Amankan Jalur Mudik, Polda Jatim Terjunkan 12.275 Personel Gabungan

0
14

Nusantara.news, Surabaya – Guna mengamankan jalur mudik, Polda Jawa Timur menerjunkan sebanyak 12.275 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 985 personel dari Polda Jawa Timur, lainnya dari Polres jajaran se-Jawa Timur sebanyak 11.290 personel.

Tugasnya melakukan pengamanan selama Idul Fitri 2017. Tiga penekanan yang menjadi prioritas pengamanan Mudik Lebaran, yakni dengan sandi Ramadniya Semeru 2017.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin seusai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Polda Jawa Timur, Senin (19/6/2017) mengatakan, gelar pasukan Operasi Ramadaniya Semeru ini merupakan wujud kesiapan Polri untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2017. Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan, “Seluruh petugas kepolisian harus melakukan sinergi dengan unsur pengamanan lainnya, baik dari TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja dan unsur lainnya.”

Petugas diminta untuk memberikan penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat agar mematuhi dan mengikuti himbauan petugas kepolisian. Itu guna mencegah terjadinya kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta gangguan Kamtibmas.

“Saya berharap, angka kecelakaan bisa berkurang dibandingkan dengan Lebaran tahun sebelumnya,” pinta Irjen Pol Machfud Arifin, sambil menyebut pelaksanaan Operasi Ramadniya Semeru 2017 digelar selama 16 hari, terhitung mulai hari ini.

Masuk Jateng, Pemudik harus Waspadai Kepadatan 

Bagi pemudik lebaran, saat masuk wilayah Provinsi Jawa Timur khususnya di jalur selatan diharapkan mewaspadai sejumlah titik ruas jalan nasional antara Trenggalek-Ponorogo. Jalur selatan ini rawan terjadi longsor.

Sebelumnya, meninjau kelayakan jalan untuk kesiapan mudik lebaran, Gubernur Jawa Timur Soekarwo melakukan pengecekan sejumlah ruas jalan. Termasuk ruas tol Surabaya-Mojokerto. Dipastikan, jalan yang dilalui sudah bisa dilewati untuk dua kendaraan. Tol Surabaya-Mojokerto di seksi 3 cukup baik dan layak dilintasi, sementara di seksi 2 masih dijumpai yang bergelombang. Jalan tol tersebut bisa dilewati kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 WIB dan pintu utama dari Surabaya ditutup pada pukul 17.00 WIB.

“Kondisi jalan sudah dibeton dan beberapa masih ada yang bergelombang. Gundukan tanah juga masih dijumpai di sisi kanan dan kiri jalan. Di sekitar jalan tol masih belum ada penerangan, namun petunjuk jalan sudah terpasang cukup jelas bagi pengendara,” ujar Soekarwo (13/6/2017).

Untuk tol Surabaya-Kertosono dipastikan bisa dilalui 19 Juni 2017. Melihat kondisi tersebut, Pakde Karwo optimistis jalan tol Surabaya sampai Mengkreng layak dilalui.
Termasuk Jembatan Balley di daerah Mengkreng dipastikan selesai pengerjaannya, 16 Juni 2017.

Dan, guna memastikan semua ruas jalan di wilayah itu aman dan siap dilalui, pihaknya akan kembali melakukan peninjauan 18 Juni 2017, lusa. Untuk jalur Trenggalek-Tulungagung ada sejumlah ruas yang belum terpasang marka jalan. Pengendara yang melintas juga harus berhati-hati.

“Untuk yang rawan longsor berada di KM 16 hingga KM 17 tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu di Trenggalek,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Darma, Kamis (15/6/2017).

Tebing terjal dengan kemiringan curam perlu mendapat perhatian pemudik. Juga waspadai sejumlah perlintasan yang masih tersisa material longsor dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Juga tingkatkan kewaspadaan jika saat melintas turun hujan. Namun, jangan khawatir, jika itu (longsor) sewaktu-waktu terjadi petugas telah bersiaga dengan sejumlah alat berat untuk mengatasinya.

“Mengantisipasi putusnya jalur akibat tanah longsor sewaktu-waktu, kami sudah koordinasi dengan forum lalu lintas denganmenyiagakan alat-alat berat,” tambahnya.

Di ruas jalan Nasional Trenggalek-Tulungagung tersebut, proses perbaikan jalan telah selesai dikerjakan. Jalanan saat ini mulus, siap untuk dilintasi untuk jalur mudik. Dan, saat ini dinas terkait terus merampungkan proses pengurukan bahu jalan, diperkirakan selesai sebelum H-7 lebaran. Meski begitu pemudik diharapkan tetap berhati-hati, karena jalan yang baru diperbaiki belum dilengkapi marka jalan.

Tetapi, pengerjaan marka jalan yang satu paket pengerjaannya juga bisa rampung di H-7 lebaran. Sejumlah ruas jalan yang belum dilengkapi marka jalan di antaranya berada di tiga titik, di Desa Ngetal dan lainnya berada di Desa Bendorejo.

Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut jalur selatan terutama di Kabupaten Trenggalek siap menjadi alternatif jalur mudik dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah atau sebaliknya menuju sejumlah wilayah di Jawa Timur. Di antaranya bisa ditempuh melalui Tulungagung, Blitar, Malang dan sekitarnya. Jalur selatan tersebut tergolong lebih sepi dibanding jalur Pantura atau jalur tengah.

Masuk Jawa Tengah, waspadai kepadatan

Saat masuk wilayah Solo, guna kelancaran arus lalu-lintas dan kenyamanan, Dinas Perhubungan Solo memasang barikade di sepanjang simpang empat Fave Hotel, di Jalan Adi Sucipto. Barikade yang dipasang berjumlah 70 buah, sepanjang 200-an meter. Tujuannya, agar pemudik mendapat kenyamanan dan terhindar macer. Karena jalur tersebut tergolong padat apalagi saat musim mudik lebaran.

“Pemasangan pembatas jalan itu dilakukan pukul 12.30 WIB,” ujar Koordinator Penyelenggara Angkutan Lebaran Solo, Muhammad Usman, Selasa (13/6/2017).

Barikade untuk mengurai kepadatan juga akan dipasang di wilayah Kerten. Dan, Dinas Perhubungan Solo terus melakukan pemantauan dan waspadai simpul-simpul kemacetan untuk dilakukan penguraian. Pemudik yang masuk atau melintas di wilayah Solo terus dipantau oleh petugas untuk mendapatkan kenyamanan dan terhindar dari macet.

Masuk Banyumas, waspadai perlintasan sebidang

Di Banyumas, Dinas Perhubungan menyiapkan 200 rambu petunjuk arah tambahan di jalur alternatif untuk kelancaran dan kenyamanan saat musim mudik. Kepala Seksi Rekayasa dan Prasarana Dinas Perhubungan Banyumas Hermawan mengatakan, penambahan rambu petunjuk diharapkan untuk kelancaran pemudik. Termasuk menemukan jalan alternatif untuk sampai ke tujuan mereka.Terutama bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama mudik lewat jalur selatan.

“Setiap persimpangan akan kami sediakan rambu petunjuk sehingga pemudik tidak bingung jika ingin menggunakan jalur alternatif,” kata Hermawan, Rabu (7/6/2017).

Selain dibuat rambu tambahan, pihaknya juga menambah sekitar 80 lampu penerangan jalan di sepanjang jalur mudik, baik di jalan nasional dan jalan alternatif. Termasuk menyiapkan rekayasa lalu lintas saat terjadi puncak kemacetan arus balik lebaran.

Jika terjadi kemacetan di Ajibarang, pemudik yang menuju ke Jakarta akan mendapat pemberitahuan dari petugas saat masih berada Kebumen. Pengguna jalan akan diarahkan melalui jalur tengah Purbalingga-Pemalang tanpa harus melewati Ajibarang-Bumiayu Brebes.

Jika sampai di jalur Buntu Cilacap, petugas akan mengarahkan melalui jalur Kemranjen-Banyumas-Pemalang untuk menghindari macet di Ajibarang. Dan, jika sudah sampai Wangon, pemudik akan diarahkan melalui Tasikmalaya-Bandung.

Hermawan menyebut, kemacetan di Ajibarang karena perlintasan sebidang sebelum masuk Pejagan. Ada lima perlintasan sebidang di wilayah itu, empat di antaranya sudah dibangun fly over. Satu lainnya belum, sehingga masih rawan macet, karena kereta api melintas 12 menit sekali.

Dinas Perhubungan setempat juga melakukan pengecekan terhadap armada Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang akan dipakai untuk angkutan lebaran. Dengan memeriksa kelengkapan surat untuk bus jurusan Bandung dan Jakarta. Termasuk mengecek seluruh kelengkapan, lampu dekat dan jauh, rem, lampu rem, lampu sein, lampu mundur, ban, pintu darurat, dan perlengkapan penting lainnya. Ditemukan, dari lima bus yang diperiksa, empat di antaranya tidak memenuhi standar laik jalan.

“Ada yang bannya vulkanisir, lampu tidak hidup, serta tidak ada pintu darurat. Kita lakukan penilangan dan tidak boleh angkut penumpang dulu. Sementara yang laik jalan, kami pasang stiker angkutan lebaran,” katanya.

UPT Perlindungan Konsumen Sidak Jelang Mudik Lebaran

Untuk memastikan kenyamanan di musim mudik, UPT Perlindungan Konsumen Jember (PKJ) Disperindag Provinsi Jawa Timur juga akan melakukan sidak di wilayah kerjanya menjelang hari raya Idul Fitri 1438H. Sebanyak enam kabupaten dan satu kota, yakni Kota Jember, Kabupaten Banyuwangi dan Probolinggo.

“Waktunya menjelang hari raya, tidak bisa disebutkan, namanya saja sidak, yang jelas sebelum hari raya,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur Benny Sampir Wanto menjawab pertanyaan media, Senin (19/6/2017).

Lanjut Benny, sidak dimaksudkan agar masyarakat merasakan aman terhadap makanan-makanan yang dibeli, khususnya di sepanjang perjalanan mudik.

UPT juga melakukan pengawasan terhadap barang yang beredar di pasar salah satunya untuk pangan olahan. Juga, memantau harga eceran tertinggi di toko modern atau retail. Termasuk pengecekan terhadap parsel yaitu dengan memeriksa satu persatu barang atau minuman.

“Takutnya barang dan minuman tersebut sudah kadaluarsa dan tidak lolos ijin edar panganan olahan,” ungkapnya.

Terkait temuan adanya pangan olahan yang mengandung borax oleh Balai POM, UPT Perlindungan Konsumen telah melakukan sidak bersama instansi terkait, di Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo dan Kab, Jember. Untuk produk yang tidak memenuhi syarat, yakni tidak memiliki ijin edar dan kemasan mengalami kerusakan, dikembalikan ke distributor atau suplier.

Kemudian, untuk air mineral dalam kemasan yang tidak memenuhi ijin edar dan Standar Nasional Indonesia (SNI) dilakukan tindakan pemusnahan. Pemusnahan juga dilakukan bagi barang-barang yang sudah kadaluarsa. Dari hasil sidak, dilakukan pembinaan terhadap produsen, produsen yang tidak memenuhi syarat akan dikembalikan ke distributor atau suplier.

Khusus untuk produk home industry,  petugas memberikan pembinaan. Sedangkan untuk pengecer dan penjual memberikan himbauan agar lebih selektif terhadap suplier atau distributor yang menawarkan panganan olahan. “Paling tidak harus ber SNI, label jelas, manual dan kartu garansi serta produk impor harus berbahasa Indonesia,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here