Antraks Menyerang, Ratusan Ternak di Trenggalek  Disuntik Antibiotik

0
125

Nusantara.news, Surabaya – Pasca laporan kematian sapi yang gejala klinisnya mirip terpapar virus antraks di Desa Ngepeh, Kabupaten Trenggalek, Dinas Pertanian dan Pangan setempat langsung bergerak cepat mengantisipasi. Ratusan ternak kambing dan sapi di radius 3 km dari laporan awal disuntik antibiotik, Selasa (21/2/2017).

Langkah itu sesuai prosedur penanganan awal virus yang dikabarkan juga sudah menular ke manusia tersebut.  Penanganan dilakukan di ‘kawasan merah’ (ring 1- jarak 1 Km) dan ‘kawasan kuning’ (ring 2-3 Km) dari pusat temuan. “Penyuntikan ini untuk mencegah penularan bakteri antraks pada ternak lain di sekitar lokasi yang diidentifikasi sebagai titik endemi,” kata Kasi Pecegahan, Pemberantasan Peyakit dan Pelayanan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ririn Haristiani.

Jumlah ternak yang disuntik cairan antibiotik jenis oxtetra dilakukan berdasarkan jenis hewan terduga. Kambing disuntik 03 cc, sedangkan sapi dan kerbau dosisnya 2 kali lipat. Namun Ririn belum bisa memastikan total jumlah ternak yang disuntik massal tersebut. “Petugas kami sebar untuk melakukan penyuntikan terhadap ternak warga yang berpotensi terpapar penyakit ini,” ujarnya.

Ririn memperkirakan sejak pertama dilakukan gerakan penyuntikan hingga ketiga dilakukan Selasa pagi-siang itu jumlahnya diyakini mencapai ratusan ekor. “Tapi tidak semua ternak disuntik. Untuk sapi atau kambing yang bunting tidak disuntik obat antibiotik khusus untuk antraks ini karena beresiko keguguran. Demikian juga dengan ternak yang masih kecil atau belum dewasa,” katanya di sela kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut.

Sejumlah petugas dari bidang kesehatan hewan menggunakan peralatan lengkap dan standar perlindungan medis seperti penutup wajah dan mulut-hidung dan sarung tangan plastik. Mereka mendatangi setiap rumah penduduk yang memiliki ternak sapi atau kerbau maupun kambing.

Operasi penyuntikan itu dipandu langsung oleh perangkat desa serta jajaran Babinkamtibmas maupun Babinsa setempat. “Mudah-mudahan penyakit antraks tidak ada di sini, namun seumpama itu benar, setidaknya hal itu bisa diantisipasi,” kata Ririn.

Tim Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menemukan dugaan wabah antraks yang teridentifikasi pada satu desa setempat dan telah menular pada manusia. Ada dua ekor sapi yang dilaporkan mati mendadak dengan gejala antraks. Kejadiannya sekitar dua pekan lalu dan indikasinya sudah menular pada manusia.

Dugaan antraks muncul setelah petugas kesehatan hewan secara tidak sengaja mendapat laporan keluhan dari korban Thoimin, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu karena menderita luka gores yang didapat saat menyembelih ternak sapinya yang diduga terjangkit antraks, namun tak kunjung sembuh dan bengkak menyerupai bisul.

Berdasar hasil pemeriksaan visual tim keswan, luka bengkak mirip bisul akibat luka sayat mirip penyakit antraks kulit. Temuan kasus diduga antraks tersebut, menurut Kabid Kesehatan Hewan Dispertan Trenggalek Budi Satriawan sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Balai Besar Veteriner di Wates Yogyakarta serta Kementerian Pertanian.

Selain kejadian dalam kurun sebulan dengan korban dua ekor sapi dan satu korban manusia, kata Budi peristiwa diduga antraks juga pernah terjadi setahun sebelumnya dengan ciri-ciri sama dan menular pada manusia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here