Anggaran Pilgub Jatim Bengkak Jadi Rp 1,6 Triliun

0
216

Nusantara.news, Surabaya – Anggaran Pemilihan Gubernur Jatim diwarnai perdebatan karena angkanya terus meningkat. Kesepakatan awal antara eksekutif-legislatif hanya Rp600 miliar. Karena itu, di APBD 2015 dicadangkan sebesar Rp100 miliar. Sisanya dibuat multi years hingga 2018. Tapi kini karena membengkak jadi Rp1,1 triliun. Angka itu oun kemudian disepakati. Skenarionya pembiayaannya adalah, APBD 2016 dibebani Rp300 miliar. Sisa Rp600 miliar dicadangkan pada APBD 2017 dan 2018, masing-masing sebesar Rp300 miliar.

Kesepakatan itu mentah lagi. Sebab masih saja terjadi tarik ulur hingga naik lagi menjadi Rp1,4 triliun. Kemungkinan bahkan  bisa menjadi Rp1,6 triliun karena masih ada pos yang belum tercover ketika pembahasan P-APBD 2017 pada tanggal 10 November 2016 lalu,” terang sumber Nusantara.News di Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (31/1/2017).

Ketua Komisi A Freddy Purnomo pernah membenarkan jika total kebutuhan anggaran pilgub mencapai Rp1,6 triliun. Itu sudah termasuk biaya desk pilkada dan dana pengamanan untuk jajaran TNI. Namun politisi asal Fraksi Golkar tersebut, kala itu menegaskan anggaran bukan hanya untuk pilgub. “Pilgub kan tidak berdiri sendiri karena pada 2018 juga ada pilkada serentak di 18 kota/kabupaten di Jawa Timur,” terangnya.

Dari Rp1,6 triliun, Freddy Purnomo merinci KPU mendapat Rp1,1 triliun, Bawaslu minta jatah Rp197 miliar dan Rp131 miliar untuk ongkos pengamanan dari kepolisian. Sedangkan biaya desk pilkada dan pengamanan dari TNI masih belum dihitung. Dari total perubahan itu, ditambah cadangan anggaran yang sudah diplot sejak 2015, APBD 2017 dibebani Rp300 miliar, sisanya Rp1 triliun dialokasikan dari APBD 2018.

Pada pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2017 menjadi Peraturan Daerah (Perda), 10 November 2016, 9 fraksi di DPRD Jawa Timur sudah menyetujui dan mengesahkan struktur anggaran. Kerangka anggaran APBD 2017 yaitu pendapatan daerah sebesar Rp27.781.544.750.123. Sedangkan belanja daerah Rp28.088.211.416.789.

Gubernur Soekarwo yang bakal mengakhiri masa jabatan 2 periodenya 2018 nanti, sebenarnya merasa berat. Pertimbangan kondisi perekonomian jadi yang utama. “Dana pilgub yang sudah terkumpul Rp400 miliar masih kurang dan akan jadi beban APBD 2017 dan 2018,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here