Amien Rais Mengancam

0
209

AMIEN Rais akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait penyebaran hoaks tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet.  Pemanggilan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini membuat heboh. Sebab, sejak beberapa hari sebelumnya, sudah banyak pernyataan yang menolak pemanggilan Amien.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak  mengatakan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) marah karena pemanggilan Amien tersebut. “Kokam menganggap ada upaya kriminalisasi terhadap Amien Rais,” ujar Dahnil yang juga Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jakarta, 8 Oktober kemarin.

Sementara politisi PAN Drajad Wibowo mengatakan, pihak kepolisian akan menyesal karena telah memanggil Amien Rais. Sebab, Amien Rais akan membongkar kasus korupsi yang lama mengendap di KPK. “Saya akan datang ke Polda. Setelah itu, saya akan membuat fakta yang Insya Allah akan menarik perhatian, tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK,” kata Amien. Amien tak menjelaskan kasus apa yang dimaksudkannya. Sebelum diperiksa kemarin, dia juga berteriak agar Kapolri Tito Karnavian diberhentikan.

Kita tidak paham apa korelasi pemanggilan Amien Rais sebagai saksi dengan kasus korupsi yang sudah lama mengendap di KPK. Kita juga tidak paham apa kaitan antara pemanggilan Amien sebagai saksi dengan tuntutannya untuk mencopot Tito Karnavian dari jabatan Kapolri.

Sebab pemanggilan Amien menjadi saksi terhadap suatu peristiwa yang dianggap diketahuinya, bukanlah sesuatu yang aneh. Bahkan seandainya dalam pemeriksaan itu ditemukan bukti-bukti yang mengharuskan polisi untuk meningkatkan prosesnya menjadi penyidikan, dan Amien menjadi tersangka, itu juga bukan keganjilan.

Keanehan terjadi apabila yang dikhawatirkan Dahnil Simanjuntak tadi menjadi kenyataan: Amien Rais dikriminalisasi.

Istilah “kriminalisasi” ini memang menjadi momok dalam penegakan hukum kita sejak satu-dua tahun terakhir. Istilah ini sering sekali terdengar terutama sejak ramainya aksi-aksi umat Islam di Jakarta terkait penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Diketahui, ada beberapa tokoh yang terlibat dalam aksi itu yang diproses hukum dalam kasus “tiba-tiba” muncul. Misalnya Habib Rizieq Syihab dengan sangkaan asusila, Bachtiar Nasir yang disangka melakukan pencucian uang, atau Muhammad Al Khaththath dengan sangkaan makar.

Kriminalisasi harus ditolak keras. Sebab, kriminalisasi berarti melakukan proses hukum terhadap seseorang yang tidak melakukan pelanggaran hukum. Penegak hukum melakukan rekayasa dengan mengadakan sesuatu yang tak ada. Menurut KBBI, kriminalisasi adalah proses yang memperlihatkan perilaku yang semula tidak dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian digolongkan sebagai peristiwa pidana oleh masyarakat

Tetapi jika memang pelanggaran hukum terbukti, kejahatan telah terjadi, maka salah besar jika penegak hukum mendiamkannya tanpa tindak lanjut. Oleh sebab itu, kriminalisasi ini harus dijernihkan. Apalagi kriminalisasi terhadap sosok yang diklaim sebagai ulama atau  tokoh politik.

Nah, sebagai upaya menjernihkan itu, Amien Rais harus menggugat polisi sekiranya memang terjadi kriminalisasi terhadap dirinya.  Penyidikan atau penangkapan terhadap orang-orang yang menganggap dirinya sebagai obyek kriminalisasi itu perlu digugat secara hukum sehingga bisa diketahui kebenarannya. Semangatnya untuk menari kebenaran. Bukan untuk menyalahkan atau membela diri.

Jika para “korban kriminalisasi” itu merasa diciderai hak-haknya, seharusnya mereka mengajukan gugatan praperadilan. Ini sangat penting dilakukan sebagai upaya mencari kebenaran yang sejati.

Hal yang perlu dihindari dalam kasus ini adalah kebiasaan mempolitisisasi masalah. Pihak tersangka jangan mempolitisasi bahwa penangkapan dirinya adalah rekayasa politik gaya lama.

Polri pun juga harus menghindari hal yang sama. Polri adalah lembaga publik yang setiap saat harus siap diuji. Hanya dengan pengujian terus-menerus Polri bisa kokoh sebagai penegak hukum yang profesional.

Sedangkan ancaman Amien untuk membongkar kasus korupsi yang mengendap lama di KPK, mestinya itu tidak diletakkan dalam konteks “serangan balasan” terhadap pemeriksaan dirinya. Kalau ada bukti yang kuat, Amien harus menyerahkannya ke KPK. Dan galang kekuatan rakyat untuk menekan KPK agar tidak terus mengendapkan kasus itu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here