Anies-Sandi Merapat ke Agus-Sylvi, Ini Saran Pengamat

0
2104
Hendrajit dalam suatu acara debat publik
Nusantara.news, Jakarta – Sebagaimana diberitakan, begitu hasil penghitungan cepat menyebutkan pasangan nomer urut 3 Anies Baswedan – Sandiaga Uno maju ke putaran kedua, dikabarkan sejumlah Tim Sukses pasangan nomer urut 3 ini mulai merapat ke Jl. Proklamasi, markas Tim Sukses pasangan Agus-Sylvi.
Terkait koalisi pasangan nomer urut 3 dan pasangan nomer urut 1, pengamat geo-politik geo-strategi Hendrajit menyambut baik rencana itu. Dalam chatingan WhatsApp yang diterima nusantara.news, Rabu (15/2) sore tadi, alumnus Universitas Nasional (UNAS) Jakarta ini memaparkan gagasannya.
“Saya hanya berharap, semoga di putaran kedua antara paslon 2 dan 3 jangan terjadi permainan sabun dalam arti adanya kesepakatan-kesepakatan yang tidak selaras antara kesepakatan yang terbangun di atas permukaan dan perilaku politik yang sesungguhnya di lapangan. Misal, di atas permukaan secara resmi pasangan Agus-Sllvi menyatakan dukungan terbuka terhadap Anies-Sandi. Namun di lapangan, sikapnya jauh panggang dari api,” tulis Hendrajit.
Hendrajit pun berharap pasangan Agus-Silvi akan mengarahkan dukungan suaranya ke Anies-Sandi. Tapi itu sebatas  harapan dan masih di atas kertas,” tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, masih harus membuat perhitungan lagi yang lebih matang dan cermat, atas basis-basis dukungan Anies-Sandi yang memang benar-benar nyata.
Hendrajit menilai, pasangan Ahok-Djarot secara geografis sangat mengandalkan basis-basis dukungannya di Jakarta Barat dan Utara. Dan itu rasa-rasanya memang cukup solid dan tidak mungkin berubah haluan.
Untuk itu Anies-Sandi harus mendapatkan dukungan yang lumayan besar dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Persoalannya, apakah dengan tereliminasinya Agus-Silvy maka secara otomatis suara mereka berdua akan mengarahkan dukungannya ke Anies-Sandi?
“Harapan sih boleh boleh aja, dan pastinya bagus sekali kalau memang demikian. Namun apa ikatan yang membuat otomatis suara Agus-Silvi ke Anies-Sandi?,” tanya Hendrajit.
Selanjutnya Hendrajit menganatomikan daerah seputaran Mampang Prapatan dan Warung Buncit sebagaia basis Islam yang cukup kuat seperti PPP dan PKB. Namun dia ragu apakah otomatis ke Anies-Sandi hanya gara-gara Paslon I tersingkir di putaran kedua.
“Di sini tim pemenangan Anies-Sandi harus bertumpu pada realitas politik dalam membuat penilaian strategis, sehingga harus mampu mengantisipasi skenario yang terburuk sekalipun. Sehingga tidak terjebak pada fantasi dan khayal politik,” sarannya.
Putaran kedua baru April mendatang, dan masih banyak waktu untuk kerja-kerja politik yang lebih intensif lagi.
“Kelemahan paling krusial pada pasangan Anies-Sandi adalah kurang mengidentifikasikan dirinya dengan basis-basis tradisional dan elemen-elemen masyarakat yang sangat menaruh perhatian pada pemberdayaan masyarakat tradisional Betawi. Paslon 3 ini terlalu mencitrakan dirinya sebagai sosok orang-orang modern yang berpendidikan tinggi dan bercitra metropolitan,” kritik Hendrajit.
Padahal, boleh suka atau tidak suka, basis-basis andalan pasanan Agus-Silvi punya pertautan dengan masyarakat dan organ-organ kemasyarakatan yang berbasis tradisional.
“Di sinilah tugas berat tim pemenangan Anies-Sandi untuk merebut hati dan pikiran warga tradisional Muslim Jakarta,”pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here