,” terang KH Nashih Aschal, salah satu ulama yang hadiri deklarasi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here