Apa Agenda Indonesia dalam Pertemuan WB-IMF di Bali?

0
105
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan utang Indonesia akan aman terkendali dan sangat terkelola dengan baik.

Nusantara.news, Jakarta – Indonesia didaulat sebagai tuan rumah pertemuan tahunan Bank Dunia (World Bank–WB) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund—IMF) di Bali pada 2018. Agenda apakah yang akan disodorkan Pemerintah RI?

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan salah satu agenda yang akan disajikan dalam perhelatan akbar itu adalah soal pajak dan masalah infrastruktur. Akan kah menjadi tren isu dunia?

Dalam pertemuan tersebut akan ada 189 negara yang hadir, yang diwakilkan oleh masing-masing menteri keuangan dan gubernur bank sentral, pebisnis, analis dan media. Diperkirakan hajatan WB-IMF itu akan digelar pada Oktober 2018.

Secara umum, menurut Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, rangkaian kegiatan utama pertemuan tersebut, terdapat tiga pertemuan utama yaitu IMF-World Bank Plenary Session, International Monetary and Financial Commitee (IMFC), dan Worid Bank Development Committee (DC). lMF-WB Plenary Session merupakan pertemuan puncak yang diikuti oleh seluruh pimpinan delegasi, serta seluruh pimpinan manajemen IMF dan WB.

Pertemuan utama lainnya adalah IMFC yang diikuti oleh para Gubernur Bank Sentral yang mewakili negara di beberapa kawasan, serta pertemuan World Bank Development Committee (DC) yang diikuti oleh Menteri Keuangan anggota World Bank. IMFC beranggotakan 24 Gubernur Bank Sentral yang mewakili seluruh anggota IMF, bertugas memberikan masukan mengenai berbagai isu yang mempengaruhi perekonomian global serta memberikan arahan program kerja IMF ke depan.

Sementara DC beranggotakan 24 Menteri Keuangan yang mewakili seluruh anggota IMF-World Bank. dan bertugas memberikan masukan kepada Dewan Gubernur IMF dan World Bank mengenai isu perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang.

Agenda Indonesia

Sebagai tuan rumah, Menkeu Sri Mulyani menyatakan dalam hajatan itu pemerintah memfokuskan tiga hal yang akan dibahas pada pertemuan ini.

Pertama,  menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, membangun impresi bahwa Indonesia saat ini sebagai negara berkembang memiliki fokus dalam sisi pembangunan. Oleh karenanya, tantangan akan pembangunan di Indonesia akan didorong menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

 Kedua, Bali karena sudah terkenal, tentu mereka akan memperkirakan (acara) ini akan terorganisasi dengan baik, diselenggarakan dengan baik dan dijamu dengan baik. Maka, pemerintah akan mempersiapkan dengan baik.

Ketiga, memanfaatkan momentum Indonesia yang telah memperoleh peringkat layak investasi atau investment grade dari lembaga pemeringkat dunia, untuk menarik investasi. Ini dilakukan dengan memaparkan berbagai program pembangunan pemerintah. Bukan hanya infrastruktur, dari sisi pendidikan, kesehatan, dan sosial juga akan dipaparkan.

Dalam pertemuan tersebut, akan dipaparkan bahwa untuk membangun Indonesia dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, tidak semua bisa dilakukan pemerintah. Partisipasi dan peran swasta juga sangat penting. Dalam pertemuan pemerintah akan menawarkan beberapa program yang mungkin bisa sejalan dengan program IMF dan World Bank.

Yang lebih menarik, kata Sri, Indonesia memiliki agenda penting untuk dijadikan isu utama, Menkeu menyatakan salah satu agenda yang akan disajikan dalam perhelatan akbar itu adalah soal pajak dan masalah infrastruktur.

“Kami akan bawa topik itu di seminar international tax conference. Sebelumnya kami sudah bahas pada Juli lalu dengan IMF dan Forum Investasi Infrastruktur saat kehadiran Presiden Bank Dunia,” papar Sri Mulyani beberapa hari lalu.

Pembahasan pajak di forum internasional menjadi sangat penting karena banyak negara di dunia yang tengah melakukan reformasi pajaknya. Saat ini merupakan momen tepat karena memang di seluruh negara di dunia berupaya mereformasi pajaknya.

Selain masalah perpajakan, dalam forum internasional nanti juga membahas pengalaman 189 negara peserta dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur. Dimana mereka bisa saling berbagi, dan tentunya pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran negara lain, khususnya Indonesia yang tengah massif membangun infrastruktur di berbagai daerah.

Karena infrastruktur itu tidak hanya bicara Indonesia, juga bagaimana pengalaman negara-negara lain menghadapi tantangan dan isu yang sama. Indonesia juga akan membagikan pengalaman membangun infrastruktur yang ditargetkan mencapai Rp5.500 triliun.

Bawa isu Rohingya

Mungkin tidak ada salahnya jika dalam hajatan akbar tersebut Indonesia menginisiasi pembahasan isu muslim Rohingya di hadapan khalayak internasional. Tujuanya bukan untuk mempermalukan Myanmar, melainkan menyadarkan betapa pentingnya menghormati harkat dan martabat kemanusiaan.

Data transaksi perdagangan Indoensia-Myanmar antara Januari-Juni 2017 (Sumber: BPS)

Sejauh ini Maladewa sudah menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Turki mengirim bala-bantuannya ke Bangladesh untuk mengentaskan para pengungsi Rohingya. PM Malaysia Najib Razak bahkan ikut berdemo untuk menyampaikan simpatinya pada muslim Rohingya yang sedang mengalami etnic cleansing.

Presiden Jokowi sendiri mengirim Menlu Retno LP Marsudi untuk menemui Aung San Suu Kyi. Bahkan Retno menemui Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. Akan kah misi itu efektif? Sejauh ini tentara dan para biksu Myanmar ternyata masih memblokade pengungsi dan melakukan tindakan kekerasan.

Itu sebabnya tidak ada salahnya dalam hajatan WB-IMF nanti pemerintah perlu menyuarakan penghentian kekerasan. Bila perlu menghentikan hubungan diplomatik dan ekonomi.

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Januari-Juni 2017, total ekspor Indonesia ke Myanmar tercatat sebesar US$351,52 juta atau sekitar Rp4,67 triliun. Sebagian besar ekspor ke Myanmar berupa produk-produk senjata PT Pindad. Sedangkan total impor dari Myanmar pada periode yang sama tercatat sebesar US$79,82 juta atau sekitar Rp1,06 triliun.

Karenanya, tekanan diplomatik dan ekonomi Indonesia diharapkan dapat membuat Myanmar bergeming.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here