Amien Rais ‘Diusik’, SIMPATIK PAN Jatim Pasang Badan

0
150
Sutrisno Bachir menolak bahwa pemberian Rp 600 juta kepada Amien Rais hasil dari korupsi alkes di Kemenkes. Uang itu merupakan bantuan untuk kegiatan Amien Rais yang dirogohnya dari kocek yang ditransfer yayasan Sutrisno Bachir Foundatios.

Nusantara.news, Surabaya – Satuan Tugas Sistem Pengamanan Teknis Kegiatan (Simpatik) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menyatakan tekad siap digerakkan kapan pun dan ke mana pun jika PAN menghendaki, terutama untuk melindungi dan mengawal pimpinan partai yang diusik apalagi dicelakai.

Pernyataan sikap itu dilontarkan Komandan Simpatik DPW PAN Jawa Timur, Mahfud saat mengumpulkan personil Simpatik di Rumah PAN Jawa Timur di Jalan Darmo Kali Surabaya, (8/6) kemarin.

Kader Simpatik PAN Jawa Timur yang dikumpulkan bukan tanpa alasan, Mahfud yang saat itu didampingi Sekretaris DPW PAN Jawa Timur Basuki Babussalam dan Bendahara Agus Maimun menegaskan, sebanyak 10 ribu personil Simpatik siap menjalankan perintah tugas partai. Termasuk dukungan kepada Amien Rais jika mendapat perlakukan tidak mengenakkan, dikriminalisasi dan pembunuhan karakter oleh lembaga negara bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di depan wartawan, Mahfud mengatakan 10 ribu personil Simpatik siap digerakkan kapan pun dan ke manapun termasuk untuk menduduki gedung KPK di Jakarta.

“Assallamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Melihat perkembangan situasi nasional saat ini, kami Simpatik DPW PAN Jawa Timur melihat ada upaya untuk membunuh karakter dan langkah kriminalisasi kepada tokoh bangsa, Bapak Amien Rais. Maka, kami segenap pengurus Simpatik DPW PAN Jawa Timur yang berperan sebagai benteng tokoh-tokoh partai dan benteng para ulama, menyatakan mendukung dan mengawal setiap langkah yang diambil oleh Bapak Amien Rais dalam menghadapi peristiwa ini,” kata Mahfud lantang, serentak disambut kalimat ‘Siap’ oleh seluruh Satgas Simpatik.

Mahfud menambahkan, langkah DPW PAN Jawa Timur tidak main-main menyikapi ‘ancaman’ yang mengintai Amien Rais. Terhitung sejak hari itu 10 ribu personil Simpatik siap menunggu perintah, termasuk sewaktu-waktu digerakkan ke KPK di Jakarta.

“Kami siagakan 10 ribu personil Simpatik untuk menduduki KPK, jika tuduhannya tidak terbukti benar,” tegas Mahfud, lagi-lagi disambut dengan kalimat ‘Siap’ oleh personilnya.
Ditambahkan, langkah yang disiapkan PAN Jawa Timur bukan sebagai ancaman atau intervensi. Pihaknya, menyebut selalu menjaga dan menghormati hukum dan setiap proses yang dilakukan oleh lembaga negara dalam penanganan sebuah persoalan.

Jika dalam perjalanannya, Amien Rais tidak terbukti bersalah, Simpatik PAN Jawa Timur meminta lembaga anti Rasuah itu membersihkan nama baik tokoh bangsa yang sangat dihormati, Amien Rais.

“Kami meminta KPK juga membersihkan nama baik tokoh bangsa yang sangat kami hormati, Bapak Amien Rais,” lanjut Mahfud. Simpatik PAN Jawa Timur, selain mendukung dan mengawal langkah yang diambil Amien Rais, juga meminta KPK tidak mudah diarahkan atau diintervensi oleh pihak mana pun.

“Kami dengan tegas meminta KPK untuk tidak diarah-arahkan atau diintervensi oleh pihak mana pun. Kami juga meminta polisi menindak tegas pelaku pelecehan dan penghinaan terhadap Bapak Amien Rais, tanpa pandang bulu. Ini sebelum terjadi pengambilan langkah sendiri oleh anggota Simpatik kami,” tegas Mahfud, yang kemudian membacakan lima butir pernyataan Simpatik PAN Jawa Timur.

Simpatik PAN Jawa Timur menyatakan sikap sebagai berikut,

1. Mendukung dan mengawal setiap langkah yang diambil oleh Bapak Amien Rais dalam menghadapi peristiwa ini.

2. Menghimbau kepada KPK pada saat menangani kasus korupsi di negara ini, harus mengedepankan perannya sebagai lembaga negara yang tidak bisa diarahkan atau diintervensi oleh pihak mana pun.

3. Meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas bagi pihak mana pun yang melakukan penghinaan, melecehkan dan atau sejenisnya kepada Bapak Amien Rais tanpa pandang bulu, sebelum terjadinya pengambilan langkah sendiri oleh anggota kami.

4. Kami akan siap berada di barisan terdepan membela Bapak Amien Rais selaku pendiri Partai Amanat Nasional dan siap menjadi benteng para ulama dari upaya kriminalisasi, di mana jasa-jasa beliau telah banyak memberikan perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik.

5. Kami siapkan 10 ribu pasukan untuk mendatangi dan menduduki KPK jika tuduhannya tidak terbukti benar, agar KPK membersihkan nama baik Bapak Amien Rais.

Sebelumnya beredar berita, PAN menanggapi adanya dugaan aliran dana hasil korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Dalam pemeriksaan Jaksa, Amien Rais dinyatakan menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta yang ditransfer per Rp 100 juta sebanyak 6 kali.

Padahal, dalam pemeriksaan berikutnya, Siti Fadilah menyatakan tidak tahu menahu atas tuduhan jaksa tersebut, bahkan mantan Menkes era SBY itu tidak pernah membawa-bawa nama Amien Rais. Siti Fadilah sendiri bingung, bagaimana jaksa bisa menuduh Amien Rais.

Mantan Ketua MPR era Reformasi itu sendiri sudah menyatakan, dirinya menerima bantuan dari Sutrisno Bachir lewat rekening yayasan Sustrisno Bachir Foundation (BSF) karena komitmen dirinya dalam pertemanan yang sudah lama terjalin, ketika masih menjadi Ketua Umum PAN saat itu.

Partai rupanya juga harus menyikapi persoalan itu dengan profesional. Jika PAN menanggapi kasus itu secara berlebihan, diyakini akan memperburuk citra partai berlambang matahari tersebut di hadapan publik.

“Kalau mereka terlalu jauh seperti menyerang KPK, saya pikir akan menambah tidak simpati publik secara umum,” ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, di Jakarta, Selasa (6/6).

Menurut Rangkuti, sebagai kader melakukan pembelaan terhadap tokoh di partainya adalah hal yang wajar. Itu selama masih dalam koridor yang profesional dan wajar.

“Nah, kalau mereka mampu membuatnya seperti itu tidak akan berdampak buruk. Tapi kalau berlebihan maka bisa bisa justru menambah sikap negatif terhadap PAN,” tambahnya.

Dana yang disetor ke Amien Rais dari Yayasan SBF berasal dari PT Mitra Medidua dalam proyek alat kesehatan tersebut. PT Mitra Medidua merupakan supplier PT Indofarma Tbk, yang memenangi proyek pengadaan alat-alat kesehatan atas penunjukan langsung oleh Siti Fadilah.

Penunjukan langsung kepada PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap PAN. Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah. Penunjukan langsung itu bermula saat Siti paska September 2005 beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun, selaku Ketua Soetrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki merupakan adik ipar Soetrisno Bachir.

Sutrisno Bachir sebelumnya membenarkan memberikan sejumlah uang terhadap Amien Rais. Namun, dia membantah sumber uang itu dari hasil korupsi pengadaan alat-alat kesehatan yang tengah menjerat Siti Fadilah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here