Apa Yang Terjadi Saat Rupiah Undervalued?

1
274
Posisi rupiah terhadap dolar AS terus melemah, bahkan saking lemahnya rupiah sudah dalam posisi undervalued di level Rp13.757 per dolar AS.

Nusantara.news, Jakarta – Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menyatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sudah di bawah nilai wajarnya (undervalued). Pada Senin (5/3), kurs rupiah diperdagangkan melemah ke level Rp13.757 atau turun 11 poin dibandingkan penutupan pekan lalu di level Rp13.746 per dollar AS.

Posisi rupiah yang undevalue ini diakui oleh Deputi Gubernur BI Senior Mirza Adityaswara. Menurutnya, bahkan sebelum fluktuasi yang terjadi beberapa hari ini, rupiah sudah undervalued.

“Rupiah memang sebelum fluktuasi ini sudah undervalue. Eksportir sudah mulai masuk konversi (saat ini),” kata Mirza akhir pekan lalu.

Kinerja nilai tukar rupiah yang melemah beberapa hari ini terutama disebabkan oleh data-data dari Amerika Serikat (AS) yang mengonfirmasi kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya sebanyak tiga hingga empat kali dalam tahun ini. Dengan demikian, sehingga market melakukan penyesuaian atau adjustment terhadap ekspektasi itu.

“Bahkan ada yang memperkirakan (kenaikan suku bunga AS) sampai empat kali,” ujarnya.

Meskipun demikian, Mirza menegaskan BI sebagai otoritas moneter akan selalu hadir di pasar, terutama pada saat-saat rupiah berfluktuasi. BI akan masuk lewat pasar valuta asing (valas) maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Bisa dilihat, mata regional hari ini menguat. Rupiah malah flat hari ini,” kata Mirza.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan indikator rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp13.400 per dolar AS. Artinya, rupiah secara fiskal maupun moneter akhir-akhir ini sudah terlalu undervalued terhadap dolar AS.

Hanya saja, BI menilai posisi ideal rupiah saat ini di kisaran Rp13.200 hingga Rp13.300. Artinya target indikatif APBN 2018 sebenarnya sudah sangat moderat, dengan kata lain target itu juga lebih rendah dari posisi ideal rupiah.

“Level Rp13.200 – Rp13.300 per dolar AS, ini yang lebih cocok. Sekarang agak overshoot,” kata Mirza.

Menurut Mirza, pelemahan rupiah belakangan ini disebabkan pasar melakukan penyesuaian terhadap kemungkinan bank sentral AS, The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan lebih dari tiga kali pada tahun ini. Reaksi ini dipicu oleh pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell yang bernada hawkish saat di hadapan Kongres dan Senat AS.

Namun BI memastikan bahwa pelemahan rupiah ini hanyalah sementara atau seasonal. Pada saatnya akan kembali ke posisi semula, atau menemukan titik equilibrium baru yang lebih rendah.

“Kalau dilihat dari apa yg ada, pasar kan bereaksi kalau sepert yang terjadi di Februari atau yang terjadi di dua hari terakhir kami lihatnya suatu temporer saja,” ujarnya.

Pada bagian lain, Mirza menjelaskan, terjadi pada mata uang negara-negara lain, kecuali Yen Jepang yang dinilai sebaga safe haven. Hal ini dikarenakan greenback terus menguat karena mendapat suntikan dari derasnya aliran modal (capital inflow) ke AS.

“Ini bukan fenomena Indonesia saja. Ini fenomena dunia sama seperti dialami pada 2015 lalu waktu Amerika saat itu aba-aba untuk kenaikan suku bunga,” kata dia.

10 Dampak negatif

Namun jika ternyata nilai tukar rupiah terus melemah, terntu saja dengan benchmarking krisis 1998 dimana rupiah diperdagangkan di level Rp2.300, sehingga melemah hingga Rp17.000. Presiden BJ Habibie berhasil memperkuat rupiah ke posisi Rp6.700 per dolar AS.

Lantas, apa risiko jika rupiah secara permanen mengalami undervalued? Secara ekonomi yang paling diuntungkan adalah para eksportir, karena mereka berporduksi dengan konten lokal. Sementara pendapatan mereka bebrasis dolar AS yang sedang kuat-kuatnya.

Sementara buat pemerintah, APBN mendapat tambahan dolar lantaran produk ekspor nasional. Namun juga mendapat beban atas produk-produk yang masih harus diimpor, seperti minyak mentah, dan impor bahan mentah.

Ekonom Musni Umar berpendapat sedikitnya ada 10 dampak negatif lanjutan yang bisa dirasakan masyarakat jika rupiah terlalu undervalue terhadap dolar AS.

Pertama, pertumbuhan ekonomi melambat. Pertumbuhan ekonomi pada 2017 hanya 5,07% atau di bawah APBN-P 5,1%. Bahkan sejak 2014, pertumbuhan ekonomi memang sudah stagnasi di kisaran 5%. Artinya, perlambatan pertumbuhan ekonomi itu sudah terjadi seiring melemahnya rupiah sejak 2014.

Kedua, pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Terutama PHK terjadi pada industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor. Buruh yang di PHK terus meningkat jumlahnya, seiring dengan terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Ketiga, kengangguran meningkat. Jumlah pencari kerja setiap tahun sekitar 2,5 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi sebelumnya, maka banyak pencari kerja yang masih menganggur, sekarang ditambah lagi dengan buruh yang di PHK.

Keempat, inflasi bahan pangan meningkat. Meningkatnya inflasi dibidang sembako, BBM, hingga kebutuhan pendidikan..

Kelima, kemiskinan meningkat. Kalau harga barang-barang terutama sembako meningkat, penghasilan tidak meningkat bahkan tidak mempunyai penghasilan karena di PHK dan menganggur, maka otomatis kemiskinan meningkat.

Keenam, daya beli menurun. Konsekuensi logis meningkatnya harga-harga barang terutama sembako dan penghasilan tidak meningkat, bahkan penghasilan hilang karena di PHK dan menganggur, maka otomatis daya beli masyarakat menurun.

Ketujuh, kesejahteraan masyarakat menurun. Dampak spiral selanjutntya ialah menururnnya tingkat kesejahteraan masyarakat (kesmas).

Kedelapan, gizi masyarakat menurun. Dampak turunannya dari 7 faktor di atas, maka otomatis gizi masyarakat memburuk. Melalui paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah berusaha keras mencegahnya semakin menurunnya gizi buruk di Asmat.

Kesembilan, angka putus sekolah meningkat terutama mereka yang sekolah di swasta dan sedang kuliah di perguruan tinggi.

Kesepuluh, epresi meningkat, pada saat itu tensi psikologi masyarakat meningkat. Masyarakat mudah marah-marah, mudah memaki, mudah mem-bully, dan pada akhirnya mudah pecah konflik di masyarakat.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here