Ansor Jatim: Kesenjangan Sosial Akan Berdampak Buruk bagi Keutuhan NKRI

0
206
Potret kemiskinan di Jakarta. TIRTO/Andrey Gromico

Nusantara.news, Surabaya – Di Indonesia, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, kesenjangan yang kaya dan miskin semakin membahayakan. Umat Muslim yang menjadi penduduk mayoritas banyak yang miskin, sebaliknya orang-orang kaya kebanyakan adalah warga beragama minoritas.

Menurut JK, kesenjangan di Indonesia sangat membahayakan dibanding di negara lain. Dia mencontohkan, di Thailand yang kaya dan miskin sama agamanya. Termasuk di Filipina, baik yang kaya dan miskin agamanya sama.

Menanggapi pernyataan Wapres JK, Sekretaris GP Ansor Jawa Timur, Achmad Nur Aminudin menyebut, faktor kesenjangan sosial seperti yang terjadi saat ini kalau terus dibiarkan akan berakibat buruk, termasuk untuk keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tingkat ketidakharmonisan antara yang kaya dengan yang miskin akan menjadi konflik sosial. Kalau intervensi kebijakan pemerintah tidak mampu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin (pemerataan ekonomi masyarakat-red) maka pemerintah dianggap gagal untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya,” urai Nur Aminudin kepada Nusantara.news, Senin (27/2/2017).

Ditambahkan, semua masyarakat berharap tindakan pemerintah harus selalu bijak termasuk kebijakan pemerintah melalui penjabaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk pengembangan sektor riil di masyarakat.

“Karena itu yang bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat dan menekan angka pengangguran. Kemensos, Kemendes, lembaga keuangan atau Kemenkeu dan kementerian terkait dengan perekonomian guna kesejahteraan masyarakat harus bekerja ekstra sebagai langkah untuk mengurangi kesenjangan sosial antara miskin dan kaya entah Islam atau non Islam, tidak harus diperlakukan berbeda,” katanya.

Untuk diketahui, Wapres JK menilai bahwa kesenjangan yang terjadi di Indonesia sudah cukup membahayakan. Itu dilihat berdasarkan perbedaan agama antara yang kaya dan miskin. Menurut JK, umat muslim yang merupakan mayoritas di negeri justru banyak yang miskin. Sementara yang kaya justru kebanyakan warga yang beragama minoritas.

Menurut JK, di Indonesia sebagian besar warga kaya adalah warga keturunan yang beragama Khonghuchu juga Kristen. Sedangkan orang yang miskin sebagian besar Islam dan juga Kristen.

Lanjut JK, keadaan itu sangat berbahaya dan semua pihak harus ikut berperan untuk berusaha dan bersama-sama mengatasinya.

Namun, persoalan kesenjangan tidak hanya terjadi dan menimpa bangsa Indonesia. Di Amerika kesenjangan juga menjadi persoalan bagi pemerintahan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here