Alasan Pemimpin Korut Palsukan Identitas dengan Paspor Brasil

0
117
Paspor asli dengan identitas palsu dengan foto Pemimpin Korea Utara 1994 - 2011 Kim Jong-il

Nusantara.news, Jakarta – Pekan ini dunia dihebohkan dokumen foto-kopian yang mengungkap dugaan pemalsuan identitas oleh Kim Jong-il dan Kim Jong-un – anaknya – dengan menggunakan paspor Brasil. Pemalsuan identitas itu dilakukan pada 1996 – saat Kim Jong-un masih usia remaja.

Mengutip keterangan Reuters, ayah Kim Jong-un yang juga pemimpin Korea Utara pendahulunya – Kim Jong-il – telah memalsukan identitas dengan nama “Ijong Tchoi” pada sebuah paspor Brasil yang menggunakan foto dirinya.

Sedangkan Kim Jong-un sendiri yang kini menjadi pemimpin Korea Utara paling ditakuti menggunakan nama palsu “Josef Pwag” yang disebut sebagai anak adopsi dari Ricardo dan Marcela. Kala itu Kim Jong-un yang kelahiran 8 Januari 1983 masih berusia 13 tahun.

Paspor Asli

Reuters juga sudah meminta keterangan dari sumber keamanan di Brasil yang menyebutkan dokumen – dikeluarkan oleh Kedutaan Brasil di Praha, Cekoslovakia pada 1996 itu – tampaknya seperti asli. Penduduk Brasil yang beragam dan pejabatnya yang cenderung korup menjadikan Brasil sudah lama dikenal sebagai sorga pemalsuan identitas.

Paspor Brasil Kim Jong-il

Sumber keamanan lainnya menyebutkan paspor – asli dengan identitas palsu – itu sudah pernah digunakan mengajukan visa untuk berkunjung di sejumlah negara di Barat. Namun sumber itu belum bisa memastikan apakah permohonan visa itu dikabulkan atau tidak.

Salinan foto kopi dokumen itu sudah pasti bukan bukti valid – bisa jadi hanya rekaan dari musuh-musuh Kim Jong-un – tapi  ini bukan pertama kalinya paspor Brasil dikaitkan dengan keluarga Kim.

Paspor palsu Kim Jong-un

Sebut saja tahun 2011 – mengutip pemberitaan dari media massa di Jepang yang bersumber dari keterangan sejumlah pejabat di negaranya – Kim Jon-in dan saudaranya Kim Jong-chul pernah berkunjung ke “Tokyo Disneyland” dengan paspor Brasil sejak 1991.

Saudara laki-laki Kim Jong-un yang lain ibu – Kim Jong-nam –dikabarkan kehilangan dukungan sebagai calon pewaris tahta dari ayahnya pada 2001 setelah dia tertangkap di Bandara Narita, Tokyo, ketika berusaha menyelinap ke Jepang menggunakan paspor Republik Dominika.

Rupanya saudara tiri pemimpin Korea Utara yang 13 Februari 2017 lalu menjadi korban pembunuhan di Bandara Malaysia itu juga sedang dalam perjalanan ke “Tokyo Disneyland.

Rencana Pelarian

Memalsukan identitas untuk mendapatkan paspor dari negara-negara lain bukan sesuatu yang sulit bagi keluarga Kim. Tapi pertanyaannya, kenapa mereka gunakan paspor luar negeri dan dengan identitas palsu pula? Bukankah itu akan mengorbankan reputasi keluarga Kim yang meskipun dari negeri kecil dan terbelakang namun disegani dunia?

Kalau untuk anak-anak Kim Jong-il mungkin alasannya untuk menikmati dunia hiburan yang tidak bisa didapat di negerinya atau negara-negara komunis lainnya yang kapan pun bisa didatanginya. Acap kali pula memang pemimpin otoriter di negeri Komunis itu munafik. Contohnya Galina Brezhneva putri dari Sekjen Partai Komunis Uni Soviet Leonid Brezhnev yang dirumorkan memiliki kehidupan mewah di luar negaranya.

Korea Utara pada dekade 1990-an sebagaimana dikutip dari sejumlah pemberitaan media asing, dikabarkan sebagai negara miskin yang menjadi korban perang dingin. Pada dekade sebelumnya negara yang beribukota Pyongyang ditopang oleh China dan Uni Soviet sebagai negara garis depan untuk menangkal pengaruh blok kapitalis.

Kini Uni Soviet sudah tumbang. Meskipun masih melakukan hubungan dagang dengan Rusia tapi mentor politiknya tinggal China. Sebagaimana acap kali diberitakan di media-media Barat, secara internal negara ini acap kali berada dalam ancaman kelaparan. Secara internasional Korea Utara disebut-sebut sebagai negara paria – dengan utang luar negeri yang bernilai miliaran dolar AS.

Dalam diplomasi paska perang dingin, negara-negara komunis yang tersisa di dunia semakin sedikit. Negara-negara Eropa Timur tidak lagi komunis – bahkan beberapa di antaranya seperti Rumania, Hungaria dan pecahan Cekoslovakia sudah bergabung ke Uni Eropa. Korea Utara menjadi negara yang terasing. Untuk itu para pemimpin dan keluarganya memerlukan paspor dari negara-negara seperti Brasil atau Dominika.

Meskipun demikian, Dr. John Nilsson-Wright – pakar Korea Utara di Tim Pemantau Keamanan Inggris “Chatham House” – merasa terkejut kenapa Kim Jong-il yang baru berkuasa 2 tahun menggantikan ayahnya Kim Jong-sung sudah mempertimbangkan untuk pergi ke luar negeri dengan menggunakan paspor palsu.

“Mengapa dia ingin melakukan itu? Kim Jong-il dipandang sangat menghindari risiko – kami tahu bahwa dia pernah berkunjung ke Moskow dan Beijing dalam beberapa kesempatan, tapi untuk ke sana dia mungkin tidak memerlukan paspor,” ungkit Nilsson-Wright sebagaimana dikutip dari program Newshour yang ditayangkan BBC News.

“Jadi ini menunjukkan bahwa mungkin ini adalah usaha dia dan putranya untuk berpikir dalam hal rute pelarian keluar dari Korea Utara – dan itu akan menjadi nyata dan sangat mengejutkan,” terang Nilsson-Wright.

Hal itu menunjukkan – lanjut Nilsson – ada tingkat ketidak pastian. Para pemimpin di negara ini merasa kurang aman lebih dari yang “kita” duga. Perasaan tidak aman itu pula yang mungkin menjadikan Kim Jong-un – pewaris tahta ketiga – terkesan paranoid berlebihan. Dia terkesan menerapkan “zero tolerant” terhadap gejala-gejala pembangkangan.

Kenapa Brasil?

Tapi kenapa paspor Brasil yang dipilih untuk memalsukan identitas? Ini adalah keniscayaan dari penduduk Brasil sendiri yang beragam. Hampir semua suku bangsa yang ada di dunia ini ada di Brasil. Selanjutnya ada kecenderungan korup pejabatnya ketika itu. Sehingga paspor Brasil menjadi buruan utama para pemalsu identitas – apa pun kepentingannya.

Sebagaimana pernah diberitakan Al-Jazeera pada 2011 yang mengutip hasil survei oleh “Vocativ” pada 2015 – pengurusan paspor di Brasil terhitung paling murah dan mudah didapat melalui situs-situs gelap di internet.

Namun untuk dekade 1990-an alur ceritanya jelas berbeda. Pemerintah Brasil sendiri mengakui sebelum memperkenalkan aplikasi keamanan paspor pada 2006, paspor Brasil adalah salah satu yang paling umum dipalsukan.  Keluarga Kim juga dapat dengan mudah melewati sebab berasal dari Asia Timur yang populasinya terhitung besar di Brasil.

Menarik juga dicatat paspor itu dikeluarkan di Keduataan Brasil di Praha. Kala itu hubungan antara Korea Utara dan Cekoslovakia terhitung mesra – baik dalam kerjasama ekonomi maupun koperasi – paska Perang Korea 1950-1953 yang meluluh-lantakkan negara itu. Jejak kemesraan itu terlihat berlanjut hingga dekade 1990-an.

Bagi Indonesia sendiri, dengan tersingkapnya pemalsuan paspor itu sendiri adalah sebagai sinyal pentingnya single identity bagi warga negaranya. Sehingga tidak ada orang asing manapun yang bisa menggunakan paspor Indonesia untuk melakukan tindakan-tindakan yang membuat citra Indonesia buruk di luar negeri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here