Akuisisi Danamon, Jepang Mulai Ambil Dominasi Singapura

0
115
Dominasi Temasek Holding Company di PT Bank Danamon Tbk diambil alih oleh Mitsubishi UFJ Financial Group.

Nusantara.news, Jakarta – Ada kabar menarik di tahun politik 2018, yakni soal akusisi 73,8% saham Temasek Holding Company—BUMN Singapura—di PT Bank Danamon Tbk. oleh Mintubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Kabar ini tentu saja mengundang pertanyaan besar, ada apakah Temasek yang sudah bercokol di Bank Danamon selama 14 tahun lewat Asia Financial Indonesia Pte. Ltd. Asia Financial merupakan anak perusahaan Fullerton Financial Holdings milik Temasek.

Sebelumnya Danamon didirikan oleh keluarga Usman Atmadjaja, oleh karena terkena krisis 1998, sehingga saham Danamon diambil alih pemerintah (sebagai bank take over—BTO). Dalam perjalannya Danamon dimerger dengan 9 bank kelas kecil dan menengah, dengan Danamon tetap sebagai anchor bank.

Penandatanganan perjanjian jual-beli saham bersyarat (sales and purcase agreement) antara MUFG dengan Asia Financial sebenarnya telah dilakukan pada 26 Desember 2017, sehari setelah para petinggi Temasek merayakan Natal. Karuan saja, kabar ini membuat harga saham Bank Danamon melejit hingga 80% sepanjang 2017.

Tan Chong Lee, President & Head, South East Asia Temasek, mengungkapkan Temasek melalui Asia Financial Indonesia telah menjadi pemegang saham yang signifikan di Bank Danamon sejak tahun 2003 silam. Selama periode 2003-2017, Bank Danamon diklaim telah tumbuh secara signifikan.

Menurut dia, MUFG merupakan salah satu grup finansial terbesar di dunia yang memiliki jaringan yang kuat di Indonesia dalam bidang pembiayaan korporasi dan pembiayaan infrastruktur.

Dengan demikian, MUFG berada pada posisi yang baik untuk memperkuat Bank Danamon dan membawa perseroan melangkah ke tahap pertumbuhan selanjutnya, yang selaras dengan tujuan-tujuan pembangunan dan pertumbuhan Indonesia.

Tiga tahap

Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Danamon Rita Mirasari dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/12), transaksi itu dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, MUFG akan membeli 19,9% saham Danamon dengan harga Rp8.323 per saham atau senilai total Rp15,87 triliun. Ini setara dengan 2 kali dari nilai buku Danamon pada kuartal III-2017.

Harga pembelian tersebut lebih tinggi 39% dari harga saham emiten berkode BDMN itu pada penutupan perdagangan di BEI, Jumat pekan lalu (22/12), yaitu sebesar Rp6.000 per saham.

Kedua, MUFG akan membeli 20,1% saham Danamon dari Temasek sehingga kepemilikannya meningkat jadi 40%. Transaksi tahap kedua ini diharapkan rampung pada kuartal II atau III tahun 2018 dengan mengantongi persetujuan dari otoritas di Indonesia. Sebab, trasnaksi tahap kedua itu akan menjadikan MUFG sebagai pengendali baru Danamon.

Ketiga, membeli sisa saham yang dimililiki Asia Financial hingga MUFG menguasai 73,8% saham atau sampai 100% saham melalui penawaran tender (tender offer) kepada seluruh pemegang saham publik Danamon.

Rita menyatakan, harga pembelian saham Danamon pada tahap kedua dan ketiga akan memakai pendekatan yang mirip dengan tahap I. Tapi, dia tidak menjelaskan pendekatan yang mirip itu adalah dengan patokan 2 kali dari nilai buku. Tidak ada jaminan juga harganya akan sama, atau lebih tinggi atau lebih rendah dari harga pada tahap I.

Takayoshi Futae, CEO MUFG untuk kawasan Asia dan Ocenia, menyatakan investasi di Danamon itu merupakan bentuk optimisme perusahaannya terhadap prospek jangka panjang investasi di Indonesia, khususnya di sektor perbankan. “Kami memiliki rencana jangka panjang untuk menjadikan Indonesia kunci penggerak pembangunan di kawasan Asia,” katanya.

Bank of Tokyo-Mitsubishi merupakan anak dari Mitsubishi UFJ Financial Group, yang memiliki total aset US$2,7 triliun. Sebelumnya, bank ini telah mengakuisisi 77% saham Bank of Ayudhya (Krungsri) di Thailand, 20% saham VietinBank di Vietnam, dan 20% saham Security Bank Corporation di Filipina.

Sedangkan Temasek sudah 14 tahun menjadi pemegang saham Danamon. Meski menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Danamon, Temasek tetap berkomitmen mempertahankan investasinya di Indonesia.

Kinerja Danamon

Danamon saat dijual membukukan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun di sepanjang 2017. Lewat capaian tersebut, berarti laba bersih yang dikantongi Bank Danamon tumbuh 38% dari 2016.

Pertumbuhan laba tersebut didorong sejumlah faktor, di antaranya seperti biaya dana yang lebih rendah, pengelolaan biaya operasional yang disiplin, serta kualitas aset yang lebih baik.

Biaya kredit Bank Danamon sendiri tercatat turun 20% menjadi Rp3,4 triliun, sementara pendapatan bunga bersihnya tumbuh 3% menjadi Rp14,1 triliun.

“Kondisi keuangan Bank Danamon menguat di penghujung 2017,” ucap Direktur Utama Bank Danamon Sng Seow Wah kepada media beberapa waktu lalu.

Bank Danamon membukukan pertumbuhan pada tiga segmen di tahun 2017. Ketiga segmen itu ialah Usaha Kecil dan Menengah (UKM), enterprise, dan consumer mortgage. Dengan demikian, portofolio kredit Bank Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market.

Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Ahluwalia menyebutkan kredit pada segmen UKM tumbuh 10% menjadi Rp28,5 triliun.

Sedangkan untuk segmen enterprise, yang terdiri dari perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan, tumbuh 4% menjadi Rp37,6 triliun. Catatan itu disusul pertumbuhan kredit consumer mortgage sebesar 36% menjadi Rp6 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 5% menjadi Rp122,9 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Sama halnya dengan portfolio kredit dan trade finance yang bertumbuh, rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) menurun sebesar 0,3%, dari yang tadinya 3,1% di 2016 menjadi 2,8% di 2017.

Untuk total kredit bermasalahnya pun turun 9% menjadi Rp3,4 triliun sampai dengan akhir 2017.

Sampai Desember 2017 total aset Danamon tercatat sebesar Rp178,26 triliun atau tumbuh 2,13% atau Rp3,8 triliun dari tahun 2016.

Kemana fokus Temasek?

Lantas, apa motif dan latar belakang sehingga Temasek melepas kepemilikan sahamnya di Bank Danamon? Adakah kaitannya dengan ingar bingar tahun politik 2018 dan 2019? Sama sekali tidak.

Ke depan, Temasek akan fokus berinvestasi ke sektor konsumsi, real estate, dan layanan finansial berbasiskan teknologi.

“Dalam studi dengan Google, Temasek memperkirakan ekonomi digital di Asia akan melaju pesat dengan pertumbuhan menjadi US$ 200 miliar pada tahun 2025,” kata Tan Chong Lee. “Ekonomi digital ini akan mendorong pertumbuhan online travel, e-commerce, dan media online.”

Tantangan beralih ke sektor ekonomi digital yang dilakukan Temasek sebenarnya demi dan untuk mendapatkan gain yang sangat besar di industri yang sedang berkembang ini. Pada saat yang sama akan terjadi efisiensi di induk perusahaan.

Tentu saja ini sebuah aksi korporasi cerdas dimana tahap demi tahap pelepasan saham Temasek di Danamon, memberi nilai tambah harga saham Danamon dan memaksimalkan gain bagi pemegang saham.

Itu sebabnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung aksi korporasi terbesar di tahun politik  ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here