Alat Peraga Dicopot Jelang Pilakda, Calon Independen Kota batu Protes Panwaslu

0
93

Nusantara.news, Kota Batu – Sempat adem ayem, atmosfir Pemilihan Kepala Daerah Kota Batu Februari nanti, mendadak gerah di hari terakhir Januari. Massa pendukung pasangan calon (paslon), Abdul Majid-Kasmuri Idris mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk protes penertiban alat peraga kampanye (APK) yang dinilai tebang pilih.

“APK yang kami pasang bergambar foto saya dan Pak Kasmuri berisi tulisan ‘Gantian Rek’. Itu dipasang di pagar rumah pendukung kami, tetapi kok tetap ditertibkan. Kami sangat kecewa karena sudah mengikuti peraturan KPU, baik dari ukuran, desain maupun lokasi penempati APK,” sebut Majid kepada wartawan, di Batu, Rabu (1/2/2017).

Bersama massa pendukungnya, Majid mengatakan tidak puas dengan penjelasan Panwaslu sehingga mendatangi kantornya di Jalan Bukit Berbungan nomor 13 A Kota Batu Selasa (31/1/2017) siang. “Kami minta Panwaslu memasang lagi APK yang dicopot,” tegasnya.

Pencopotan APK yang tebang pilih itu merupakan puncak kekesalan kubu RB (Rakyat Batu). “Sebelumnya, kami juga sering menerima laporan APK hilang. Namun yang terakhir (Selasa, red), jumlahnya ratusan dan ternyata dicopot Satpol PP atas perintah Panwaslu Kota Batu tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” kata Ketua Tim Sukses RB Iwan Santoso.

Iwan Santoso memastikan, surat izin pemasangan APK sudah dikantongi yang ditandatangani Rochani, Ketua KPU Kota Batu. “Kenapa yang yang dicopot APK kami saja, sedangkan pasangan lainnya nggak dicopot. Ini ada sesuatu banget dari Panwaslu,” tukasnya.

Iwan Santoso membandingkan APK milik pasangan Dewanti-Punjul. “Alat peraga punya paslon nomor dua kenapa gak dicopot sekalian,” ungkapnya di Kantor Panwaslu.

Pernyataan kubu RB sebelumnya dibantah anggota Panwaslu Kota Batu Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Supriyanto. Dalam konfirmasinya, Panwaslu juga menertibkan APK seluruh paslon peserta pilkada. Pertimbangannya, banyak APK yang ukuran dan desainnya tidak dikonsultasikan ke KPU, termasuk bukti pencetakan APK juga tidak dilaporkan.

“Jadi salah besar jika Panwaslu Kota Batu dituduh tidak adil dalam menertibkan APK milik empat paslon,” kata dia. Menurut Supriyanto, seluruh APK milik empat paslon yang dilepas dari tempat pemasangannya disimpan di Kantor Panwaslu, Kota Batu. “Semua APK masih kita simpan dan bisa diambil lagi. Tidak ada yang rusak. Penertiban ini akan terus kami lakukan,” sebutnya.

Suasana panas yang menyelimuti Kota Batu jelang pilkada 15 Februari nanti, bisa jadi akan terus berlanjut. Kendati dinilai sukses selama 2 periode memimpin Kota Wisata julukan Batu, Eddy Rumpoko suami Dewanti bagi sebagian warga disebut gagal sejahterakan penduduk asli. Termasuk hilangnya ikon pertanian yang sejak lama jadi unggulan yang berganti jadi lahan hotel dan hiburan untuk wisatawan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here