Angka Pengangguran Kabupaten Malang Meningkat Di ikuti Angka Kemiskinan

0
983

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Angka pengangguran di Kabupaten Malang tahun ini mengalai peningkatan. Terlihat dari tren tahun 2015 menuju akhir 2016  yang cukup mengkhawatirkan. Berdasar pada data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang dengan perkiraan klaim BPJS jumlah PHK, angka pengangguran yang meningkat cukup tajam.

Tercatat tahun 2015 pengangguran sebanyak 756 orang. Jumlahnya naik cukup tinggi tahun 2016 bulan Oktober, yaitu sebanyak 5.274 orang. Jadi, jumlah penganggur mencapai 6.030 orang.

Data terkait peningkatan pengangguran tersebut dijustifikasi oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Achmad Junaedi. “Memang tiap tahunnya ada kenaikan pengangguran, apalagi banyak Mahasiswa yang lulus dan masih menetap di Malang ini yang kemudian menunjang peningkatan Pengangguran,” pungkasnya kepada wartawan, Senin (17/7/2017).

Selain itu pihaknya menjelaskan bahwa pada awal tahun 2017 lalu penambahan cukup banyak dengan adanya PHK.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Kabupaten Malang, Sukardi menjelaskan terkait perbandingan antara angkatan kerja dengan perbandingan masyarakat yang sudah bekerja. “Berdasarkan data yang dimiliki Disnaker Kabupaten Malang, terlihat pada tahun 2015 angkatan kerja sejumlah 1.573.802 orang. Sedangkan yang tertampung di dunia kerja hanya 4.514 orang.” terangnya.

Selain dapat dilihat dari angkatan kerja dan masyarakat yang sudah bekerja, tren peningkatan pengangguran juga dapat dilihat melalui pencari kerja tahun 2015 sebanyak 52.115 orang. Artinya, ada 47.601 pencari kerja yang tidak tertampung.

Sementara itu, pada tahun 2016 kemarin, jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 1.575.032 dengan pencari kerja sebanyak 53.651 orang. Namun, yang tertampung hanya 1.182 orang.

“Dari situ terlihat ada kenaikan cukup tinggi dari pencari kerja dan tidak diimbangi dari angkatan kerja yang tertampung pada perbandingan tahun 2015 dan 2016, jadi terkesan timpang naik sebanyak 52.469 orang,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan terkait angka pengangguran terbuka terlihat juga dari data perkembangan bursa tenaga kerja. “Lowongan kerja tahun 2016 mengalami penurunan daripada tahun 2015, yaitu 2.023 menjadi 1.536, hal tersebut juga yang memengaruhi tren peningkatan pengangguran di Kabupaten Malang” jelas Junaedi.

Berimbas pada Angka Kemiskinan

Fenomena naiknya angka pengangguran di Kabupaten Malang, secara tidak langsung fenomena tersebut mempengaruhi naiknya angka kemiskinan di Kabupaten Malang. Hal  ini yang kemudian menjadi PR bagi Pemkab untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Kepala  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Agus Budi Santoso mengungkapkan,  data statistik kemiskinan dalam rentang dua tahun terakhir, yaitu tahun 2014 menuju tahun 2015 terjadi kenaikan penduduk miskin sekitar 0,46 persen.

“Dalam data terakhir angka kemiskinan terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin kalau kita melihat dari rentang tersebut, yaitu tahun 2014 sebanyak 280.310 menjadi 292.870 di tahun 2015. Artinya ada penambahan sebanyak 12.560,” jelas Agus.

Kenaikan angka tersebut tercatat dengan total penduduk 2.527.087 jiwa di tahun 2015 ini menyebutkan garis kemiskinan sebanyak 2,05 persen dari 1,71 di tahun 2014. Sedangkan untuk tingkat kedalaman kemiskinan di tahun 2015 angkanya sekitar 1,71 ditambah tingkat keparahannya 0,40.

Ia menjelaskan, di tahun 2016 , jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malang belum bisa di- informasikan kepada masyarakat yang disebabkan proses penghitungan statistik masih menunggu dari penyelarasan dari Pusat dan Provinsi.

“Data 2015 itu yang terakhir rekap, untuk tahun 2016 belum ada mas, karena perhitungan BPS itu memakai n-1, ” pungkas pria kurus tersebut.

Agus juga tidak dapat memberikan gambaran angka kemiskinan penduduk 2016. Tetapi dengan trend angka kemiskinan secara nasional yang menurun pada Maret 2016 dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,01 juta orang berkurang sebesar 0,50 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2015 yang sebesar 28,51 juta orang.

“Jadi bisa saja menurun angka penduduk kemiskinan di Kabupaten Malang atau bahkan naik. Kita lihat saja data resminya nanti,” ujar Agus.

Apabila ditinjau dari grafik statistik angka kemiskinan penduduk cukup menghentak. Dimana angka kemiskinan penduduk di perdesaan naik dari 14,09 persen pada September 2015 menjadi 14,11 persen pada Maret 2016.

Pihaknya menyampaikan untuk komoditi yang bukan makanan memiliki pengaruh yang besar ditambah lagi ada biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Angka yang menunjukan data Kemiskinan di daerah-daerah melalui Kabupaten Malang  bersifat fluktuatif dalam rentang waktu 2010 sampai 2015, tetapi kisarannya masih tinggi yaitu diangka 11 persen.”pungkas Dia.

Pengangguran yang notabene memang menjadi salah satu indikator dari kemiskinan perlu di perhatikan dengan serius, karena hal tersebut lagsung berkenaan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat, hajat hidup bagi masyarakat kecil.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here