Angka Buta Huruf Kota Batu Makin Bertambah

0
108

Nusantara.news, Kota Batu – Maraknya pembangunan yang berorientasi infrastruktur bisnis, mengenyamping beberapa sektor yang harusnya menjadi prioritas yakni pembangunan manusia. Kota Batu dikenal sebagai Kota Wisata, yang mana pembangunan di bidang kepariwisataannya terus digenjot guna mendongkrak pendapatan daerah. Bisa kita lihat berbagai macam tempat hiburan, bahkan Jatim Park I, II, dan III dibangun di kota tersebut.

Namun apalah arti pendapatan daerah yang banyak, tapi beberapa sektor penting justru malah terabaikan. Dapat kita lihat potret Pendidikan kota batu yang dapat dikatakan masih  tergolong rendah.

Koordinator Komite Pendidikan Kota Malang, Raka Marchyandi mengungkapkan bahwa pembangunan Kota Batu masih timpang dan jauh dari kata ideal menyeluruh ke seluruh masyarakat “Pembangunan hanya terfokus pada infrastruktur sektor pariwisata, dan hal itu hanya bisa dinikmati oleh masyaraat kelas menengah ke atas,” ujar dia kepada Nusantara.news, Senin (24/4/2017)

Ia menambahkan bahwa apabila hal ini diteruskan, maka akan menambah permasalahan baru akan muncul “Pembangunan yang tidak merata cenderung pada elit kelas menengah keatas, akan menimbukan jurang ketimpangan semakin lebar,” imbuh Raka

Berdasar pada data Analisis Situasi Pembangunan Manusia (ASPM) 2016 Kota Batu, yang menunjukan bahwa angka melek huruf semakin menurun dan tingkat buta hurufnya secara otomatis semakin meningkat.

Terlihat bahwa dari tahun 2012 hingga data terakhir tahun 2014, angka melek huruf semakin menurun, dari 98,32 – 94,79 persen, dan di lain sisi secara otomatis angka buta huruf semakin meningkat secara fluktuatif dari tahun 2012 hingga 2014, dari yang awalnya angka buta huruf hanya 1,68 persen kini meningkat menjadi 5,21 persen, hampir menyusul dengan persentasi Provinsi Jawa Timur.

Sumber: Analisis Situasi Pembangunan Manusia 2016 Kota Batu

Masalah yang muncul tersebut menjadi PR baru bagi Dinas Pendidikan Kota Batu, untuk berbenah sekaligus membuat strategi dan pemberdayaan agar masalah-masalah mengenai pendidikan dapat teratasi

Melihat hal tersebut, Aktivis Pendidikan tersebut menyebut bahwa kini pemerintah Kota Batu masih tertarik pada proyek yang mempercantik kota, dengan padat investor dibanding perbaikan infrastruktur serta sektor pemberdayaan pembangunan manusianya.

Raka berharap arah pembangunan Kota Batu lebih mengedepankan, pada pembangunan manusiannya, khususnya Pendidikan yang hari ini menjadi potret suram kota batu karena tingkat buta hurufnya bertambah. “Elemen masyarakat, LSM,Mahasiswa, Media juga lebih kritis dalam menanggapi permasalahan seperti ini agar menjadi pecutan, agar pembangunan pemerintah lebih diarahkan ke pembangunan manusiannya,” tutupnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here