Anies-Sandi Unggul di Media Sosial

0
324

Nusantara.news, Jakarta – Dukungan pengguna media sosial di Jakarta ikut menentukan siapa pemenang Pilkada Jakarta. Hal ini karena mayoritas pemilih di Jakarta umumnya merupakan pengguna aktif media sosial. Bahkan, peran media sosial bisa berpengaruh besar terhadap isu-isu yang sedang berkembang, termasuk bisa menjadi media penyebaran berita-berita positif calon yang didukung atau bahkan penyebaran kampanye hitam.

Survei Lembaga Survei Indoesia (LSI) Denny JA yang diadakan pada 27 Februari – 3 Maret 2017 menunjukkan bahwa 7,5 persen pengguna media sosial menyataan aktif mengikuti perkembangan Pilkada di Jakarta meskipun di hari tenang.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, dalam konferensi pers bertema “Ahok vs Anies, Siapa Menang di Pengguna Media sosial” di Jakarta, Selasa (21/3/2017), mengatakan, secara keseluruhan, di antara pengguna media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram, pasangan Anies-Sandi unggul dibanding pasangan Ahok-Djarot.

Ia mengatakan, jika dihitung secara keseluruhan, dari responden yang mengaku punya media sosial, sebesar 46,20 persen menyatakan mendukung Anies-Sandi dan 43,10 persen dukung Ahok-Djarot.

“Pasangan Ahok-Djarot unggul di pemilih pengguna Twitter dengan dukungan sebesar 53,34 persen sementara Anies-Sandi 39,33 persen. Untuk pemilih pengguna Instagram, Anies-Sandi unggul di angka 49,99 persen dan Ahok-Djarot di angka 40,73 persen. Di kalangan pemilih pengguna Facebook, Anies-Sandi unggul 47,58 persen, disusul Ahpk-Djarot 43,93 persen.

Namun secara keseluruhan, diantara para pengguna media sosial (facebook, twitter dan instagram), pasangan Anies-Sandi unggul dibanding pasangan Ahok-Djarot. Dari pemilih Jakarta yang mempunyai akun media sosial, sebesar 58,90 persen, 46,20 persen menyatakan mendukung pasangan Anies-Sandi dan sebesar 43,10 persen mendukung pasangan Ahok-Djarot,” papar Rully.

Menurut Rully, ada tiga alasan mengapa pasangan Anies-Sandi unggul. Pertama, mayoritas pemain media sosial ingin Jakarta punya gubernur baru. “Dari pengguna media sosial, sebesar 54,33 persen menyatakan ingin gubernur baru dan hanya 39,47 persen yang menyatakan tetap ingin gubernur lama,” tuturnya.

Berikutnya, pengguna media sosial mengaku terluka dengan kasus Al Madinah Ayat 51. Ada 56 persen yang berpendapat bahwa pernyataan Ahok tentang Al Maidah Ayat 51 merupakan bentuk penistaan agama, dan 31,40 persen menyatakan bukan penistaan agama.

Alasan terakhir, mayoritas pegguna media sosial tak nyaman dengan status Ahok sebagai terdakwa kasus penista agama. “Sebesar 58,25 persen dari pengguna media sosial menyatakan bahwa mereka tidak rela gubernur nanti dipimpin oleh gubernur terdakwa kasus penistaan agama,” terangnya.

Meskipun demikian, tren “pembully-an” di media sosial sebenarnya lebih banyak dialami oleh pasangan Anies-Sandi. Dengan adanya survey Denny JA ini, maka dapat dipastikan bahwa pengguna media sosial yang ramai membully Anies-Sandi selama ini merupakan akun-akun palsu yang sengaja dibuat dari timses paslon lain untuk memprovokasi, menjatuhkan lawan, atau mencoreng nama baik Anies-Sandi.

Praktisi digital marketing, Ali Akbar, menyarankan relawan Anies-Sandi perlu berkumpul dalam satu wadah. Selain agar mereka bisa memetakan potensi dan tanggung jawab masing-masing, hal ini juga penting agar mereka lebih responsif menangkap isu yang berkembang. Ali mengakui adanya kelemahan pada tim Anis-Sandi dibanding tim Ahok-Djarot yang sudah start lebih dulu dalam membentuk opini di media sosial, termasuk pengerahan para buzzeer untuk mendegradasi Anies-Sandi.

Ihwal menghadapi buzzer dari paslon lain, ia berpendapat tim Anis-Sandi perlu memakai strategi khusus. “Jadi kalau pihak lawan itu ngomong AA, kita harus tahu yang retweet dia siapa. Kemudian kita membalas dengan mengirim berita A yang kita validasi. Lalu kita munculkan berita B untuk melawan itu,” ucapnya.

Sebelumnya, penyanyi Iwan Fals juga mengadakan polling pemilihan gubernur DKI Jakarta di media sosial twitter yang hasilnya dimenangkan pasangan Anies-Sandi. Pasangan nomor urut 3 ini unggul 51 persen, menyalip pasangan Ahok-Djarot yang meraih 49 persen. Padahal satu jam sebelumnya pasangan nomor urut 2 ini sempat unggul. “Hah … busset, Anies Sandi nyusul sekarang, wuiiih cepet banget,” cuit pelantun lagu “Bento” ini.

Jika dilihat dari karakter pengikut Iwan Fals, mayoritas merupakan penggemar setia sang penyanyi kawakan yang punya jiwa kritis dan selektif dalam menentukan calon.

“Alhamdulillah, ini berarti para fans Bang Iwan Fals mayoritas mendukung Anies-Sandi. Kita sangat menyambut baik dan mengapresiasi dukungan dari teman-teman OI (sebutan untuk penggemar Iwan Fals) dan seluruh pendukung Anies-Sandi,’’ ujar anggota Tim Digital Anies-Sandi, Rizaldy Katief, di Jakarta. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here