Antisipasi Pertambahan Jiwa, KPU Malang Genjot Pemilih Pilkada 2018

0
97

Nusantara.news, Malang – Memprediksi bakal terjadi pertambahan penduduk selama lima tahun terakhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggenjot jumlah pemilih dalam Pilkada Kota Malang 2018.

KPU Kota Malang optimis menjaring pemilih sebesar 70 persen dari total pemilih yang terdafatar, dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Target besaran KPU ini berbeda dibanding target di pemilihan sebelumnya yang pada Pilkada Kota Malang 2013 target KPU hanya 65 persen pemilih.

Dalam lansiran BPS diproyeksikan akan ada pertambahan penduduk sebanyak 20.000 di Kota Malang dalam rentan waktu 2013-2015. Sehingga menjadi perlu untuk KPU juga meningkatkan target jumlah pemilih pada Pilkada Kota Malang 2018 kali ini. Hal tersebut menjadi penting mengingat banyaknya partisipasi pemilih dalam Pilkada atau pesta demokrasi daerah sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran demokrasi di suatu daerah.

Ketua KPU Kota Malang, Zainuddin menjelaskan terkait kondisi jumlah pemilih saat ini. “Untuk tahun ini nama yang tercatat berhak melakukan pemilihan ada sekitar 650 ribu. Sedangkan tahun lalu, jumlahnya sekitar 621 ribu. Artinya, sekitar 29 ribu pemilih baru,” jelas dia kepada wartawan, Senin (10/7/2017).

Ia menambahkan, penjelasannya terkait penambahan jumlah pemilih juga diimbangi dengan kenaikan jumlah target pemilih. “Selain itu, tahun lalu target kami 65 persen ikut mencoblos, maka tahun ini kami menargetkan jumlah pencoblos sampai 70 persen,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, di Pilkada Kota Malang 2013 dua bulan menjelang pencontrengan (tata cara pemilihan kala itu) mengalami penyusutan cukup signifikan, yakni sebanyak 18.395 pemilih. Dari data yang sebelumnya di akumulasi sebanyak  631.216 jiwa, namun setelah dilakukan verifikasi di lapangan menyusut menjadi 612.821 jiwa atau berkurang sebanyak 18.395 jiwa.

Tren pemilih Pilkada Kota Malang 2013 tahun lalu yang menurun, menjadi cambukan agar para pemilih di tahun depan pada Pilkada Kota Malang 2018 meningkat dan sesuai dengan yang telah ditargetkan.

Zainuddin, menjelaskan mengenai strategi untuk menjaring jumlah pemilih agar dapat meningkat dan sesuai dengan yang telah ditargetkan. “Mengenai hal tersebut kami akan mencoba untuk melibatkan langsung para pemilih, terutama dari kalangan pemuda untuk melakukan sosialisasi terkait pemilihan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi tatap muka dan jemput bola ke berbagai pusat keramaian seperti pasar dan berbagai area belanja. Termasuk juga mendatangi 57 kelurahan di Kota Malang untuk langsung melakukan sosialisasi. “Mudah-mudahan angka golput semakin dapat ditekan lagi, dan pemilih dapat tercapai dari yang telah kami targetkan” harap Zainuddin.

Pemilih menjadi salah satu indikator keberhasilan dari demokrasi dan pembelajaran politik bagi masyarakat di suatu daerah. Tingkat partisipasi yang tinggi dan pemilih cerdas menjadikan kedewasaan dalam demokrasi di Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here