Ancam Pancasila, UKP-PIP Belum Sentuh Narsisme Generasi Milenial

0
137

Nusantara.news, Jakarta – Instagram atau IG adalah media sosial (medsos) produk teknologi digital paling populer di dunia tahun 2017. Hampir semua anak muda yang disebut generasi milenial atau generasi Y menggunakan IG. Berdiri tahun 2010 di Amerika Serikat, jumlah akun pengguna IG tahun 2015 mencapai 300 juta. Jumlah ini memang belum setara dengan jumlah generasi milenial dunia tahun 2015 yang menurut situs World Life Expectancy mencapai sekitar empat miliar orang atau setengah dari populasi dunia yang mencapai 7.349.472.099 orang. Namun demikian, sejak dini harus diantispasi, karena ciri atau “ideologi” pengguna IG adalah narsis, narsisme, yakni sebuah kedenderungan yang egoistik, yang cinta diri sendiri, yang bergerak untuk kepentingan diri sendiri. Pada saatnya generasi milenial akan memimpin negara. Ini berbahaya karena kecenderungan narsisme akan menjadi ancaman bagi kepentingan umum, ideologi negara dan identitas nasional.

Pertanyaannya, bagaimana pemerintah memosisikan generasi milenial yang narsis sebagai SDM pelaku pembangunan yang bergerak untuk kepentingan masyarakat atau negara? Bagaimana pemerintah mengupayakan agar identitas nasional tetap menjadi bagian generasi milenial di tengah kecenderungan narsisme-nya?

Hal ini patut dipertanyakan, karena Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang dipimpin Yudi Latif yang bertanggung jawab terhadap upaya melestarikan dan menyosialisasi ideologi negara, belum memperlihatkan tanda-tanda akan menyentuh atau mempersoalkan kecederungan narsisme generasi milenial.

15 Prilaku Narsisme di Instragram

Seperti apa prilaku narsisme yang mucul di Instagram? Situs “Hipwee” mengidentifikasi sedikitnya ada 15 prilaku narsis yang ditemukan di IG.

  1. The Holy Hashtager yang merasa kurang afdol kalau fotonya gak dijejali dengan tagar. #PhotoOFtheDay
  2. Foodie Instagrammer. Foodie adalah tipe orang yang suka mengambil foto makanan dari berbagai angle tepat setelah makanan tersebut dihidangkan. Hasil fotonya kadang lebih ‘lezat’ daripada makanannya sendiri.
  3. Gym Freak, pamer otot sekalian memacu semangat follower-nya buat nge-gym juga. Gym freak adalah tipe orang yang senang berfoto ketika berkeringat di pusat kebugaran. Foto di depan kaca, sedang mengangkat barbel, atau memperlihatkan otot-otot tubuhnya menjadi pose yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan batinnya. #Gym #workout #burnbabyburn.
  4. Traveler. Destinasi wisata yang indah, makanan khas daerah yang dikunjungi, kebudayaan dan masyarakat setempat menjadi tema-tema foto yang diambil oleh sang traveler sejati. #Traveladdict.
  5. Foto jepretan sayap dari jendela pesawat. ini adalah tipe orang yang sering bepergian keluar kota atau keluar negeri dengan menggunakan pesawat. #BeautifulSky.
  6. The Selfie People jepret hingga puluhan kali buat menghasilkan foto yang sama. Ciri pengguna yang satu ini adalah albumnya dipenuhi dengan foto narsis dirinya dengan berbagai pose, tidak peduli tempat dan waktu. Selfie menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. #Cute.
  7. Pecinta Hewan bisa dilihat dari kecenderungannya lebih sering foto sama pet daripada sama pacar. Instagrammer jenis ini adalah mereka yang mencintai hewan peliharaanya lebih dalam daripada mencintai orang lain. Mereka berfikir, bahwa orang lain juga harus menyukai hewan peliharaanya. Foto hewan peliharaan mereka yang sedang tidur, sedang sibuk dengan bola bulunya, sedang dalam pelukan pemiliknya menjadi pose-pose berfoto yang harus dilakukan. #AnimalLovers
  8. The Couplestagram. Foto instagrammer jenis ini penuh dengan kemesraan-kemesraan dirinya dengan sang kekasih, entah mereka benar-benar merasa bahagia atau hanya pencitraan semata agar semua orang tahu bahwa dirinya bukanlah seorang jomblo. Yang aneh adalah ketika berganti pacar, foto mesra bersama sang mantan raib entah kemana. #HappyCouple.
  9. Menulis kata-kata mutiara. Instagrammer jenis ini biasanya memiliki kepribadian yang mellow dan tipe orang yang puitis. Setiap kejadian yang menimpa dirinya, dia terima dengan positif sehingga dia merasa bahwa rangkaian kata yang mereka buat mampu untuk menginspirasi dirinya dan diri yang melihat postingannya. Tidak jarang juga, terkadang mereka hanya mendapatkan kata-kata mutiara (kebanyakan klise) penggugah semangat tersebut dari internet. #QuoteOfTheDay
  10. Sosialita. Instagrammer jenis ini tidak pernah absen ketika party. Clubbing juga menjadi rutinitas malamnya. Dia akan mengambil sebuah foto kemudian mengunggahnya ke instagram dengan filter yang akan menutupi muka mereka yang terlihat mengerikan, tidak lupa flash digunakan agar tempat remang tersebut telihat lebih terang dan jelas kalau mereka sedang berada di tempat pesta. #FunTimes.
  11. Instagram juga jadi rumah bagi pecinta alam yang kegiatannya selalu di luar rumah. Bintang di langit yang gelap menjadi atapnya, tanah pegunungan yang basah menjadi alas tidurnya, tidak lupa pepohonan yang rindang dan cangkir yang mengepulkan asap dari kopi yang masih hangat menjadi ciri khas foto yang diambilnya. Dia adalah seseorang yang anti mainstream yang meninggalkan hingar bingar kehidupan kota yang semakin sibuk, kembali menyatu dengan alam adalah pilihan berat yang dia pilih agar hidupnya menjadi lebih baik. #OutdoorLife
  12. Shoppaholic. Golongan instagrammer yang satu ini juga hobi untuk mengunggah barang belanjaannya ke instagram. Kelebihan golongan ini adalah mereka tahu tren fashion terbaru (fashionista) yang sedang populer. Mereka berpose dengan pakaiannya yang mewah, tidak jarang pula memberi tips berpakaian yang modis atau bagaimana cara mendapatkan baju yang keren dengan harga yang murah. Tapi, terkadang mereka hanyalah orang biasa yang senang berpose dengan baju yang mahal (bukan miliknya). #Obsessed.
  13. Endorsement dan iklan. Sang advertiser adalah orang yang menggunakan akun instagramnya sebagai media promosi yang gratis dan mudah diakses. Dalam setiap kesempatan, sang advertiser tidak akan segan-segan mengunggah barang apa yang mereka jual, atau mengacaukan linimasa orang lain dengan mengupload fotonya dalam waktu yang tidak berselang lama. #AdvertisingForYou.
  14. Everything for Instagram. Karakteristik pengguna instagram yang terkahir ini adalah dia yang merasa segala hal yang dilakukannya harus diabadikan melalui mata kamera kemudian mengunggahnya ke instagram agar orang lain mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Mereka tidak akan mampu untuk menurunkan smartphone mereka pada setiap kesempatan, terkadang mereka tidak sadar dengan hal yang sedang dilakukannya. Tapi, cukup untuk memberitahu followersnya akan hidupnya yang susah bagaikan artis yang harus memenuhi kebutuhan fans akan informasi dirinya. #Unfollow.
  15. Tongkat narsis. instagrammer jenis ini adalah sosok yang memiliki sosialitas yang lebih daripada si narsis yang hobi berselfie ria. Satu tangan maju ke depan menjadi ciri khas foto yang diunggah oleh pengguna jenis ini #Groupie

Apa Itu Narsisme?

Narsisisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis.

Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil tokoh dalam mitos Yunani, yaitu Narkissos, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Ia sangat terpengaruh oleh rasa cinta akan dirinya sendiri dan tanpa sengaja menjulurkan tangannya hingga tenggelam dan akhirnya tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir.  Narsisisme memiliki sisi sehat karena bisa membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia.

Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan.

Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.

Selain itu, seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk memperoleh kemenangan.

Dalam perspektif ini, tampak urgensi pertayaan di atas, yakni, Kecederungan narsisme ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana pemerintah memosisikan generasi milenial sebagai SDM pelaku pembangunan. Pertanyaan lain, bagaimana pemerintah menyusupkan identitas nasional di tengah kecenderungan narsisme generasi milenial? Pertanyaan ini penting, karena generasi Y yang narsis ini pada saatnya akan menjadi pemimpin negara. Sebagai pemimpin negara, wajib  hukumnya amanah terhadap kepentingan umum, terhadap idelogi negara dan identitas nasional.

Kercederungan narsisme bahkan tidak menutup kemungkinan di mana negerasi milenial tidak hanya tidak paham Pancasila, tetapi mungkin tidak hafal.

Antisipasi 

Pemerintah memang sudah mengantisipasi perkembangan untuk merespons perubahan  yang disebut era Industri 4.0. Revolusi Industri pertama ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Revolusi industri kedua ditandai dengan produksi massal berkat adanya tenaga listrik. Revolusi industri ketiga ditandai otomatisasi produksi berkat dukungan industri elektronik dan teknologi informasi. Revolusi industri keempat akan terjadi berkat dukungan internat. Dalam revolusi keempat ini semuanya akan terdigitalisasi.

Apa itu era digitalisasi? Ini terkait dengan perubahan arus informasi. Informasi merupakan pesan atau message yang disampaikan oleh komunikator atau sender kepada komunikan atau receiver dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan mengubah pola pikir seseorang . Dalam memproduksi, mengolah dan menyebarkan informasi, pada awalnya masyarakat menggunakan metode tatap muka sebagai sarana penyampaian informasi. Komunikasi yang sering terjadi dalam metode tatap muka ialah komunikasi interpersonal di mana seseorang berbicara kepada orang lain, atau seseorang berbicara dengan kelompok orang yang lain. Dalam komunikasi tatap muka, pesan yang digunakan bersifat analog karena penyampaian informasi menggunakan media alami berupa gelombang suara manusia yang bersifat analog.

Seiring dengan kemajuan teknologi media massa dan peralatan teknologi lainnya muncul sebagai pengganti metode tatap muka untuk memudahkan masyarakat dalam menyebarluaskan informasi.  Proses penyebaran informasi menjadi berkembang dan berubah dari format analog menjadi format digital.

Masyarakat tidak lagi harus bertatap muka jika ingin menyampaikan informasi, tetapi dapat menggunakan peralatan lain sebagai media penghantar pesan. Masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga saat berkomunikasi karena sudah menggunakan alat telekomunikasi seperti telepon dan komputer, karena media penghantar tersebut dapat menghantarkan informasi yang sudah mengalami digitalisasi atau yang disebut dengan informasi digital.

Semua perubahan itu mendorong manusia beradaptasi, karena pada akhirnya akan mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan.

Mengutip Ketua DPR Bambang Soesatyo pemerintah memang telah bersiap dengan merancang peta jalan (road map) berjudul Making Indonesia 4.0, sebagai strategi Indonesia memasuki era digital.  Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah telah mengelompokkan lima industri utama yang disiapkan untuk Revolusi Industri 4.0. “Lima industri yang jadi fokus implementasi Industri 4.0 di Indonesia yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia,” kata Presiden saat membuka Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) pada pekan pertama April 2018.
Menurut Presiden, kelima industri tersebut ditetapkan menjadi tulang punggung guna meningkatkan daya saing. Lima sektor tersebut juga dinilai Presiden akan menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru berbasis teknologi. Memang, era Industri 4.0 sudah menghadirkan pabrik cerdas karena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, peluang bagi tercipta dan tersedianya lapangan kerja baru tetap terbuka.
Itu terkait road map industri yang bersifat fisik. Bagaimana dengan road map di bidang ideologi negara dan identitas nasional lainnya? Bagaimana pemerintah mengupayakan agar generasi milenial dengan kecederungan narsisme bisa tetap amanah terhadap ideologi negara Pancasila dan identitas nasional?

Saat ini negara masih berada dalam kepemimpinan generasi X, yakni generasi yang lahir sebelum tahun 1980 atau sebelum generasi Y. Arus informasi masih bergerak secara analog. Generasi ini, masih generasi tatap muka. Beda dengan generasi Y yang bahkan tidak saling berbicara walau berada di satu tempat yang sama.

Gerenasi X, yang anggotanya antara lain  Presiden Joko Widodo dan lain sebagainya, masih amanah terhadap ideologi negara dan identitas nasional lainnya. Isu-isu politik jelang pilpres misalnya masih didominasi  oleh kemiskinan, lapangan kerja untuk rakyat, tentang Pancasila. Singkatnya, tentang kepentingan umum dan kepentingan negara.

Tetapi generasi X yang masih amanah terhadap kepentingan umum sekarang ini, pada saatnya akan digantikan oleh generasi Y yang narsis yang dalam batas-batas tertentu dapat dikatakan anti-kepentingan umum. Oleh sebab itu, menjadi pertanyaan, apakah generasi X yang masih amanah dan memimpin negara saat ini, sudah membuat road-map bagaimana agar generasi Y yang narsis pada saatnya juga akan amanah terhadap kepentingan umum terhadap ideologi dan identitas nasional?

Masih ada waktu bagi generasi X untuk melakukan pendampingan terhadap generasi Y. Tetapi tidak panjang. Waktu yang tersisa mungkin sekitar 10 sampai 20 tahun medatang. Jika generasi X tidak berhasil menyosialisasikan kepada generasi Y tentang apa itu kepentingan umum, apa itu ideologi negara dan identitas nasional, maka kepemimpinan generasi Y yang narsis, pada 10 atau 20 tahun mendatang akan menjadi ancaman bagi kepentingan umum, bagi ideologi negara dan bagi identitas nasional Indonesia.

Generasi X, sebut saja Presiden Jokowi misalnya memang cukup familiar dengan istilah generasi Y atau generasi milenial. Tetapi secara cepat harus dikemukakan, hal itu bukan dalam kerangka pendampingan ideologis, tetapi lebih dalam kaitannya dengan urusan pencitraan untuk kepentingan pemilihan presiden yang digelar tahun 2019 mendatang.

Sebegitu jauh, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang dipimpin Yudi Latif yang bertanggung jawab terhadap upaya melestarikan dan menyosialisasi ideologi negara, belum tampak ada tanda-tanda akan menyentuh atau mempersoalkan kecenderungan narsisme generasi milenial. UKP-PIP masih lebih banyak bicara soal posisi Ketua UKP-PIP agar setingkat dengan menteri. UKP-PIP masih bicara soal pentingnya GBHN. Belum ada sama sekali wacana misalnya bagaimana metode sosialisasi pancasila terhadap generasi milenial yang narsis.

Masih ada waktu untuk generasi X melakukan pendampingan terhadap generasi Y. Petinggi negara, utamanya UKP-PIP saatnya membuat road-map sosialisasi ideologi negara dan identitas nasional terhadap generasi Y atau generasi milenial.  UKP-PIP setidaknya perlu mendeteksi terlebih dahulu pemahaman generasi milenial terhadap Pancasila, kepentingan umum dan identitas nasional.  UKP-PIP juga perlu mempersiapkan diri menjadi lembaga yang mengubah kencederungan narsisme generasi milenial menjadi generasi yang amanah terhadap kepentingan umum, amanah terhadap kepentingan negara, amanah terhadap ideologi negara, amanah terhadap identitas nasional[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here