AMD Jatim Tuntut Polisi Pro-Aktif Usut Isu Penyadapan SBY

0
220

Nusantara.news, Surabaya – Tudingan Ahok terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua MUI KH Maruf Amin dalam “skenario” fatwa penistaan agama cukup menyita perhatian publik. Apalagi dalam persidangan yang digelar Selasa (31/1/2017) lalu, tim kuasa hukum Ahok sempat menebar ancaman lantaran Maruf Amin menyangkal telah melakukan percakapan telepon dengan SBY.

Sontak, serangan Ahok yang disasarkan pada Maruf Amin dan mantan presiden SBY yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat menimbulkan kegaduhan politik. Berbagai kecaman datang bertubi-tubi dari sejumlah tokoh dan ulama, terutama kalangan nahdliyin. Tak hanya itu, tudingan Ahok juga berhasil memancing reaksi SBY untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

Sikap dan reaksi kegeraman yang ditunjukkan SBY ternyata dibanjiri dukungan dari sejumlah kader dan elemen Partai Demokrat di Jawa Timur. Termasuk, organisasi sayap Partai Demokrat Angkatan Muda Demokrat (AMD) di Jawa Timur yang dipimpin Sugiri Sancoko.

Karena berkaitan dengan kredibilitas SBY, AMD Jawa Timur sangat menyayangkan aparat penegak hukum karena dianggap tidak tanggap terhadap dugaan penyadapan percakapan telepon SBY yang telah ditudingkan Ahok.

“Ini adalah salah satu cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan cagub di Jakarta. Kami khawatir, sikap Ahok itu bisa berbuntut panjang karena memicu konflik di masyarakat. Maka, kami menuntut aparat tanggap dan bertindak tegas sesuai dengan tupoksinya,” tegas Sugiri kepada Nusantara.news, Kamis (2/2/2017).‎

Menurut Sugiri Sancoko, jika benar adanya penyadapan, maka tindakan itu berarti sudah melanggar UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).‎ Sebab, dalam UU itu disebutkan yang berhak melakukan penyadapan adalah penegak hukum.

“Dari UU Nomor 11 Tahun 2008 sudah diatur siapa saja yang berhak melakukan penyadapan. Jika benar-benar rekaman itu ada, maka harus ditelusuri. Ini juga bukan delik aduan, harusnya pihak kepolisian bisa langsung memproses. Apalagi dalam persidangan, Ahok mengaku punya alat bukti rekaman,” tandas pria yang pernah juga ikut mencalonkan diri sebagai Bupati Ponorogo pada pilkada serentak 2015 lalu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here